Home › Nasional › Lima Provinsi Terkena Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Anak Gunung Krakatau
Lima Provinsi Terkena Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Anak Gunung Krakatau
Keterangan Foto: Sebutan Abu Vulkanik Erupsi Anak Gunung Krakatau. Foto : Badan Geologi ESDM. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer hingga menjangkau lima provinsi. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi dampak sebaran abu.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, sebaran abu vulkanik terdeteksi bergerak ke arah Banten, sebagian Jawa Barat dan DKI Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu. Kondisi tersebut terpantau melalui pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem MAGMA Indonesia, Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 milik BMKG.
- Baca juga:
Menurut Lana, pola sebaran abu vulkanik sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Arah serta jangkauannya dipengaruhi oleh kecepatan dan arah angin pada berbagai lapisan atmosfer, tinggi kolom erupsi, durasi letusan, serta volume material vulkanik yang dilepaskan.
Potensi dampak yang lebih luas dapat meningkat apabila kolom erupsi semakin tinggi, aktivitas berlangsung lebih lama, atau arah angin membawa abu menuju kawasan permukiman padat maupun jalur penerbangan.
Untuk mengantisipasi risiko terhadap keselamatan penerbangan, Badan Geologi terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan menyampaikan informasi terkini mengenai sebaran abu vulkanik. Penentuan dampak terhadap operasional bandara dilakukan oleh otoritas penerbangan berdasarkan kondisi abu aktual, prakiraan sebaran, serta standar keselamatan penerbangan.
Badan Geologi juga menegaskan bahwa masyarakat harus mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak hanya mengandalkan informasi dari satu kejadian erupsi. Pola sebaran abu dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi meteorologi.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berstatus Level III (Siaga). Masyarakat juga diminta mematuhi zona aman dengan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. ***






Komentar Via Facebook :