Home › Nasional › Obligasi Global Perdana Danantara Tembus USD1,5 Miliar, Minat Investor Lampaui Ekspektasi
Obligasi Global Perdana Danantara Tembus USD1,5 Miliar, Minat Investor Lampaui Ekspektasi
Keterangan Foto: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani
JAKARTA, Tabloid Diksi – Penerbitan obligasi global perdana oleh Danantara Indonesia mencatat hasil menggembirakan. Instrumen utang yang semula ditargetkan menghimpun dana sebesar USD1 miliar justru mendapat respons investor jauh di atas perkiraan hingga akhirnya nilai penerbitan ditingkatkan menjadi USD1,5 miliar.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan tingginya minat investor terlihat dari nilai pemesanan (book building) yang mencapai sekitar USD4,6 miliar.
- Baca juga:
Menurut Rosan, besarnya permintaan tersebut mendorong Danantara menaikkan nilai penerbitan obligasi dari rencana awal USD1 miliar menjadi USD1,5 miliar. Obligasi tersebut diterbitkan dalam dua tenor, yakni lima tahun dan sepuluh tahun.
Antusiasme investor global, lanjutnya, merupakan hasil dari rangkaian pertemuan yang dilakukan Danantara di sejumlah pusat keuangan dunia seperti Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Dalam agenda tersebut, Danantara bertemu dengan sekitar 122 investor internasional.
Selain berhasil menghimpun dana di atas target, Danantara juga memperoleh tingkat imbal hasil yang dinilai kompetitif. Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan yield 5,35 persen, sedangkan tenor sepuluh tahun berada pada level 5,95 persen.
Rosan menilai capaian tersebut mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Kepercayaan tersebut dinilai menjadi faktor penting yang mendorong tingginya minat terhadap instrumen keuangan yang diterbitkan Danantara.
Dari total penerbitan USD1,5 miliar, masing-masing tenor berhasil mengumpulkan dana sebesar USD750 juta. Proses penandatanganan transaksi telah dilakukan pada 11 Juni 2026, sementara pencairan dana dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.
Ke depan, Danantara membuka peluang menerbitkan obligasi dengan tenor yang lebih panjang, bahkan hingga 30 tahun. Prospek tersebut didukung oleh tingginya permintaan investor serta keyakinan pasar terhadap stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional.
Menariknya, investor asal Amerika Serikat menjadi penyerap terbesar obligasi global Danantara. Untuk tenor lima tahun, investor dari AS menguasai sekitar 38 persen porsi pembelian, disusul investor Eropa dan Timur Tengah sebesar 41 persen, serta Asia 21 persen.
Sementara itu, pada obligasi tenor sepuluh tahun, investor Amerika Serikat mendominasi dengan porsi 52 persen. Adapun investor dari Eropa dan Timur Tengah menyumbang 31 persen, sedangkan kawasan Asia sebesar 17 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan meningkatnya ketertarikan investor global terhadap instrumen investasi yang diterbitkan Indonesia, sekaligus menjadi sinyal positif bagi upaya pendanaan dan pengembangan investasi nasional.






Komentar Via Facebook :