Home › Daerah › SF Hariyanto Minta Tenaga Farmasi Perketat Pengawasan Obat untuk Masyarakat
SF Hariyanto Minta Tenaga Farmasi Perketat Pengawasan Obat untuk Masyarakat
Keterangan Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Riau untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurut SF Hariyanto, tingginya tingkat kunjungan pasien ke RSUD Arifin Achmad menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan pemerintah. Dalam satu tahun, jumlah kunjungan rawat jalan di rumah sakit tersebut tercatat mencapai lebih dari 229 ribu kunjungan, dengan rata-rata 700 hingga 800 pasien per hari.
- Baca juga:
"Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang kita berikan," kata SF Hariyanto, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan harus diimbangi dengan peningkatan mutu pelayanan. Karena itu, berbagai inovasi dan praktik terbaik yang berkembang di berbagai daerah perlu dibagikan agar dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan.
"Lebih dari itu, saya berharap PIT dan Mukernas HISFARSI dapat menghasilkan masukan yang konstruktif bagi rumah sakit, organisasi profesi, maupun pemerintah. Karena pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya ditentukan oleh sistem yang berpihak kepada pasien, tetapi juga oleh sistem yang mendukung tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, SF Hariyanto juga menyoroti pentingnya peran tenaga farmasi dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, pengawasan terhadap obat-obatan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga obat digunakan oleh pasien.
"Jadi, harapannya apoteker atau tenaga Farmasi bukan hanya menyediakan obat-obatan. Namun, juga mengawasi. Jangan sampai, obat itu kadaluwarsa sebelum sampai ke masyarakat," tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan kompetensi tenaga kesehatan, inovasi pelayanan, serta perbaikan tata kelola harus terus dilakukan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, aman, dan berkualitas.
"Tujuan kita sama, menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik. Masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman, sementara tenaga kesehatan dapat menjalankan tugasnya dengan lebih optimal, lebih terlindungi, dan didukung oleh sistem pelayanan yang semakin baik. Sekaligus memberikan dukungan dan perlindungan yang lebih baik bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan pengabdiannya," pungkasnya.






Komentar Via Facebook :