Home › Daerah › Fiskal Daerah Terbatas, Pemprov Riau Pastikan Layanan Dasar Masyarakat Tetap Jadi Prioritas
Fiskal Daerah Terbatas, Pemprov Riau Pastikan Layanan Dasar Masyarakat Tetap Jadi Prioritas
Keterangan Foto: Sejumlah pejabat dan jajaran Pemerintah Provinsi Riau berfoto bersama usai mengikuti rangkaian Upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Minggu (9/8/2026). TD/YS/infopublik.id.
Pekanbaru, Tabloid Diksi – Kondisi fiskal daerah yang terbatas menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam menjalankan pembangunan. Meski demikian, pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, tetap menjadi perhatian utama.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Minggu (9/8/2026).
- Baca juga:
Mengusung tema “Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Pembangunan”, peringatan tahun ini dijadikan momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengevaluasi berbagai program pembangunan yang telah berjalan.
SF Hariyanto menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi perhatian terhadap pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, seluruh pihak perlu menyatukan langkah agar berbagai persoalan pembangunan yang masih tersisa dapat diselesaikan secara bertahap dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Riau.
“Hari Jadi ini harus menyatukan langkah kita untuk memperbaiki yang masih kurang, menyelesaikan yang masih tertunda, dan membuka lebih banyak harapan bagi masa depan Riau,” ujar SF Hariyanto.
Di tengah kondisi fiskal yang dihadapi daerah, Pemprov Riau memilih memperkuat pengelolaan pendapatan tanpa membebani masyarakat dengan tekanan ekonomi baru.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas tata kelola data serta mengidentifikasi berbagai potensi pendapatan yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
SF Hariyanto juga meminta agar celah kebocoran penerimaan daerah ditutup dan seluruh potensi yang menjadi hak Riau dapat dioptimalkan.
“Tutup ruang kebocoran. Yang belum tertib, kita tertibkan, yang belum optimal, kita benahi, yang menjadi hak Riau, terus kita perjuangkan,” tegasnya.
Ia berharap optimalisasi tersebut nantinya dapat memperkuat kemampuan pemerintah dalam mempertahankan pelayanan publik, menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan roda ekonomi, serta membiayai pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
Selain menjalankan program pembangunan daerah, Pemprov Riau juga terus mendukung berbagai agenda strategis pemerintah pusat.
Sejumlah program yang mendapat dukungan di antaranya Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga program swasembada pangan.
Menurut SF Hariyanto, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau karena masih terdapat sejumlah kebutuhan yang belum dapat ditangani secara optimal.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan serta ketersediaan lapangan pekerjaan.
Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak berhenti pada permohonan maaf. Berbagai aspirasi yang belum terealisasi akan tetap menjadi pekerjaan pemerintah untuk diperjuangkan pada tahapan pembangunan berikutnya.
“Setiap harapan yang belum terjawab tetap menjadi amanah bagi kami. Setiap kebutuhan yang belum terpenuhi tetap menjadi pekerjaan yang akan terus kita perjuangkan ke depan,” katanya.
Pemprov Riau juga berupaya mendorong pemulihan ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sektor pertanian, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian yang mendapat perhatian karena dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, penguatan fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan anak-anak, juga akan terus dilakukan.
Investasi pada kedua sektor tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan kualitas sumber daya manusia Riau di masa mendatang.
SF Hariyanto turut memberikan apresiasi kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dan wali kota, TNI, serta Polri yang selama ini ikut menjaga keamanan dan stabilitas daerah.
Penghargaan juga diberikan kepada tokoh adat, tokoh agama, kalangan dunia usaha, perguruan tinggi, insan pers, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh masyarakat Riau yang turut berkontribusi dalam pembangunan.
“Terima kasih juga saya sampaikan kepada tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha, perguruan tinggi, insan pers, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat Riau yang terus menjaga persatuan, memberikan kritik, serta mengambil bagian dalam membangun daerah ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, SF Hariyanto mengingatkan bahwa peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.
Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk melihat kembali berbagai capaian pembangunan sekaligus mengevaluasi persoalan yang masih membutuhkan penyelesaian.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan membangun Riau secara berkelanjutan.
“Mari kita jadikan peringatan Hari Jadi ini bukan hanya sebagai perayaan bertambahnya usia, tetapi sebagai pembaruan tekad untuk merawat dan memajukan rumah kita bersama,” pungkasnya.
Upacara peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau turut dihadiri sejumlah mantan kepala daerah serta jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Riau.
Peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan, mempertahankan kualitas pelayanan publik, sekaligus melanjutkan penyelesaian berbagai kebutuhan pembangunan di Provinsi Riau.






Komentar Via Facebook :