https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Formula Iuran JKN Riau Berubah 2027, SF Hariyanto Minta Kepesertaan Tetap Aktif •   HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri •   Tak Ada Lagi Titik Api di Riau, Asap Masih Mengintai: Polda Perkuat Mitigasi hingga 2027 •   HUT TNI ke-81, Kapolsek Tambang: TNI-Polri Harus Satu Barisan Hadapi Tantangan Kamtibmas
Home › Politik › Karhutla Kalimantan Seperti Setengah "Neraka", DPR Dorong Status Bencana Nasional
Politik
Pulau Jawa & Madura

Karhutla Kalimantan Seperti Setengah "Neraka", DPR Dorong Status Bencana Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:01 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Karhutla Kalimantan Seperti Setengah "Neraka", DPR Dorong Status Bencana Nasional

Keterangan Foto: Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan. TD/YS

JAKARTA, Tabloid Diksi - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak Pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan sebagai bencana nasional. Desakan tersebut disampaikan menyusul semakin meluasnya karhutla yang berdampak terhadap kesehatan, aktivitas masyarakat, transportasi, hingga perekonomian.

“Kalimantan sudah seperti setengah ‘neraka’ sekarang karena Karhutla yang semakin parah. Pemerintah perlu menetapkan status Karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional karena dampaknya sangat signifikan,” kata Daniel Johan dalam keterangan pers, Jumat (21/8/2026).

    Baca juga:
  • Komisi III DPR Akan Kawal Kepemimpinan Kapolri Baru

  • DPR Tetapkan Komisi IV Sebagai Mitra Kerja Badan Otorita Pantura Jawa

  • DPR Setujui Perpanjangan Waktu Pembahasan RUU Desain Industri

Menurut Daniel, karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan telah menyebabkan kualitas udara memburuk dan kabut asap pekat yang menurunkan jarak pandang secara drastis. Kondisi tersebut bahkan mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi darat maupun udara.

Berdasarkan data BNPB yang disampaikan Daniel, sebaran titik panas atau hotspot di Kalimantan paling banyak berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik. Selanjutnya Kalimantan Barat sebanyak 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara sebanyak tiga titik.

Daniel meminta pemerintah tidak sekadar menjadikan data hotspot sebagai bahan pemantauan. Menurutnya, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi harus segera diterjemahkan menjadi lokasi prioritas untuk diverifikasi dan ditangani di lapangan.

“Ketika titik panas sudah terkonsentrasi dalam jumlah besar di Kalimantan, setiap hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi harus segera diterjemahkan menjadi daftar lokasi prioritas yang wajib diverifikasi dan ditangani di lapangan dalam hitungan jam,” tegasnya.

Dampak karhutla juga mulai dirasakan langsung masyarakat. Kabut asap menyebabkan aktivitas sekolah terganggu, termasuk di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak yang terpaksa meliburkan kegiatan belajar akibat buruknya kualitas udara.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, karhutla juga berpotensi meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), merusak ekosistem dan habitat satwa, serta menimbulkan polusi asap lintas batas negara.

Daniel juga menyoroti dampak karhutla yang mulai dirasakan negara tetangga. Malaysia bahkan disebut menutup sementara ratusan sekolah akibat kabut asap dan menyatakan kesiapan membantu Indonesia menangani karhutla. Sementara Singapura telah mengingatkan warganya mengenai potensi kabut asap dari wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Untuk mempercepat penanganan, Daniel meminta pemerintah mengerahkan kekuatan pemadaman secara masif. Operasi water bombing perlu diperkuat dan tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, serta Polri harus difokuskan pada titik-titik api, terutama di kawasan lahan gambut yang berisiko meluas hingga sekitar bandara.

Ia juga mendorong percepatan operasi modifikasi cuaca melalui koordinasi BNPB, BMKG, dan BRIN.

“Masih ada potensi awan, sehingga operasi modifikasi cuaca perlu segera dieksekusi sebelum kondisi kemarau mencapai puncaknya,” ujarnya.

