https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Menkeu Suahasil Dorong Kolaborasi APBN dan Danantara untuk Perkuat Pembangunan Nasional •   Perangi Narkoba hingga Cegah Konflik, Kapolda Riau Minta Dukungan Wartawan •   Wapres Gibran Tinjau Produksi SAF di Cilacap, Minyak Jelantah Didorong Jadi Sumber Ekonomi •   Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru
Home › Politik › Adian Napitupulu : Negara Tak Boleh Biarkan Kekerasan Dalam Konflik Agraria
Politik
Pulau Jawa & Madura

Adian Napitupulu : Negara Tak Boleh Biarkan Kekerasan Dalam Konflik Agraria

Senin, 07 September 2026 | 11:30 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Adian Napitupulu : Negara Tak Boleh Biarkan Kekerasan Dalam Konflik Agraria

Keterangan Foto: Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Adian Napitupulu. Foto : Humas DPR RI. TD.YS

BOGOR, Tabloid Diksi — Konflik agraria di Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendapat perhatian Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI. BAM menegaskan negara harus hadir untuk melindungi masyarakat sekaligus memastikan penyelesaian sengketa pertanahan dilakukan berdasarkan hukum dan prinsip keadilan.

Wakil Ketua BAM DPR RI Adian Napitupulu mengatakan, tidak boleh ada kekerasan maupun intimidasi terhadap masyarakat dalam proses penyelesaian konflik agraria.

    Baca juga:
  • DPRD Pekanbaru Minta Polda Riau Tindak Tegas Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi

  • Setjen DPR Luncurkan PANDORA, Perkuat Pengawasan Perjalanan Dinas

  • Baleg DPR: RUU Hak Cipta Harus Jamin Transparansi Royalti

“DPR dengan fungsi pengawasannya harus memastikan tidak terjadi kekerasan negara terhadap rakyat dan tidak ada pembiaran terhadap kekerasan,” ujar Adian saat menghadiri Festival Aspirasi BAM DPR RI bertajuk “Membangun Solusi Berkeadilan atas Konflik dan Sengketa Pertanahan” di Desa Sukajaya, Minggu (6/9/2026).

Menurut Adian, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Sukajaya yang sebelumnya diterima BAM DPR RI. Peninjauan langsung dilakukan untuk mendengar keterangan warga sekaligus melihat kondisi faktual di lapangan.

BAM selanjutnya akan menggelar forum diskusi kelompok terpumpun (FGD) dengan para pihak serta memanggil Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan instansi terkait guna mengklarifikasi persoalan yang dipermasalahkan masyarakat.

Adian juga menegaskan bahwa penerbitan maupun perpanjangan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dapat ditinjau kembali apabila dalam prosesnya ditemukan cacat prosedural, persoalan batas tanah, atau permasalahan hukum lainnya.

“SHGB dapat ditinjau kembali apabila setelah dilakukan penelaahan ditemukan cacat prosedural, persoalan batas, dan sebagainya. Kalau negara tidak memperbaikinya, berarti negara membiarkan kesalahan berlangsung terus-menerus,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepentingan apa pun tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan intimidasi ataupun kekerasan terhadap masyarakat. BAM DPR RI akan mengawal aspirasi warga dan mendorong aparat penegak hukum bertindak apabila ditemukan pelanggaran.

“Tidak boleh lagi ada kekerasan di setiap jengkal tanah Republik ini, atas nama apa pun dan untuk kepentingan apa pun,” kata Adian.

Warga Tolak Perpanjangan SHGB PT PMC

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan kelompok tani, Kang Asep, menyampaikan penolakan masyarakat terhadap perpanjangan SHGB PT Prima Mustika Candra (PMC).

Warga meminta tanah yang selama ini dikelola secara turun-temurun dapat dikembalikan untuk kepentingan masyarakat. Mereka menegaskan tidak menuntut Sertifikat Hak Milik (SHM), melainkan hak pengelolaan secara bersama atau komunal.

