Home › Politik › Komisi VI Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Iran
Komisi VI Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Iran
Keterangan Foto: Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini berdialog dengan Dubes Republik Islam Iran untuk Republik Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi, di Gedung DPR Senayan, Jakarta. Foto : Humas DPR RI. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi - Komisi VI DPR RI mendorong penguatan kerja sama ekonomi Indonesia dan Iran tidak hanya melalui perdagangan, tetapi juga transfer teknologi serta peningkatan kerja sama antarpelaku usaha atau business to business (B2B).
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Pimpinan Komisi VI DPR RI dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Islam Iran untuk Republik Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi, di Ruang Delegasi, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
- Baca juga:
Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini mengatakan, pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kerja sama, khususnya di bidang perdagangan dan komersial, termasuk implementasi Indonesia-Iran Preferential Trade Agreement (PTA).
“Banyak hal yang kita bicarakan, terutama dalam kerja sama perdagangan, lalu kemudian juga kerja sama komersial, termasuk juga bagaimana memperkuat atau mengimplementasikan ratifikasi yang sudah dilakukan,” ujar Anggia kepada Parlementaria.
Menurut Anggia, transfer teknologi menjadi salah satu peluang penting dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Iran dinilai memiliki perkembangan teknologi domestik di berbagai sektor yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama dengan Indonesia.
“Yang paling menarik dari pertemuan kita adalah mereka membuka dengan seluas-luasnya transfer teknologi,” katanya.
Ia menyebut sektor pertanian dan tekstil sebagai bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama teknologi. Karena itu, hubungan Indonesia-Iran dinilai perlu diperluas dari sekadar aktivitas perdagangan menjadi kerja sama pertukaran dan pengembangan teknologi.
“Jadi menurut saya penting kalau Indonesia bisa bekerja sama dengan Iran, tidak hanya bicara tentang trade, tetapi juga bagaimana transfer teknologi,” ujar Anggia.
Selain transfer teknologi, Anggia mengatakan pihak Iran juga berharap kerja sama antarpelaku usaha kedua negara dapat diperkuat.
“Yang kedua, mereka berharap bahwa kerja sama Indonesia dengan Iran itu bisa B to B-nya lebih kuat lagi. Saya pikir itu penting untuk kita dorong,” pungkas Politisi Fraksi PKB tersebut.
Sementara itu, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi mengatakan, pertemuan tersebut turut membahas sejumlah peluang kerja sama di bidang ekonomi, termasuk industri, zona bebas, dan teknologi baru.
Boroujerdi juga mengundang Ketua Komisi VI DPR RI dan pemerintah Indonesia untuk berkunjung ke Iran guna memperkuat kerja sama di bidang parlemen dan ekonomi.
“Kami di sini juga sudah mengundang Ketua Komisi VI DPR dan pemerintah untuk berkunjung ke Iran untuk bisa kita saling menguatkan kerja sama di bidang parlemen dan ekonomi,” ujar Boroujerdi.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Iran telah berkembang di bidang keilmuan, teknologi, dan kebudayaan. Namun, kerja sama ekonomi kedua negara masih memiliki ruang untuk terus ditingkatkan.
Boroujerdi turut menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat, pemerintah, dan parlemen Indonesia kepada Iran. Ia berharap hubungan kedua negara, khususnya di bidang ekonomi dan politik, dapat terus berkembang pada masa mendatang. ***






Komentar Via Facebook :