Daniel menilai pemerintah seharusnya memiliki mitigasi yang lebih kuat karena karhutla merupakan bencana yang berulang setiap tahun. Ia mempertanyakan langkah antisipasi pemerintah yang dinilai baru dilakukan secara serius ketika kebakaran sudah meluas.

Di tengah kondisi tersebut, Daniel mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam membantu pemadaman. Ia mencontohkan aksi remaja 15 tahun bernama Rudiansyah di Palangka Raya yang membantu ayahnya memadamkan karhutla sepulang sekolah. Ada pula kelompok masyarakat, termasuk kaum ibu, yang turun langsung membantu pemadaman di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Meski demikian, Daniel mengingatkan masyarakat yang membantu pemadaman agar tetap mengutamakan keselamatan dan menggunakan perlengkapan perlindungan yang memadai.

“Jika memang sudah berpotensi membahayakan, serahkan proses pemadaman kepada petugas. Standar keamanan juga harus diperhatikan bagi para petugas lapangan yang terus berjibaku memadamkan Karhutla,” pesannya.

Di sisi lain, Daniel meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pihak yang terbukti menyebabkan karhutla, baik karena kesengajaan maupun kelalaian.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri terhadap pelaku pembakaran. Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

Selain itu, Daniel mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran operasional penanggulangan karhutla yang telah dialokasikan negara.

“Kami mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran sebesar Rp290.901.300.000 untuk operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Menurut Daniel, pencairan anggaran tersebut sangat diperlukan agar proses pencegahan dan pemadaman di lapangan tidak terkendala keterbatasan sumber daya.

“Anggaran ini sangat mendesak agar upaya pemadaman di lapangan tidak lagi terkendala keterbatasan sumber daya,” pungkasnya. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

KarhutlaKalimantanKomisi IVDPR RI
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Dukung Penertiban SPPG, Netty Minta Distribusi MBG Tak Terhenti

    Kamis, 20 Agu 2026 | 18:10 WIB
  • Politik

    Komisi XII DPR Dorong Penyelesaian Polemik PI 10 Persen dan DBH Jambi

    Kamis, 20 Agu 2026 | 18:00 WIB
  • Politik

    Banggar Pastikan APBN Siap Biayai PPPK Jadi PNS

    Kamis, 20 Agu 2026 | 17:46 WIB
  • Politik

    Khozin Dukung Larangan Pemda Rekrut ASN Baru

    Kamis, 20 Agu 2026 | 15:44 WIB
  • Politik

    Komisi IX DPR RI Bahas RUU Ketenagakerjaan Harus Lindungi Pekerja Gig dan Informal

    Kamis, 20 Agu 2026 | 15:37 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #2

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #3

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #4

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #5

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #6

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #7

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB
  • #8

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB
  • #9

    Warga Tampan Terima Sembako dari Polsek Payung Sekaki dan Komunitas BLB

    Selasa, 29 Sep 2026 - 14:55 WIB

HUKRIM

  • Vonis Abdul Wahid Jadi 4 Tahun, Eks Gubernur Riau Wajib Bayar Rp1,45 Miliar

    Vonis Abdul Wahid Jadi 4 Tahun, Eks Gubernur Riau Wajib Bayar Rp1,45 Miliar

    Senin, 05 Okt 2026 | 12:47 WIB
  • Pengembangan Kasus Pupuk di Siak Buka Temuan 69,2 Ton di Kampar

    Pengembangan Kasus Pupuk di Siak Buka Temuan 69,2 Ton di Kampar

    Minggu, 04 Okt 2026 | 15:21 WIB
  • Deninteldam XIX/TT Ungkap Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk di Kampar, Berawal dari Truk di Siak

    Deninteldam XIX/TT Ungkap Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk di Kampar, Berawal dari Truk di Siak

    Minggu, 04 Okt 2026 | 13:51 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com