https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika •   Kapolri Tegas! Anggota Polri yang Kedapatan Pakai Vape Bakal Disanksi •   Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN •   Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI
Home › Daerah › Sempat Membaik, Gajah Jinak Diego Mendadak Tumbang dan Mati di PLG Minas
Daerah
Pekanbaru

Sempat Membaik, Gajah Jinak Diego Mendadak Tumbang dan Mati di PLG Minas

Kamis, 17 September 2026 | 14:12 WIB,  
Penulis : Azhar
Sempat Membaik, Gajah Jinak Diego Mendadak Tumbang dan Mati di PLG Minas

Keterangan Foto:

PEKANBARU, Tabloid Diksi — Perjuangan Gajah Diego bertahan hidup akhirnya berakhir. Gajah jinak jantan berusia 17 tahun yang menjadi satwa binaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, BBKSDA Riau, mati setelah kondisinya tiba-tiba memburuk saat menjalani perawatan medis.

Diego mati pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, gajah yang lahir pada 3 September 2009 itu telah mendapat penanganan intensif sejak mengalami gangguan kesehatan pada 10 September.

    Baca juga:
  • GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

  • Wabup Hendrizal Tutup Inhu Expo 2026, Apresiasi Antusiasme Masyarakat

  • Sekda Inhil Minta Perangkat Daerah Segera Sesuaikan Kegiatan dengan APBD Perubahan 2026

Plh Kepala BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan, gejala awal yang dialami Diego berupa diare dan penurunan nafsu makan. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan cacing pada kotorannya.

Diego sempat diduga mengalami cacingan. Obat cacing, antibiotik, serta obat antiradang diberikan. Beberapa hari menjalani pengobatan, kondisi Diego bahkan sempat menunjukkan perkembangan positif.

Nafsu makannya meningkat dan bentuk kotorannya kembali normal.

Namun hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel feses justru menunjukkan hasil negatif dari cacing.

Harapan itu kemudian kembali pupus.

Pada 15 September, Diego kembali sakit dengan kondisi yang lebih berat. Ia sama sekali tidak mau makan, mengalami diare dengan frekuensi sering, sementara yang keluar hanya berupa cairan. Kondisi fisiknya pun sangat lemah.

"Setelah itu dilaporkan sakit lagi dengan gejala klinis tidak mau makan sama sekali, diare dengan frekuensi sering dengan bentuk hanya cairan yang keluar, dan kondisi fisik sangat lemah," kata Ujang.

Kondisi Diego semakin mengkhawatirkan karena hampir tidak mau minum. Sepanjang hari, ia hanya menenggak air beberapa kali dalam jumlah sangat sedikit.

Tim medis kembali melakukan tindakan intensif. Cairan infus, vitamin, obat antiradang dan obat suportif diberikan. Pemeriksaan lanjutan juga dilakukan dengan mengambil sampel feses untuk mengetahui kemungkinan infeksi parasit.

Pada Rabu pagi, tim kembali memberikan treatment dan mengambil sampel darah Diego.

Tetapi saat perawatan berlangsung, kondisi Diego mendadak jatuh.

Diego terduduk sebelum akhirnya tumbang. Tak lama kemudian tanda-tanda vitalnya menghilang. Tim medis menyatakan gajah tersebut mati sekitar pukul 12.00 WIB.

Setelah kematian, dilakukan nekropsi. Dari pemeriksaan awal, Diego diduga mati akibat infeksi kronis pada saluran pencernaan.

"Pada pengobatan lanjutan, kondisi gajah Diego tiba-tiba terduduk dan tumbang. Tidak lama berselang tanda-tanda vital hilang dan dinyatakan dalam kondisi mati pada pukul 12.00 WIB," ujar Ujang.

Meski hasil nekropsi mengarah pada dugaan infeksi kronis saluran pencernaan, BBKSDA Riau masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian.

Sejumlah sampel organ Diego telah diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, jasad Diego dikuburkan sesuai prosedur.

Selama 17 tahun hidupnya, Diego menjadi bagian dari PLG Minas. Anak dari induk betina Vera dan jantan Reno tersebut dibesarkan di kawasan konservasi itu dan menjadi salah satu gajah binaan yang turut menyambut pengunjung.

Kini, Diego tinggal kenangan bagi para mahout dan petugas yang setiap hari mendampinginya.

BBKSDA Riau memberikan apresiasi kepada dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan seluruh petugas lapangan yang telah melakukan penanganan terhadap Diego hingga detik-detik terakhir kehidupannya.

Editor : Josua Januari Nababan

TOPIK TERKAIT

# Pekanbaru
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Daerah

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 | 22:12 WIB
  • Daerah

    PA GMNI Riau Dukung Destry Pimpin BI, Soroti Ancaman Gejolak Rupiah

    Selasa, 01 Sep 2026 | 11:21 WIB
  • Daerah

    HUT ke-81 RI, Wawako Pekanbaru Gerak Jalan Bareng Warga Sakinah 2

    Minggu, 16 Agu 2026 | 12:24 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #3

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #4

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #5

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #6

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #7

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB
  • #8

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #9

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB

HUKRIM

  • Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Rp4,63 Miliar, Dua Pejabat Inspektorat Papua Barat Daya Tersangka

    Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Rp4,63 Miliar, Dua Pejabat Inspektorat Papua Barat Daya Tersangka

    Senin, 02 Nov 2026 | 16:27 WIB
  • Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 | 13:12 WIB
  • Tabrakan Beruntun Maut di Perawang: Sopir Land Cruiser Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan

    Tabrakan Beruntun Maut di Perawang: Sopir Land Cruiser Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan

    Minggu, 01 Nov 2026 | 18:04 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN

    Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN

    Senin, 02 Nov 2026 | 17:04 WIB
  • Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI

    Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI

    Senin, 02 Nov 2026 | 16:57 WIB
  • Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

    Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

    Minggu, 01 Nov 2026 | 19:55 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com