https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   UNRI-Polda Riau Dorong Green Policing Berbasis Riset Hadapi Karhutla hingga Kerusakan Lingkungan •   Bukan Sekadar Bagi Masker, Polsek Payung Sekaki Dorong Warga Lawan Dampak Udara Buruk •   Polsek Batu Hampar Perketat Kesiapsiagaan Karhutla: Desa hingga Perusahaan Siaga 24 Jam •   Warga Binaan Lapas Pekanbaru Gelar Shalat Istisqa: Panjatkan Doa Minta Hujan
Home › Nasional › Kejar E20, Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan dan Industri Etanol
Nasional
Pulau Jawa & Madura

Kejar E20, Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan dan Industri Etanol

Kamis, 17 September 2026 | 10:45 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Kejar E20, Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan dan Industri Etanol

Keterangan Foto: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ket : Ist. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi — Pemerintah menyiapkan langkah konkret untuk mencapai produksi bahan bakar campuran etanol 20 persen atau E20 dalam dua tahun mendatang. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/09/2026).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, Presiden Prabowo menginstruksikan jajaran terkait segera menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mencapai target tersebut. Persiapan mencakup penyediaan lahan untuk pengembangan bahan baku etanol hingga pembangunan industri pengolahannya.

    Baca juga:
  • Kementerian UMKM Dorong Usaha Menengah Siap Melantai di Bursa

  • Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

  • SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

“Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung, kita membahas agar dua tahun mendatang kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu, tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya,” ujar Zulkifli usai mengikuti rapat.

Menurut Zulkifli, tebu menjadi bahan baku yang dinilai paling memungkinkan untuk dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan etanol. Pemerintah menyiapkan lahan sekitar 2 juta hektare yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Sementara itu, pembangunan industri pengolahan etanol akan dilakukan oleh Danantara.

“Mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektare, ada yang dari luar Jawa, ada dari Jawa, ada dari Sumatra akan disiapkan. Kemudian Danantara yang akan membangun industrinya,” kata Zulkifli.

Ia mengatakan, hasil kajian pemerintah menunjukkan target produksi E20 memungkinkan dicapai dalam dua tahun. Salah satu tantangan utama yang masih harus diselesaikan adalah ketersediaan lahan untuk pengembangan tanaman tebu.

“Setelah kita kaji dan seterusnya dimungkinkan dalam dua tahun mendatang crude oil kita sudah bisa dicampur dengan E20. Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan,” ujarnya.

Zulkifli menegaskan, kebutuhan etanol untuk program E20 akan dipenuhi dari produksi dalam negeri. Pengembangan tersebut juga dirancang secara bertahap untuk meningkatkan kadar campuran etanol pada masa mendatang.

“E20 dalam negeri semuanya. Bertahap kita akan menuju E50, seperti B50. Tapi yang pertama ini E20, jangka panjang akan menuju E50,” katanya.

Terkait penyediaan lahan, pemerintah telah memetakan sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan tanaman tebu. Zulkifli menjelaskan, tebu dipilih setelah sejumlah alternatif bahan baku lain, seperti jagung dan singkong, diperhitungkan memiliki tantangan untuk dikembangkan dalam skala besar.

“Lahan, lahan yang ada. Karena tebu itu tidak semua daerah cocok. Tadi sudah dihitung kalau jagung nggak mungkin, nggak masuk hitungannya. Kemudian singkong juga dihitung-hitung tidak mudah, karena tidak bisa mekanisasi. Ketemu tebu,” pungkasnya. ***

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

E20EtanolMenkoBidang Pangan
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Ekonomi

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
  • Nasional

    Demo di DPR RI, Pemerintah Kedepankan Pendekatan Humanis

    Kamis, 27 Agu 2026 | 19:43 WIB
  • Nasional

    Menkomdigi : Konektivitas NTT Kembali Pulih Pasca Gempa

    Rabu, 19 Agu 2026 | 19:23 WIB
  • Nasional

    Kemenko Polkam Matangkan Pengukuran Indeks Integritas Partai Politik 2026

    Rabu, 05 Agu 2026 | 18:19 WIB
  • Internasional

    Indonesia Ungkap Strategi Lawan Ekstremisme Online pada Forum Kontra-Terorisme Regional

    Kamis, 25 Jun 2026 | 19:03 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Polsek Payung Sekaki Bongkar Dugaan Sindikat Curanmor antar Wilayah

    Kamis, 03 Sep 2026 - 11:22 WIB
  • #3

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #4

    0,75 Hektare Masih Berasap, Tim Gabungan Kepung Bara Gambut Rimbo Panjang

    Sabtu, 05 Sep 2026 - 10:55 WIB
  • #5

    Polsek Kampar Salurkan Bibit Jagung, Targetkan 1 Hektare Lahan Jadi Produktif

    Kamis, 03 Sep 2026 - 17:19 WIB
  • #6

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #7

    Polemik Pegawai FIFGROUP Meledak, Demo GEMAPERA Dapat Pengamanan Polsek Payung Sekaki

    Kamis, 03 Sep 2026 - 18:26 WIB
  • #8

    Sabu Terendus di Home Stay, Polisi Temukan 15 Paket di Rumah Diduga Pemasok

    Kamis, 03 Sep 2026 - 11:39 WIB
  • #9

    Karhutla Pecah di 3 Lokasi Bengkalis, Gambut Terbakar dan Api Belum Sepenuhnya Jinak

    Sabtu, 05 Sep 2026 - 10:43 WIB

HUKRIM

  • Polda Riau Bongkar Modus Karhutla: 58 Kasus Disidik, 61 Orang Jadi Tersangka

    Polda Riau Bongkar Modus Karhutla: 58 Kasus Disidik, 61 Orang Jadi Tersangka

    Kamis, 17 Sep 2026 | 17:53 WIB
  • Polisi Bergerak Usai Laporan Masuk, Remaja 14 Tahun Diamankan Terkait Pembacokan di Bengkalis

    Polisi Bergerak Usai Laporan Masuk, Remaja 14 Tahun Diamankan Terkait Pembacokan di Bengkalis

    Kamis, 17 Sep 2026 | 11:14 WIB
  • Sabu Bikin Geger Senggoro, 3 Orang Positif Methamphetamine Diamankan Polisi

    Sabu Bikin Geger Senggoro, 3 Orang Positif Methamphetamine Diamankan Polisi

    Kamis, 17 Sep 2026 | 09:41 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com