Home › Politik › Pengamat: Keterlibatan SF Hariyanto dalam Musda Golkar Hal Biasa, Abdul Wahid Minta Fokus Melayani Masyarakat
Pengamat: Keterlibatan SF Hariyanto dalam Musda Golkar Hal Biasa, Abdul Wahid Minta Fokus Melayani Masyarakat
Zulwisman, SH, MH (kiri), Abdul Wahid Gubernur Riau terpilih dan SF Hariyanto Wakil Gubernur Riau terpilih
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Dukungan terhadap Wakil Gubernur Riau terpilih, SF Hariyanto, untuk maju sebagai Ketua DPD Partai Golkar Riau semakin hangat diperbincangkan. Namun, menurut pengamat politik, keterlibatan SF Hariyanto dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar merupakan hal yang wajar.
Dosen Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Universitas Riau, Zulwisman, SH, MH, menilai bahwa SF Hariyanto sudah berstatus sebagai politikus dan tidak lagi terikat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
- Baca juga:
"SF Hariyanto telah mengundurkan diri sebagai ASN untuk memenuhi syarat pencalonan sebagai wakil kepala daerah. Kini, ia telah terpilih dan akan segera dilantik bersama Abdul Wahid sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau," ujar Zulwisman, yang dalam waktu dekat akan meraih gelar doktor.
Menurutnya, tidak ada yang perlu dipersoalkan terkait keterlibatan SF Hariyanto dalam Musda Golkar, mengingat perannya sebagai politikus. Meski demikian, sebagai Wakil Gubernur terpilih, ia tetap harus menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
"Undang-undang dan peraturan pemerintah telah mengatur tugas, wewenang, serta kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu, yang terpenting adalah bagaimana mereka menjalankan pemerintahan secara harmonis dan berkoordinasi dalam prinsip dwi tunggal," tambahnya, Rabu (12/2) siang.
Sementara dari informasi sebelumnya, Gubernur Riau terpilih Abdul Wahid meminta Wakil Gubernur Riau terpilih SF Hariyanto untuk lebih fokus pada tugasnya melayani masyarakat daripada mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar Riau.
Seperti berharap jika rencana pencalonan tersebut ada, maka bisa ditunda supaya kinerja pemerintahan dapat maksimal di awal masa jabatan.






Komentar Via Facebook :