Home › Nasional › 766 Anak Terpapar Adiksi Digital, Peran Orangtua Diutamakan
766 Anak Terpapar Adiksi Digital, Peran Orangtua Diutamakan
Keterangan Foto: Illustrasi. TD/YS
SURABAYA, Tabloid Diksi — Ancaman terhadap anak di ruang digital semakin menjadi perhatian. Data Rumah Sakit Menur hingga Mei 2026 mencatat 766 pasien mengalami adiksi digital, dengan 232 di antaranya merupakan anak berusia di bawah 18 tahun.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Jatim memperkuat perlindungan anak melalui forum Kopilaborasi bertema Pencegahan dan Penanganan Perlindungan Anak di Ruang Digital di Malang Creative Center (MCC), Rabu (12/8/2026).
- Baca juga:
Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyebut penetrasi internet yang tinggi di kalangan Gen Z membuat penguatan ekosistem digital yang aman bagi anak semakin penting. Anak menghadapi sejumlah risiko, seperti cyberbullying, judi daring, hingga kecanduan internet.
Pemprov Jatim kini mengembangkan PERISAI ANAK (Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital). Program tersebut tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga mencakup literasi digital, sistem informasi, kolaborasi lintas pihak, serta monitoring dan evaluasi.
Anggota Komisi A DPRD Jatim, Saifudin Zuhri, mendukung penguatan edukasi dan sosialisasi kepada pelajar. Menurutnya, pengawasan anak di dunia maya membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP3AK Jatim, R. Hari Chandra Noviyanto, menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Anak, menurutnya, kini menjalani aktivitas di dua ruang sekaligus, yakni dunia nyata dan dunia maya.
Sementara itu, UNICEF mengingatkan bahwa kekerasan terhadap anak yang dibiarkan dapat menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang besar, termasuk meningkatnya kebutuhan biaya pengobatan, rehabilitasi, dan penanganan.
Perlindungan anak di ruang digital akhirnya membutuhkan kesadaran bersama. Literasi menjadi salah satu benteng utama agar anak mampu mengenali ancaman, menggunakan teknologi secara bijak, serta terhindar dari berbagai risiko di dunia maya. ***






Komentar Via Facebook :