https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Sempat Membaik, Gajah Jinak Diego Mendadak Tumbang dan Mati di PLG Minas •   Sindikat Pemalsu SIM di Riau Dibongkar, Polisi Sita Blangko hingga Printer •   Bukan Sekadar Patroli, Polsek Batu Hampar “Halo-Halo” Warga Cegah Lahan Dibakar •   Polisi Bergerak Usai Laporan Masuk, Remaja 14 Tahun Diamankan Terkait Pembacokan di Bengkalis
Home › Daerah › Sempat Membaik, Gajah Jinak Diego Mendadak Tumbang dan Mati di PLG Minas
Daerah
Pekanbaru

Sempat Membaik, Gajah Jinak Diego Mendadak Tumbang dan Mati di PLG Minas

Kamis, 17 September 2026 | 14:12 WIB,  
Penulis : Azhar
Sempat Membaik, Gajah Jinak Diego Mendadak Tumbang dan Mati di PLG Minas

Keterangan Foto:

PEKANBARU, Tabloid Diksi — Perjuangan Gajah Diego bertahan hidup akhirnya berakhir. Gajah jinak jantan berusia 17 tahun yang menjadi satwa binaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, BBKSDA Riau, mati setelah kondisinya tiba-tiba memburuk saat menjalani perawatan medis.

Diego mati pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, gajah yang lahir pada 3 September 2009 itu telah mendapat penanganan intensif sejak mengalami gangguan kesehatan pada 10 September.

    Baca juga:
  • Antrean Berjam-jam, Hima Persis Pelalawan Desak Pemda-Polres Audit Distribusi Biosolar

  • Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar

  • Polresta Pekanbaru Bagikan 1.300 Masker untuk Lindungi Warga Pekanbaru dari Asap

Plh Kepala BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan, gejala awal yang dialami Diego berupa diare dan penurunan nafsu makan. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan cacing pada kotorannya.

Diego sempat diduga mengalami cacingan. Obat cacing, antibiotik, serta obat antiradang diberikan. Beberapa hari menjalani pengobatan, kondisi Diego bahkan sempat menunjukkan perkembangan positif.

Nafsu makannya meningkat dan bentuk kotorannya kembali normal.

Namun hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel feses justru menunjukkan hasil negatif dari cacing.

Harapan itu kemudian kembali pupus.

Pada 15 September, Diego kembali sakit dengan kondisi yang lebih berat. Ia sama sekali tidak mau makan, mengalami diare dengan frekuensi sering, sementara yang keluar hanya berupa cairan. Kondisi fisiknya pun sangat lemah.

"Setelah itu dilaporkan sakit lagi dengan gejala klinis tidak mau makan sama sekali, diare dengan frekuensi sering dengan bentuk hanya cairan yang keluar, dan kondisi fisik sangat lemah," kata Ujang.

Kondisi Diego semakin mengkhawatirkan karena hampir tidak mau minum. Sepanjang hari, ia hanya menenggak air beberapa kali dalam jumlah sangat sedikit.

Tim medis kembali melakukan tindakan intensif. Cairan infus, vitamin, obat antiradang dan obat suportif diberikan. Pemeriksaan lanjutan juga dilakukan dengan mengambil sampel feses untuk mengetahui kemungkinan infeksi parasit.

Pada Rabu pagi, tim kembali memberikan treatment dan mengambil sampel darah Diego.

Tetapi saat perawatan berlangsung, kondisi Diego mendadak jatuh.

Diego terduduk sebelum akhirnya tumbang. Tak lama kemudian tanda-tanda vitalnya menghilang. Tim medis menyatakan gajah tersebut mati sekitar pukul 12.00 WIB.

Setelah kematian, dilakukan nekropsi. Dari pemeriksaan awal, Diego diduga mati akibat infeksi kronis pada saluran pencernaan.

"Pada pengobatan lanjutan, kondisi gajah Diego tiba-tiba terduduk dan tumbang. Tidak lama berselang tanda-tanda vital hilang dan dinyatakan dalam kondisi mati pada pukul 12.00 WIB," ujar Ujang.

Meski hasil nekropsi mengarah pada dugaan infeksi kronis saluran pencernaan, BBKSDA Riau masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian.

Sejumlah sampel organ Diego telah diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, jasad Diego dikuburkan sesuai prosedur.

Selama 17 tahun hidupnya, Diego menjadi bagian dari PLG Minas. Anak dari induk betina Vera dan jantan Reno tersebut dibesarkan di kawasan konservasi itu dan menjadi salah satu gajah binaan yang turut menyambut pengunjung.

Kini, Diego tinggal kenangan bagi para mahout dan petugas yang setiap hari mendampinginya.

BBKSDA Riau memberikan apresiasi kepada dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan seluruh petugas lapangan yang telah melakukan penanganan terhadap Diego hingga detik-detik terakhir kehidupannya.

Editor : Redaktur

TOPIK TERKAIT

# Pekanbaru
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Daerah

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 | 22:12 WIB
  • Daerah

    PA GMNI Riau Dukung Destry Pimpin BI, Soroti Ancaman Gejolak Rupiah

    Selasa, 01 Sep 2026 | 11:21 WIB
  • Daerah

    HUT ke-81 RI, Wawako Pekanbaru Gerak Jalan Bareng Warga Sakinah 2

    Minggu, 16 Agu 2026 | 12:24 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Polsek Payung Sekaki Bongkar Dugaan Sindikat Curanmor antar Wilayah

    Kamis, 03 Sep 2026 - 11:22 WIB
  • #3

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #4

    0,75 Hektare Masih Berasap, Tim Gabungan Kepung Bara Gambut Rimbo Panjang

    Sabtu, 05 Sep 2026 - 10:55 WIB
  • #5

    Gunung Sinabung Erupsi, Musa Rajekshah Imbau Warga Patuhi Arahan Pemerintah

    Rabu, 02 Sep 2026 - 16:37 WIB
  • #6

    Polsek Kampar Salurkan Bibit Jagung, Targetkan 1 Hektare Lahan Jadi Produktif

    Kamis, 03 Sep 2026 - 17:19 WIB
  • #7

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #8

    Remaja 16 Tahun Dijebak Kencan via WALLA, Dikeroyok dan HP Rp18 Juta Dirampas

    Rabu, 02 Sep 2026 - 20:49 WIB
  • #9

    Polemik Pegawai FIFGROUP Meledak, Demo GEMAPERA Dapat Pengamanan Polsek Payung Sekaki

    Kamis, 03 Sep 2026 - 18:26 WIB

HUKRIM

  • Polisi Bergerak Usai Laporan Masuk, Remaja 14 Tahun Diamankan Terkait Pembacokan di Bengkalis

    Polisi Bergerak Usai Laporan Masuk, Remaja 14 Tahun Diamankan Terkait Pembacokan di Bengkalis

    Kamis, 17 Sep 2026 | 11:14 WIB
  • Sabu Bikin Geger Senggoro, 3 Orang Positif Methamphetamine Diamankan Polisi

    Sabu Bikin Geger Senggoro, 3 Orang Positif Methamphetamine Diamankan Polisi

    Kamis, 17 Sep 2026 | 09:41 WIB
  • Motor Scoopy Misterius Mengantar Polisi ke Rumah Kosong, 2 Pria Diduga Nyabu Ditangkap

    Motor Scoopy Misterius Mengantar Polisi ke Rumah Kosong, 2 Pria Diduga Nyabu Ditangkap

    Kamis, 17 Sep 2026 | 09:30 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com