“Kami tidak meminta hak milik, tetapi meminta hak bersama atau hak komunal agar tanah ini dapat dikelola untuk anak cucu kami,” ujar Kang Asep.

Ia mengatakan masyarakat telah mengelola lahan tersebut sejak 1997, termasuk melakukan penanaman pohon di bantaran sungai dan lahan sekitar 16 hektare. Sejumlah kegiatan tersebut, menurutnya, juga mendapat dukungan dari program pemerintah dan perangkat dinas kehutanan.

Kang Asep juga meminta kepolisian mengambil tindakan tegas apabila terjadi intimidasi, pemukulan, maupun penganiayaan terhadap warga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Adian menilai keinginan warga untuk memperoleh hak pengelolaan secara bersama menunjukkan adanya perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, tanah yang disengketakan bukan semata-mata aset ekonomi, tetapi juga ruang hidup yang perlu dijaga untuk generasi mendatang.

“Mereka tidak meminta SHM karena tidak ingin tanah itu dijual. Mereka ingin tanah tersebut digunakan untuk merawat bumi, menghasilkan oksigen yang sehat, dan menjaga air bersih bagi keluarga serta anak-anak mereka,” pungkas Adian.

BAM DPR RI menyatakan persoalan Sukajaya akan terus dikawal. Kasus tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penyelesaian konflik agraria yang mengedepankan perlindungan masyarakat, kepastian hukum, dan keadilan. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Konflik AgrariaBadan Aspirasi MasyarakatDPR RIAdian Napitupulu
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Belajar di Tenda Darurat, Komisi X Desak Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa

    Minggu, 06 Sep 2026 | 20:17 WIB
  • Politik

    67.104 Peserta PBI-JK Dinonaktifkan di Surabaya, Komisi IX Soroti Akurasi Data

    Minggu, 06 Sep 2026 | 16:49 WIB
  • Politik

    Anggota Komisi IX DPR Dukung Penguatan Fasilitas dan SDM Kesehatan di Kulon Progo

    Minggu, 06 Sep 2026 | 16:40 WIB
  • Politik

    Komisi X DPR Dorong Pemetaan Sekolah di Zona Merah Bencana

    Minggu, 06 Sep 2026 | 16:34 WIB
  • Politik

    Komisi I DPR Puji Langkah Kemkomdigi Lindungi Anak dan Hak Pengguna Internet

    Sabtu, 05 Sep 2026 | 22:47 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #4

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #5

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #6

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB
  • #9

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB

HUKRIM

  • Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru

    Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru

    Selasa, 27 Okt 2026 | 10:20 WIB
  • Masyarakat Desak Polisi Tuntaskan Kasus Bentrokan Maut di Rohul, AS Diminta Segera Ditangkap

    Masyarakat Desak Polisi Tuntaskan Kasus Bentrokan Maut di Rohul, AS Diminta Segera Ditangkap

    Selasa, 27 Okt 2026 | 06:40 WIB
  • POLIDIK Digelar Serentak di Bengkalis, Kapolres Tekankan Pelajar Jangan Terjerumus Judol dan Narkoba

    POLIDIK Digelar Serentak di Bengkalis, Kapolres Tekankan Pelajar Jangan Terjerumus Judol dan Narkoba

    Senin, 26 Okt 2026 | 13:35 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan

    Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan

    Selasa, 27 Okt 2026 | 10:03 WIB
  • Transfer ke Daerah Riau Menyusut, Dana Bagi Hasil Anjlok 57,62 Persen

    Transfer ke Daerah Riau Menyusut, Dana Bagi Hasil Anjlok 57,62 Persen

    Selasa, 27 Okt 2026 | 09:58 WIB
  • Waves of Weave Pamerkan Wastra 10 Negara Asia Tenggara, Angkat Kisah Gusti Nurul

    Waves of Weave Pamerkan Wastra 10 Negara Asia Tenggara, Angkat Kisah Gusti Nurul

    Senin, 26 Okt 2026 | 17:38 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com