https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Tanam Pohon Serentak di UHTP, BEM Dorong Kampus Jadi Ruang Belajar yang Hijau dan Sehat •   Temui Meta, Menkomdigi Dorong Percepatan Penghapusan Akun Anak •   Kumpulkan Pakar, Prabowo Bahas Penguatan Penanganan Karhutla •   Komisi II Dorong Percepatan RDTR dan Sinkronisasi Data LSD
Home › Nasional › Kumpulkan Pakar, Prabowo Bahas Penguatan Penanganan Karhutla
Nasional
Pulau Jawa & Madura

Kumpulkan Pakar, Prabowo Bahas Penguatan Penanganan Karhutla

Jumat, 25 September 2026 | 18:59 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Kumpulkan Pakar, Prabowo Bahas Penguatan Penanganan Karhutla

Keterangan Foto: Presiden Prabowo Saat Mengumpulkan Para Pakar Bahas Penguatan Penanganan Karhutla. Foto : BPMI Setpres. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi — Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi bersama sejumlah akademisi dan pakar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Pertemuan tersebut membahas pengelolaan ekosistem gambut serta strategi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan, Presiden Prabowo mendengarkan berbagai masukan dari para pakar yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    Baca juga:
  • Temui Meta, Menkomdigi Dorong Percepatan Penghapusan Akun Anak

  • Pemerintah Siapkan Pendidikan Gratis Mulai dari TK Hingga PTN

  • Presiden Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kementerian Agama

“Ya, tadi dibahas banyak hal ya sebenarnya. Tapi sebenarnya tadi intinya kita mendengarkan masukan-masukan dari para pakar dari berbagai universitas, kemudian ada juga dari BRIN,” ujar Faisal kepada awak media seusai pertemuan.

Menurut Faisal, pembahasan mencakup tiga aspek utama, yakni penanganan saat kebakaran terjadi, pengelolaan dan perlindungan ekosistem gambut, serta pemilihan tanaman dan varietas yang sesuai untuk dibudidayakan di kawasan gambut.

“Yang pertama itu untuk kalau sudah terbakar apa yang harus kita lakukan, bagaimana penanganan yang paling optimal. Kemudian yang kedua, bagaimana cara pemanfaatan dan juga menjaga ekosistem gambut. Dan juga yang ketiga, terakhir dengan budidaya apa, tanaman-tanaman, varietas apa yang cocok untuk daerah gambut,” jelasnya.

Pemerintah juga akan memperkuat Satgas Darat agar dapat menangani kebakaran secara langsung di lokasi. Salah satu teknik yang dibahas adalah pengeboran dangkal untuk mendapatkan sumber air, kemudian disalurkan menggunakan pompa portabel.

“Kalau sekarang memang yang kita perkuat nanti adalah Satgas Darat yang bisa langsung menangani kebakaran hutan dan lahan di daerah yang terbakar,” kata Faisal.

Ia menyebut teknik pengeboran dangkal tersebut berpotensi digunakan untuk memperoleh sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam pemadaman dengan jangkauan sekitar 200 meter dari titik pengeboran.

Selain penanganan di lapangan, peran masyarakat sekitar kawasan gambut juga menjadi perhatian. Kelompok masyarakat peduli api dinilai dapat diperkuat untuk membantu pemadaman sekaligus mencegah kebakaran di lingkungan mereka.

Dalam aspek pencegahan, menjaga kelembapan gambut menjadi salah satu hal yang ditekankan. Permukaan lahan gambut diupayakan tetap tertutup vegetasi agar penguapan tidak berlebihan dan kondisi gambut tidak semakin kering.

“Intinya nanti adalah kita coba menjaga permukaan air gambut, tadi disebutkan tidak boleh turun lebih dalam dari 40 cm dari permukaan tanahnya. Harapannya ketika dia lebih jenuh, lebih lembap, maka gambut ini tidak akan mudah terbakar,” ujar Faisal.

Upaya tersebut dilakukan antara lain dengan menjaga ekosistem gambut dan reservoir air yang berada di bawahnya. Selain itu, operasi modifikasi cuaca tetap dapat menjadi salah satu instrumen yang digunakan ketika kondisi awan memungkinkan.

“Salah satunya caranya yaitu dengan menjaga ekosistem gambut dengan reservoir-reservoir air yang ada di bawahnya dan juga jika memungkinkan ada awan hujan kita juga bisa melakukan operasi modifikasi cuaca,” pungkasnya. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Presiden PrabowoPakarPenangananKarhutla
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Presiden Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kementerian Agama

    Kamis, 24 Sep 2026 | 19:57 WIB
  • Nasional

    Prabowo Perintahkan Percepatan Penyelesaian IEU-CEPA

    Rabu, 23 Sep 2026 | 18:39 WIB
  • Peristiwa

    Hotspot di Sumatera Turun, Riau Tersisa Tiga Titik Panas

    Rabu, 23 Sep 2026 | 09:40 WIB
  • Nasional

    Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

    Kamis, 17 Sep 2026 | 19:32 WIB
  • Nasional

    Karhutla Diduga Sengaja Dibakar, Prabowo: Usut Korporasi dan Cabut Izinnya

    Selasa, 08 Sep 2026 | 20:18 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #3

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #4

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #5

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #6

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #7

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #8

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB
  • #9

    SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

    Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB

HUKRIM

  • 60 Hektare Kawasan Hutan Diduga Dibabat untuk Kebun Sawit, Legislator Kampar F Kini Tersangka

    60 Hektare Kawasan Hutan Diduga Dibabat untuk Kebun Sawit, Legislator Kampar F Kini Tersangka

    Jumat, 25 Sep 2026 | 14:41 WIB
  • Bongkar Kayu dari Kanal ke Panglong, Polisi Amankan 10 Ton Kayu Diduga Ilegal di Rohil

    Bongkar Kayu dari Kanal ke Panglong, Polisi Amankan 10 Ton Kayu Diduga Ilegal di Rohil

    Jumat, 25 Sep 2026 | 14:15 WIB
  • Legislator Kampar Inisial F Jadi Tersangka Diduga Alih Fungsi Kawasan

    Legislator Kampar Inisial F Jadi Tersangka Diduga Alih Fungsi Kawasan

    Jumat, 25 Sep 2026 | 07:12 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com