Home › Politik › Lonjakan Suara PSI Dianggap Tak Masuk Akal
Minta KPU & Bawaslu Desak Selidik
Lonjakan Suara PSI Dianggap Tak Masuk Akal
JAKARTA, Tabloiddiksi - Pengamat komunikasi politik, Jamiluddin Ritonga meminta KPU dan Bawaslu segera menyelidiki lonjakan perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang naik secara signifikan.
Hal ini karena menanggapi rumor yang beredar jika telah terjadi operasi senyap demi meloloskan partai politik tertentu ke Senayan.
- Baca juga:
"Setidaknya kenaikan signifikan itu harus ditelusuri apakah terkait dengan adanya operasi senyap tersebut," sebutnya.
Jika KPU tak bisa menanganinya, dia meminta KPU dan Bawaslu dibubarkan saja.
"Jadi, kalau KPU dan Bawaslu tidak dapat menjelaskan dan mengatasi hal itu, maka wajar kalau anak bangsa akan mempertanyakan legitimasi hasil Pileg dan Pilpres," ujarnya.
"Karena itu, KPU dan Bawaslu sebaiknya dibubarkan saja," sebutnya.
Diketahui pada kurun waktu tiga hari suara PSI bertambah dari 2.171.907 atau 2,86 persen pada Kamis 29 Februari 2024, pukul 10.00 WIB menjadi 2.402.268 atau 3,13 persen pada Sabtu 2 Maret 2024, pukul 15.00 WIB.
Artinya, suara PSI bertambah sebanyak 230.361 suara dalam rentang waktu tersebut.
Sementara, dalam kurun waktu yang sama, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang hasilnya tercatat di situs real count KPU bertambah 2.240, dari 539.084 TPS menjadi 541.324 TPS.
Dengan demikian, dapat diasumsikan bahwa PSI memperoleh tambahan 203.361 suara dari 2.240 TPS.






Komentar Via Facebook :