Home › Daerah › KONI Pekanbaru Terima Rp1 Miliar, Gaji 12 THL Juga Raib
Sengsara Menyiksa Karyawan
KONI Pekanbaru Terima Rp1 Miliar, Gaji 12 THL Juga Raib
Pekanbaru - Hingga saat ini, nasib gaji karyawan di Sekretariat KONI Kota Pekanbaru belum menemui titik terang. Padahal, anggaran KONI Kota Pekanbaru sebesar Rp1 miliar sudah dicairkan oleh BPKAD Kota Pekanbaru pada awal Juni. Namun, tercatat bahwa 12 orang karyawan KONI Kota Pekanbaru belum menerima gaji sebagaimana mestinya pada Jumat, 30 Juni 2023.
Seorang karyawan di Sekretariat KONI Kota Pekanbaru mengatakan, "Kami dengan penuh harapan berharap gaji akan dibayarkan! Namun sayangnya, informasi yang kami dapatkan adalah bahwa dana tersebut telah digunakan untuk membayar utang kepada pihak ketiga dan cabang olahraga."
- Baca juga:
Oleh karena itu, karyawan disarankan untuk mengambil pinjaman dana sementara sebelum Idul Fitri dan tanggal 6 Juni saat penarikan kedua dana KONI Pekanbaru.
"Untuk pinjaman ketiga, karyawan sepakat untuk tidak menerimanya karena kami hanya berharap menerima pembayaran gaji untuk bulan Januari-Mei 2023 yang seharusnya sudah dapat dilakukan," ujar seorang karyawan kepada awak media lokal pada Jumat, 30 Juni 2023.
Namun, penolakan tersebut berakhir dengan keputusan yang fatal, ketika Ketua KONI Pekanbaru mempertanyakan, "Berdasarkan apa kalian bisa mendapatkan gaji?" tanya Ketua KONI Pekanbaru seperti yang dijelaskan oleh salah satu karyawan kepada awak media.
"Ketua KONI Pekanbaru mengklaim bahwa SK Karyawan untuk Tahun 2023 ini masih dalam proses pembelajaran Perda dan Perwako setempat. Ini menjadi dasar untuk menerbitkannya serta melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat mengenai standarisasi upah tenaga harian lepas (THL)," jelas karyawan tersebut kepada media sambil mengutip perkataan Ketua KONI Pekanbaru.
"Kami sebagai karyawan merasa diintimidasi. Bagaimana mungkin belanjaannya dilakukan di pertengahan tahun? Kami seolah-olah terjebak dengan kekuatan dan aturan kekuasaan pimpinan terkait penentuan sikap!" ujar karyawan tersebut dengan rasa kesal.
"Secara logika, jika kami diberikan pinjaman hingga 10 juta rupiah, namun kemudian gaji hanya 5 juta rupiah, tentu kami merasa terjebak, bukan? Lagipula, gaji tersebut untuk kelangsungan hidup kami, bukan untuk mengumpulkan kekayaan. Kami juga memiliki hutang yang harus diselesaikan dengan uang gaji tersebut. Hal ini akan berbeda jika KONI Pekanbaru yang membantu melunasi hutang kami," tambah karyawan tersebut.
Para karyawan KONI Kota Pekanbaru telah berusaha menyuarakan keluh kesah mereka kepada Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Dispora Kota Pekanbaru dan bahkan telah mengirim surat kepada Pj. Walikota Pekanbaru. Mereka akan terus melanjutkan upaya ini kepada instansi/pihak terkait dalam hal Dana Pemerintahan ini.
"Kami berusaha mencari kebenaran atas rasa kekecewaan kami ini dan mencari tempat berpijak terhadap semua keputusan Ketua Umum KONI tersebut, baik melalui Pembina Keolahragaan Kota Pekanbaru, instansi terkait, bahkan mungkin sampai pada tahap pemeriksaan penuh oleh instansi berwenang berdasarkan data dan informasi yang kami ketahui, serta dengan dukungan pihak-pihak yang kompeten yang bersedia mendukung kami," harap seorang karyawan di Sekretariat KONI Pekanbaru. **






Komentar Via Facebook :