https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   MSCI Soroti Pasar Saham, Komisi XI DPR Desak Transparansi Diperkuat •   Rayakan HUT Humas Polri ke-75, Polresta Pekanbaru Sebar Paket Sembako untuk Warga ? •   Gerebek Kamar Kos di Pekanbaru, Polisi Tangkap Wanita Pengedar Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate •   Anggota Komisi III DPR Dorong UU Anti Perundungan Anak
Home › Politik › MSCI Soroti Pasar Saham, Komisi XI DPR Desak Transparansi Diperkuat
Politik

MSCI Soroti Pasar Saham, Komisi XI DPR Desak Transparansi Diperkuat

Senin, 19 Oktober 2026 | 19:50 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
MSCI Soroti Pasar Saham, Komisi XI DPR Desak Transparansi Diperkuat

Keterangan Foto: Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan. Ket : Humas DPR RI. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi – Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan menilai peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia harus menjadi momentum untuk memperbaiki transparansi dan tata kelola pasar modal. Pemerintah dan regulator, menurutnya, perlu menjawab kekhawatiran investor melalui langkah konkret, bukan sekadar meyakinkan publik bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih solid.

“MSCI sejatinya bukan pihak lawan, melainkan cermin atas pekerjaan rumah tata kelola pasar modal yang tertunda,” kata Eric dalam keterangan pers yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Senin (19/10/2026).

    Baca juga:
  • Anggota Komisi III DPR Dorong UU Anti Perundungan Anak

  • Bramantyo Suwondo Dorong PBB Kaji Sumber Pendanaan Alternatif

  • Soroti Diskriminasi Perempuan Muslim, Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Bertindak

Eric mengingatkan, gejolak pasar keuangan berpotensi merambat ke sektor riil apabila tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan kenaikan imbal hasil instrumen keuangan berlangsung berkepanjangan.

Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor bahan baku dan energi. Sementara itu, kenaikan biaya pendanaan berisiko mendorong suku bunga kredit, menekan ekspansi usaha, serta mengurangi konsumsi rumah tangga.

Ia juga menyoroti estimasi potensi arus keluar modal sebesar US$3 miliar hingga US$6 miliar apabila reklasifikasi Indonesia oleh MSCI benar-benar terjadi.

Namun, Eric menegaskan bahwa angka tersebut merupakan proyeksi berdasarkan skenario alokasi dana indeks pasif, bukan kepastian bahwa dana dalam jumlah tersebut sedang atau akan langsung keluar dari Indonesia.

Untuk memulihkan kepercayaan investor, Eric mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat keterbukaan informasi, terutama terkait pemilik manfaat akhir (beneficial ownership) perusahaan tercatat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peta jalan yang realistis dan transparan dalam rencana peningkatan batas minimum saham publik (free float) menjadi 15 persen. Kebijakan tersebut, menurutnya, perlu disertai langkah implementasi yang jelas agar dapat memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.

Pernyataan Eric disampaikan di tengah gejolak pasar saham Indonesia pada Oktober 2026. MSCI sebelumnya membuka periode konsultasi terkait potensi penurunan status Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

Dalam proses tersebut, MSCI menyoroti sejumlah persoalan, antara lain transparansi kepemilikan saham, indikasi transaksi terkoordinasi, serta konsistensi penegakan hukum di pasar modal.

Tekanan pasar tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 16 Oktober 2026 yang anjlok sekitar 11,6 persen ke level 5.185. Pada periode yang sama, rupiah berada di kisaran Rp18.012 per dolar AS, sedangkan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun mencapai 7,36 persen.

Menurut Eric, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi nasional tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, dan disiplin fiskal. Integritas pasar serta kepastian hukum juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor dan stabilitas perekonomian.

“Ketahanan ekonomi nasional tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa dan disiplin fiskal, tetapi juga membutuhkan integritas pasar serta kepastian hukum,” tandas politikus Fraksi Partai Golkar tersebut. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

MSCIKomisi XIDPR RIPasar Saham
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Anggota Komisi III DPR Dorong UU Anti Perundungan Anak

    Senin, 19 Okt 2026 | 15:26 WIB
  • Politik

    Bramantyo Suwondo Dorong PBB Kaji Sumber Pendanaan Alternatif

    Senin, 19 Okt 2026 | 15:16 WIB
  • Politik

    Hetifah Desak Kepala BNPB Baru Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan

    Minggu, 18 Okt 2026 | 15:43 WIB
  • Politik

    Komisi VIII Berduka Atas Gugurnya Empat Orang saat Padamkan Karhutla Bromo

    Minggu, 18 Okt 2026 | 17:01 WIB
  • Politik

    Karhutla Berlangsung Hampir Empat Bulan, Daniel Johan Desak Pemerintah Bergerak Cepat

    Minggu, 18 Okt 2026 | 15:30 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #4

    Kualitas Udara Kurang Baik, Polsek Payung Sekaki Bagikan 500 Masker ke Pengguna Jalan

    Kamis, 08 Okt 2026 - 09:47 WIB
  • #5

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB
  • #6

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 - 19:36 WIB
  • #7

    HUT TNI ke-81, Polsek Payung Sekaki Sambangi Den Inteldam Bawa Kue: Sinergi Jadi Kunci Jaga Kamtibmas

    Selasa, 06 Okt 2026 - 14:58 WIB
  • #8

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #9

    HUT TNI ke-81, Kapolsek Bukit Raya Datang Bawa Kue: Pesannya Tegas, TNI-Polri Harus Solid

    Senin, 05 Okt 2026 - 13:26 WIB

HUKRIM

  • Gerebek Kamar Kos di Pekanbaru, Polisi Tangkap Wanita Pengedar Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate

    Gerebek Kamar Kos di Pekanbaru, Polisi Tangkap Wanita Pengedar Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate

    Senin, 19 Okt 2026 | 15:52 WIB
  • Gebrakan Kapolda Riau: 47 Kg Sabu Disita dari Rumbai, Komitmen Sikat Habis Narkoba!

    Gebrakan Kapolda Riau: 47 Kg Sabu Disita dari Rumbai, Komitmen Sikat Habis Narkoba!

    Senin, 19 Okt 2026 | 12:06 WIB
  • Sabu 8,51 Gram dan Ekstasi Disita, Polsek Tambang Buru Pemasok Asal Pekanbaru

    Sabu 8,51 Gram dan Ekstasi Disita, Polsek Tambang Buru Pemasok Asal Pekanbaru

    Senin, 19 Okt 2026 | 07:13 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • BI Pacu Industri Halal dan Pembiayaan Syariah untuk UMKM

    BI Pacu Industri Halal dan Pembiayaan Syariah untuk UMKM

    Minggu, 18 Okt 2026 | 23:24 WIB
  • Petani Cukup Bawa KTP Tebus Pupuk Subsidi di Koperasi Desa

    Petani Cukup Bawa KTP Tebus Pupuk Subsidi di Koperasi Desa

    Minggu, 18 Okt 2026 | 22:41 WIB
  • Mendag Tutup TEI 2026 Catat Transaksi USD 22,94 Miliar, UMKM Sumbang USD 510,79 Juta

    Mendag Tutup TEI 2026 Catat Transaksi USD 22,94 Miliar, UMKM Sumbang USD 510,79 Juta

    Minggu, 18 Okt 2026 | 21:58 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com