Home › Nasional › Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kemenpora Pangkas 191 Aturan dan Catat Prestasi Olahraga
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kemenpora Pangkas 191 Aturan dan Catat Prestasi Olahraga
Keterangan Foto: Presiden RI Prabowo Subianto dan Erick Thohir. TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatat sejumlah capaian selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari penyederhanaan regulasi hingga peningkatan prestasi atlet Indonesia di tingkat internasional.
Di bawah kepemimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Kemenpora melakukan penyederhanaan 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) menjadi empat regulasi. Langkah ini memangkas jumlah pasal sekitar 60 persen, dari 1.500 menjadi sekitar 600 pasal.
- Baca juga:
Empat regulasi tersebut mencakup pelayanan kepemudaan, pembudayaan olahraga, pembinaan olahraga prestasi, dan industri olahraga. Penyederhanaan ini diharapkan mempercepat birokrasi sekaligus memperluas keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan olahraga nasional.
“Olahraga tidak boleh hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi harus tumbuh menjadi kekuatan prestasi sekaligus kekuatan ekonomi nasional,” ujar Erick.
Di bidang prestasi, Indonesia menempati posisi kedua pada SEA Games Thailand 2025 dengan raihan 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Indonesia juga berada di peringkat kedua ASEAN Para Games Thailand 2025 dengan koleksi 135 emas dan total 393 medali.
Prestasi lainnya tercatat pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kontingen Indonesia berhasil membawa pulang lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu, melampaui target awal empat medali emas.
Indonesia juga mencatat sejarah di sepak bola setelah menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026. Timnas Indonesia mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada pertandingan final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 Oktober 2026.
Selain pembinaan olahraga, Kemenpora menyiapkan cetak biru kepemudaan nasional dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia menjelang peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.
Program tersebut menitikberatkan tiga nilai utama, yakni patriotik, gigih, dan empatik, untuk membentuk generasi muda yang memiliki semangat kebangsaan, daya juang, serta kepedulian sosial.
Erick menegaskan, transformasi olahraga dan kepemudaan tidak hanya berorientasi pada capaian jangka pendek, tetapi juga pembangunan sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan harus diukur dari kemampuan Indonesia melahirkan atlet berprestasi dan generasi muda berkualitas secara konsisten.






Komentar Via Facebook :