Home › Daerah › Tiga Persoalan Kampar Mengemuka, dari Jembatan Mangkrak hingga Pengembangan Muara Takus
Tiga Persoalan Kampar Mengemuka, dari Jembatan Mangkrak hingga Pengembangan Muara Takus
Keterangan Foto: SF Hariyanto, menerima kunjungan Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, di Kantor Gubernur Riau, Senin (26/10/2026). TD-YS
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menerima kunjungan Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, di Kantor Gubernur Riau, Senin (26/10/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan pembangunan daerah, mulai dari Jembatan Rumbio, fasilitas pendidikan SD 007 Sungai Agung, hingga pengembangan kawasan Candi Muara Takus.
Dalam pertemuan itu, SF Hariyanto menekankan pentingnya menindaklanjuti persoalan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
- Baca juga:
Salah satu yang menjadi perhatian ialah pembangunan Jembatan Rumbio yang hingga kini belum rampung. Ia meminta agar seluruh aspek proyek ditinjau kembali, termasuk persoalan pembebasan lahan.
“Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, jembatan ini mau diapakan? Kita review dulu semuanya, termasuk pembebasan lahan, nanti kita cek dan lihat ke sana, apa masukannya agar bisa diselesaikan,” ujar SF Hariyanto.
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut telah dimulai sejak 2019. Namun, pengerjaannya terhenti setelah tahun pertama. Sejumlah konstruksi yang telah dibangun meliputi lima titik pondasi dan satu sisi abutmen, sedangkan rangka jembatan belum tersedia.
Pemerintah daerah akan meninjau kembali kebutuhan dan tahapan pembangunan agar proyek tersebut dapat ditindaklanjuti.
Selain infrastruktur, kondisi SD 007 Sungai Agung juga menjadi pembahasan setelah fasilitas sekolah tersebut ramai diperbincangkan publik karena dinilai belum memadai.
Ahmad Yuzar menerangkan, sekolah itu merupakan kelas jauh dari gedung induk yang sebelumnya belum dilaporkan kepada pemerintah daerah. Setelah persoalan tersebut mencuat, Pemkab Kampar langsung melakukan peninjauan dan menyiapkan penanganan awal.
“Bentuk perhatian awal pemerintah, telah kami bangun dua ruang kelas dengan WC-nya, akhir tahun sudah bisa diresmikan,” kata Ahmad Yuzar.
Ia menambahkan, rencana pendirian sekolah secara terpisah akan mempertimbangkan perkembangan jumlah murid serta kebutuhan pendidikan masyarakat setempat.
Pengembangan Kawasan Candi Muara Takus
Agenda lain yang dibahas ialah pengembangan kawasan Candi Muara Takus, menyusul kunjungan Menteri Kebudayaan ke situs bersejarah tersebut.
SF Hariyanto menilai peningkatan akses jalan menuju kawasan candi perlu menjadi perhatian, termasuk akses dari pintu keluar jalan tol. Menurutnya, pengembangan kawasan juga perlu diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
“Bikin perencanaannya untuk perbaikan jalannya, daerah sekitar Muara Takus juga dimanfaatkan, apakah bisa untuk UMKM atau tempat sembahyang, karena termasuk candi tertua juga,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa kondisi jalan menuju Candi Muara Takus saat ini relatif baik. Pemkab Kampar akan menindaklanjuti arahan pemerintah provinsi dengan mempertimbangkan peningkatan aksesibilitas serta potensi pengembangan kawasan di sekitarnya.






Komentar Via Facebook :