Home › Peristiwa › 58 Personel Gabungan Kepung Lahan Gambut Terbakar di Bantaian, Asap Masih Mengepul
58 Personel Gabungan Kepung Lahan Gambut Terbakar di Bantaian, Asap Masih Mengepul
Keterangan Foto: 58 Personel Gabungan Kepung Lahan Gambut Terbakar di Bantaian, Asap Masih Mengepul. Dok. Humas.TD/Azhar
ROKAN HILIR,Tabloid Diksi — Api boleh mereda, tetapi ancaman karhutla belum benar-benar berakhir. Asap sisa kebakaran masih mengepul dari lahan gambut di areal eks Pola KKPA, Kepenghuluan Bantaian, Kecamatan Batu Hampar, Rokan Hilir, setelah sekitar 1,5 hektare lahan sawit tanaman muda terbakar.
Kondisi tersebut membuat aparat gabungan bergerak melakukan pendinginan pada Selasa (8/9/2026). Sejak pukul 09.00 WIB, sebanyak 58 personel dikerahkan untuk menyisir dan mendinginkan area bekas kebakaran hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 16.30 WIB.
- Baca juga:
Satu titik hotspot terdeteksi di lokasi. Medan menjadi tantangan tersendiri karena tanah di kawasan tersebut merupakan gambut dengan kedalaman sekitar satu meter. Bara yang tertinggal di bawah permukaan berpotensi kembali memicu kebakaran apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
Kapolsek Batu Hampar IPTU Irfan Siswanto, S.H., M.H., mengatakan pihaknya bersama seluruh unsur terkait akan terus mengawal lokasi tersebut hingga benar-benar aman.
“Kami bersama TNI, pemerintah daerah, damkar, BPBD, MPA dan masyarakat terus melakukan pendinginan. Lahan gambut tidak boleh dianggap aman hanya karena api tidak lagi terlihat. Pemantauan tetap kami lakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala,” kata Irfan.
Selain pendinginan, personel Polsek Batu Hampar juga melakukan pendataan pemilik lahan dan mencari saksi-saksi untuk mengungkap informasi terkait kebakaran. Polisi turut melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta pihak perusahaan untuk memperkuat upaya pencegahan.
Petugas juga menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan metode pembakaran.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas, terlebih pada lahan gambut. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan menimbulkan konsekuensi hukum,” tegas Irfan.
Pemantauan dilakukan melalui patroli secara berkala dan Dashboard Lancang Kuning. Hingga sore hari, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali, meski asap sisa kebakaran masih ditemukan.
Tim gabungan memastikan pendinginan dan pengecekan akan terus dilanjutkan untuk mencegah api kembali berkobar.






Komentar Via Facebook :