Home › Peristiwa › Miris, Ternyata Pacu Jalur Termasuk Penghasil Sampah TerbesarÂ
Pacu Jalur Kuansing
Miris, Ternyata Pacu Jalur Termasuk Penghasil Sampah TerbesarÂ
Keterangan Foto: Potret Rahmat Dani 2019 Silam Saat menjadi tim Kuantan Zero Sampah
Kuansing, Tabloid Diksi - Berbicara Pacu Jalur memang didengar tidak asing lagi di telinga masyarakat Riau, Kuansing Khususnya dan Indonesia umumnya. Pacu jalur ini adalah sebuah tradisi yang di adakan setiap tahunya oleh masyarakat Kuantan Singingi, Riau. Meskipun dikatakan suda dikatakan mendunia, namun setiap usai pacu jalur di selenggarakan sering mendapat kritikan dari berbagai kalangan, salah seorang pengamat Lingkungan Ramah Dani menyayangkan masih banyaknya sampah-sampah yang hanyut di sungai Batang Kuantan.
"Sangat kita sayangkan, Sampah masih terlihat di sepanjang batang kuantan, saya pun menyaksikan di live streaming selama pacu jalur berlansung, masih banyak sampah yang hanyut di sungai Batang Kuantan, "Ucap Rahmad Dani saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (28/08/2023).
- Baca juga:
Ramad Dani selaku pengamat lingkungan menilai, selagi masih ada sampah di sepanjang sungai Batang Kuantan, pacu jalur tidak bisa dikatakan even nasional dan disebut mendunia.
"Pacu jalur ini tidak bisa di katakan event nasional, karna sampah adalah salah satu penilaiannya, apa lagi ajang iternasional yang katanya mendunia. Yang kita khawatirkan Jika Maslah sampah ini terpantau oleh Lembaga Lingkungan Hidup Internasional, bisa-bisa pacu jalur kena sangsi dan teguran oleh pihak internasional,"terang Rahmad Dani.
Lebih lanjut Rahmad Dani menjelaskan, Selain melestarikan budaya pacu jalur yang dikatakan telah mendunia, kita mendukung program-program yang telah di buat oleh pemerintah Kuansing, seperti Kuantan Minim Sampah, namun dirinya menilai program yang dibuat Pemda Kuansing tahun ini kurang berjalan maksimal, tidak seperti tahun 2019 silam.
"Kita sangat mendukung program yang di buat Pemda Kuansing, Jika berkaca 2019 silam ada namanya program dari rekan-rekan penggiat lingkungan/penggiat alam yaitu KUANTAN ZERO SAMPAH mereka turut andil dalam perayaan pacu jalur di masa itu yang di suport opeh DLH. Mereka turun ke batang kuantan untuk mengais sampah di sepanjang arena pacu jalur. Saya menilai, pada tahun ini pemerintah juga membuat program yaitu KUANTAN MINIM SAMAPAH. Sudah ada upaya lansung dari pemerintah untuk maslah sampah ini, tetapi saya menilai belum berkerja dengan maksimal, "Tutup Rahmad Dani. []






Komentar Via Facebook :