Home › Peristiwa › GRANAT Ikuti Apel Satgas Anti Narkoba, Ajak Selamatkan Generasi Muda Pekanbaru
GRANAT Ikuti Apel Satgas Anti Narkoba, Ajak Selamatkan Generasi Muda Pekanbaru
Keterangan Foto: Tim GRANAT foto bersama Kepala BNN Kota Pekanbaru (baret merah)
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Kehadiran Satgas Anti Narkoba Kota Pekanbaru mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kota Pekanbaru. Organisasi tersebut menilai langkah kolaboratif yang melibatkan pemerintah, kepolisian, dan masyarakat menjadi strategi penting dalam menghadapi ancaman peredaran narkoba yang masih mengkhawatirkan.
Dukungan itu disampaikan Sekretaris GRANAT Kota Pekanbaru, Wira Arya Permadi SH, usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Satgas Anti Narkoba Kota Pekanbaru yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Polresta Pekanbaru di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP), Jumat (12/6/2026).
- Baca juga:
Menurut Wira, narkoba saat ini bukan lagi sekadar persoalan hukum, melainkan ancaman serius yang dapat merusak tatanan sosial dan menghancurkan masa depan generasi muda.
"Kita menyadari bahaya narkoba ini sangat krusial karena merusak pola kehidupan di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda di seluruh pelosok daerah," ujarnya.
Ia mengapresiasi inisiatif Polresta Pekanbaru dan Pemko Pekanbaru yang membentuk serta mengonsolidasikan Satgas Anti Narkoba sebagai bentuk keseriusan dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan hingga organisasi kepemudaan.
"Hadirnya kegiatan ini semoga tidak menjadi upaya yang sia-sia. Kami berharap seluruh elemen yang tergabung dalam Satgas Anti Narkotika dapat bekerja secara kompak dan berkelanjutan dalam menekan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di Kota Pekanbaru," katanya.
Wira menegaskan, GRANAT siap mendukung berbagai program pencegahan melalui edukasi, sosialisasi, dan kampanye bahaya narkoba di lingkungan masyarakat maupun kalangan pelajar. Menurutnya, langkah preventif harus menjadi perhatian utama agar generasi muda tidak terjerumus menjadi korban penyalahgunaan narkotika.
"Perang terhadap narkoba harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Kesadaran orang tua, sekolah, dan masyarakat menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh narkotika," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa narkoba masih menjadi ancaman nyata bagi Kota Pekanbaru. Berdasarkan data pengungkapan kasus sepanjang 2025, Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap 250 kasus narkotika dengan 407 tersangka, serta menyita sekitar 30 kilogram sabu, 8,1 kilogram ganja, dan 12 ribu butir ekstasi.
Menurut Agung, angka tersebut menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi persoalan serius yang harus dihadapi bersama.
"Ini menyangkut masa depan anak-anak di Kota Pekanbaru. Peredaran narkoba ini yang harus kita perangi bersama," ujarnya.
Pemko Pekanbaru, lanjut Agung, akan memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk camat, lurah, RT/RW, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok relawan anti narkoba untuk mewujudkan Pekanbaru yang bersih dari narkotika.
GRANAT berharap pembentukan Satgas Anti Narkoba tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan gerakan nyata yang konsisten dalam membangun kesadaran masyarakat serta mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkoba di Kota Pekanbaru. Dengan kolaborasi yang kuat, upaya penyelamatan generasi muda dari ancaman narkotika diyakini dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.






Komentar Via Facebook :