Home › Nasional › Kunjungan Sekjen PBB ke Indonesia Dinilai Perkuat Peran Diplomasi Prabowo
Kunjungan Sekjen PBB ke Indonesia Dinilai Perkuat Peran Diplomasi Prabowo
Keterangan Foto: Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir bersama Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. Kemlu RI/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Dalam rilis resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Selasa (20/10/2026), disebutkan bahwa kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres ke Indonesia menjadi bentuk pengakuan atas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serta peran aktif Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia dan kerja sama multilateral.
Kunjungan tersebut berlangsung menjelang berakhirnya masa jabatan Guterres sebagai Sekjen PBB pada akhir 2026. Indonesia menjadi salah satu dari sejumlah negara yang dipilihnya untuk dikunjungi sebelum menyelesaikan tugas memimpin organisasi internasional tersebut.
- Baca juga:
Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan, kunjungan itu mencerminkan penghargaan terhadap konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dan memperkuat kerja sama antarnegara.
Dalam pernyataan pers bersama di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (19/10/2026), Guterres juga menyampaikan apresiasinya kepada Indonesia. Ia menilai Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga multilateralisme di tengah dinamika global yang terus berubah.
Rangkaian kunjungan Guterres di Indonesia diawali dengan pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, pada Minggu (18/10/2026). Keesokan harinya, ia mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul dan menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu RI.
Guterres kemudian menghadiri forum Foreign Policy Circle Talks bertajuk “Eight Decades of the United Nations: What's Next?” di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Arrmanatha menyampaikan tiga hal utama yang menjadi perhatian Indonesia, yakni pentingnya multilateralisme, reformasi PBB beserta sistem multilateral, serta komitmen Indonesia untuk terus mendukung organisasi dunia itu.
Menurut Arrmanatha, kerja sama multilateral sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai persoalan internasional, terutama bagi Indonesia dan negara-negara berkembang yang tergabung dalam kelompok Global South.
“Bagi Indonesia dan Global South, multilateralisme bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Tidak ada negara, sekuat apa pun, yang dapat menghadapi tantangan saat ini sendirian,” tegasnya.
Indonesia juga mendorong pembenahan PBB agar lebih efektif, akuntabel, dan responsif dalam menghadapi tantangan global. Upaya tersebut termasuk mendorong Dewan Keamanan PBB menjadi lembaga yang lebih representatif serta mampu menghasilkan solusi atas berbagai persoalan internasional.
Komitmen itu turut diwujudkan melalui pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030.
Selain mendorong reformasi kelembagaan, Indonesia memastikan akan terus berkontribusi dalam misi pemeliharaan perdamaian serta mendukung agenda PBB di bidang keamanan, kemanusiaan, dan pembangunan.
Dalam pembahasan mengenai Palestina, Arrmanatha kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan melalui solusi dua negara.
Guterres mengapresiasi sikap Indonesia yang secara konsisten mendukung rakyat Palestina, termasuk memperjuangkan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri.
Menutup pernyataan bersama tersebut, Arrmanatha menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan Guterres selama memimpin PBB, khususnya dalam menjaga dialog internasional di tengah berbagai tantangan global.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas persahabatan dan keberanian Guterres dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin organisasi internasional tersebut.






Komentar Via Facebook :