Home › Peristiwa › Tak Kenal Medan Sulit, Polda Riau Bawa 81 Meter Merah Putih hingga Pelosok Kampar
Tak Kenal Medan Sulit, Polda Riau Bawa 81 Meter Merah Putih hingga Pelosok Kampar
Keterangan Foto: Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau. Poto dokumentasi Humas Polda Riau. TD/Azhar
KAMPAR,Tabloid Diksi – Sungai Subayang bukan penghalang. Jalan kaki sejauh 1 kilometer juga tak menyurutkan langkah jajaran Polda Riau membawa semangat kemerdekaan ke Desa Tanjung Belit Selatan, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar.
Melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, Senin (10/8/2026), Polda Riau bersama Polres Kampar menembus wilayah pelosok untuk menghadirkan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat sekaligus menggelorakan semangat HUT ke-81 Republik Indonesia.
- Baca juga:
Rombongan dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Muhammad Hasyim Risahondua. Turut hadir Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, pejabat utama Polda Riau, unsur TNI, Pemkab Kampar, kejaksaan, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat dan pelajar.
Untuk mencapai lokasi, rombongan terlebih dahulu menempuh perjalanan darat. Setelah itu, mereka harus menyeberangi Sungai Subayang menggunakan perahu sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 1 kilometer.
Yang membuat perjalanan semakin bernuansa nasionalisme, sebanyak 81 personel membawa bendera Merah Putih sepanjang 81 meter. Bendera tersebut dikibarkan sepanjang perjalanan sebagai simbol HUT ke-81 RI.
Di tengah perjalanan, rombongan juga menyempatkan diri menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga yang membutuhkan.
Sesampainya di desa, kegiatan berlanjut dengan pelayanan kesehatan gratis. Tim kesehatan Polres Kampar bersama Puskesmas setempat memeriksa kesehatan 85 warga dan memberikan obat-obatan tanpa dipungut biaya.
Perwakilan Kapolda Riau mengatakan Tanjung Belit Selatan dipilih karena memiliki kekayaan alam dan budaya yang masih terjaga. Menurutnya, ekspedisi tersebut menjadi penegasan bahwa kehadiran negara harus dapat dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pelosok.
"Kehadiran kami adalah bukti bahwa negara hadir di mana saja, tak terkecuali di pelosok desa," ujarnya.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang juga menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mendekatkan Polri dengan masyarakat.
"Jarak jauh, medan sulit dan sungai bukan penghalang bagi kami untuk hadir menyapa saudara-saudara kita di Tanjung Belit Selatan," tegas Boby.
Selain pelayanan kesehatan, warga diajak mengikuti Dialog Kebangsaan. Forum tersebut menjadi ruang bagi tokoh masyarakat, pemuda, perempuan dan pelajar untuk menyampaikan aspirasi serta berdiskusi mengenai makna kemerdekaan.
Para pelajar juga mendapat pesan bahwa perjuangan menjaga Indonesia dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti belajar sungguh-sungguh, berprestasi, menaati aturan dan menjaga lingkungan.
Kepedulian Polri kepada masyarakat kemudian diwujudkan melalui penyerahan 250 paket sembako, 81 paket obat-obatan, dua kursi roda, ribuan bendera Merah Putih, perlengkapan keamanan lingkungan dan sarana olahraga.
Tak berhenti pada bantuan sosial, ekspedisi tersebut juga membawa misi menjaga lingkungan. Sebanyak 810 batang bibit pohon ditanam, diawali secara simbolis di halaman Masjid Jami' Desa Tanjung Belit Selatan.
Penanaman pohon tersebut menjadi simbol bahwa semangat perjuangan kemerdekaan harus terus dirawat, bukan hanya dalam bentuk upacara dan seremoni, tetapi juga melalui kepedulian terhadap alam dan masa depan generasi berikutnya.
Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 13.30 WIB dalam kondisi aman dan kondusif. Bagi masyarakat Tanjung Belit Selatan, kedatangan rombongan Polda Riau menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat menembus sungai, jalan terjal dan keterbatasan akses untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat.






Komentar Via Facebook :