Home › Ekonomi › TEI 2026, Indonesia dan Kamerun Bidik Kerja Sama Bisnis USD 60 Juta
TEI 2026, Indonesia dan Kamerun Bidik Kerja Sama Bisnis USD 60 Juta
Keterangan Foto: Perwakilan Indonesia dan Kamerun berfoto bersama usai penandatanganan kesepakatan bisnis dalam The 2nd Indonesia-Cameroon Business Forum yang digelar pada rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. MC Kemlu RI/TD-YS
YAOUNDE, Tabloid Diksi – Potensi kerja sama bisnis Indonesia dengan Kamerun dan negara-negara Afrika Tengah mencapai USD 60 juta atau sekitar tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini tercatat dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Sebanyak 81 delegasi dari Kamerun dan negara-negara Afrika Tengah menghadiri kegiatan tersebut. Hingga 18 Oktober 2026, tercatat 19 kesepakatan bisnis potensial, termasuk 11 kesepakatan yang dijajaki dalam The 2nd Indonesia-Cameroon Business Forum (ICBF) pada 16 Oktober 2026.
- Baca juga:
Salah satu perusahaan Indonesia yang mencatat potensi kerja sama besar adalah PT Asindotech. Perusahaan tersebut memperoleh kontrak proyek pembangunan pabrik pengolahan tapioka dan biogas di Kamerun senilai USD 15 juta, proyek serupa di Republik Afrika Tengah senilai USD 10 juta, serta proyek penambangan pasir Sungai Sanaga di Kamerun senilai USD 8 juta.
Selain itu, PT Turrima Agro menjajaki pembangunan pabrik pupuk organik di Kamerun dengan potensi investasi USD 15 juta. Sementara itu, PT Ganiya Bogatama, produsen abon ikan asal Kalimantan Timur, memperoleh komitmen pembelian produk dan transfer teknologi dari perusahaan Kamerun senilai USD 800 ribu.
Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi, Zelda Wulan Kartika, menilai peluang tersebut perlu ditindaklanjuti melalui kemitraan bisnis yang konkret dan berkelanjutan.
Duta Besar RI untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, juga menyatakan KBRI Yaoundé siap memfasilitasi pertemuan pelaku usaha kedua negara agar peluang kerja sama berkembang menjadi transaksi dan investasi nyata.
Di luar agenda perdagangan, KBRI Yaoundé bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar penjajakan bisnis yang menghasilkan enam Letter of Intent (LoI) dengan potensi nilai lebih dari USD 300 ribu. Kerja sama yang dijajaki meliputi industri perikanan air tawar, produk makanan olahan, bumbu, dan bahan kimia.
Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan ke sektor pendidikan dan kesehatan serta pertandingan sepak bola persahabatan untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Kamerun.
Melalui TEI 2026, Indonesia berupaya memperluas akses pasar di Afrika Tengah sekaligus mendorong peningkatan ekspor, investasi, dan kemitraan usaha lintas negara.






Komentar Via Facebook :