https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   BI Pacu Industri Halal dan Pembiayaan Syariah untuk UMKM •   Petani Cukup Bawa KTP Tebus Pupuk Subsidi di Koperasi Desa •   Mendag Tutup TEI 2026 Catat Transaksi USD 22,94 Miliar, UMKM Sumbang USD 510,79 Juta •   Ekspor Kopi dan Karet Indonesia, Kemendag Bidik Peluang Pasar Global
Home › Ekonomi › Ekspor Kopi dan Karet Indonesia, Kemendag Bidik Peluang Pasar Global
Ekonomi

Ekspor Kopi dan Karet Indonesia, Kemendag Bidik Peluang Pasar Global

Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:50 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Ekspor Kopi dan Karet Indonesia, Kemendag Bidik Peluang Pasar Global

Keterangan Foto: Ilustrasi

TANGERANG, Tabloid Diksi – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pemanfaatan organisasi komoditas internasional untuk memperluas pasar ekspor kopi dan karet alam Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk nasional, memperkuat nilai tambah, serta memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan pelaku usaha.

Upaya tersebut dibahas dalam seminar bertajuk Kuasai Pasar Global: Memanfaatkan Organisasi Komoditas Internasional untuk Ekspor Kopi dan Karet yang digelar di Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

    Baca juga:
  • Kemendag Dorong Pemanfaatan Perjanjian Dagang untuk Perluas Ekspor Indonesia

  • Mendag Tutup TEI 2026 Catat Transaksi USD 22,94 Miliar, UMKM Sumbang USD 510,79 Juta

  • Petani Cukup Bawa KTP Tebus Pupuk Subsidi di Koperasi Desa

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Johni Martha, mengatakan pemerintah membutuhkan masukan langsung dari eksportir untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

“Kami ingin mendapatkan masukan langsung dari para pelaku usaha mengenai apa yang perlu dilakukan pemerintah agar kegiatan ekspor dapat difasilitasi dengan baik tanpa kendala administratif yang berarti,” ujar Johni.

Menurutnya, pengalaman eksportir di lapangan menjadi informasi penting untuk melengkapi data perdagangan, termasuk dalam mengidentifikasi hambatan di negara tujuan ekspor dan mencari solusi bersama.

Johni juga mengajak pelaku usaha mengoptimalkan keanggotaan Indonesia dalam International Coffee Organization (ICO). Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah kopi spesial berbasis Robusta untuk memperkuat karakter produk, meningkatkan kualitas, dan mendorong nilai jual kopi Indonesia di pasar internasional.

Sementara itu, Direktur Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasional Kemendag, Natan Kambuno, menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam organisasi komoditas global harus menghasilkan manfaat konkret bagi sektor usaha nasional.

“Kita perlu bergerak dari participation ke utilization, yaitu dari sekadar berpartisipasi menjadi mampu memanfaatkan kerja sama internasional secara strategis untuk kemajuan sektor kopi dan karet alam nasional,” kata Natan.

Ia menilai pengembangan produk kopi bernilai tambah dapat menjadi strategi untuk memperkuat posisi Indonesia di segmen pasar premium. Upaya tersebut perlu disertai verifikasi mutu serta pemenuhan standar yang berlaku di pasar tujuan.

Dalam seminar tersebut, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, mengungkapkan bahwa ekspor kopi olahan Indonesia mencapai 692,1 juta dollar AS pada 2025, meningkat 4,56 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Indonesia juga tercatat sebagai eksportir kopi premix terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 17,54 persen.

Dari sisi promosi, Badan Pengawas Dewan Kopi Indonesia, Jamil Musanif, menekankan pentingnya mengangkat keunggulan cita rasa kopi Nusantara. Indonesia memiliki 69 indikasi geografis kopi yang dapat menjadi modal untuk memperluas pemasaran global, dengan tetap memperhatikan praktik budi daya berkelanjutan.

Adapun dari sektor karet alam, Ekonom ANRPC, Riska Pujiati, memperkirakan permintaan komoditas tersebut berpotensi meningkat seiring pertumbuhan industri otomotif dan kebutuhan ban kendaraan listrik, terutama di Tiongkok dan India.

Perwakilan Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), Widyantoko Sumarlin, menyoroti tantangan penurunan produksi karet nasional. Ia mendorong penguatan sistem ketertelusuran produk, kemitraan langsung dengan petani, serta diversifikasi negara tujuan ekspor.

Salah satu peserta seminar, Adi Syahid dari Syahid Kopi, mengapresiasi forum tersebut. Ia berharap pemerintah memperluas dukungan sertifikasi bagi petani agar biaya pemenuhan standar dapat diatasi dan akses menuju pasar ekspor semakin terbuka.

Melalui penguatan kerja sama internasional, sertifikasi, keberlanjutan, dan diversifikasi pasar, pemerintah berharap ekspor kopi dan karet alam Indonesia semakin kompetitif serta mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan petani di dalam negeri.

Editor : Munazlen Nazir
Sumber : Kemendag.go.id

TOPIK TERKAIT

Kemendagekspor kopi Indonesiaekspor karet alampasar globalTrade Expo Indonesia 2026
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Mendagri Dorong Diskominfo Jadi Ujung Tombak Komunikasi Pemerintah

    Rabu, 14 Okt 2026 | 17:00 WIB
  • Nasional

    HUT ke-25 Tasikmalaya, Wamendagri Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan

    Sabtu, 17 Okt 2026 | 20:37 WIB
  • Nasional

    Mendagri Kawal Aturan Daerah agar Tepat Sasaran dan Bermanfaat bagi Masyarakat

    Jumat, 16 Okt 2026 | 20:02 WIB
  • Ekonomi

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • Nasional

    Kemendagri Siapkan Layanan Gratis Pengganti Dokumen Korban Gempa NTT

    Kamis, 20 Agu 2026 | 18:39 WIB

Terpopuler

  • #1

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #2

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #3

    Kualitas Udara Kurang Baik, Polsek Payung Sekaki Bagikan 500 Masker ke Pengguna Jalan

    Kamis, 08 Okt 2026 - 09:47 WIB
  • #4

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB
  • #5

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 - 19:36 WIB
  • #6

    HUT TNI ke-81, Polsek Payung Sekaki Sambangi Den Inteldam Bawa Kue: Sinergi Jadi Kunci Jaga Kamtibmas

    Selasa, 06 Okt 2026 - 14:58 WIB
  • #7

    HUT TNI ke-81, Kapolsek Bukit Raya Datang Bawa Kue: Pesannya Tegas, TNI-Polri Harus Solid

    Senin, 05 Okt 2026 - 13:26 WIB
  • #8

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #9

    Ayah Selebgram Pekanbaru Jadi Tersangka, Diduga Tipu Korban Modus Proyek Batu Bara

    Selasa, 06 Okt 2026 - 15:21 WIB

HUKRIM

  • Operasi Sarang Narkoba di THM Pekanbaru: 2 Pengunjung Diciduk, Asal-usul Barang Diburu  ?

    Operasi Sarang Narkoba di THM Pekanbaru: 2 Pengunjung Diciduk, Asal-usul Barang Diburu ?

    Minggu, 18 Okt 2026 | 09:15 WIB
  • Polresta Pekanbaru Hantam Kampung Narkoba Pangeran Hidayat: Sabu & Sajam Disita!  ?

    Polresta Pekanbaru Hantam Kampung Narkoba Pangeran Hidayat: Sabu & Sajam Disita! ?

    Sabtu, 17 Okt 2026 | 17:45 WIB
  • Nyamar Pakai Motor PCX, Bandar Narkoba Dumai Diciduk Saat Bawa 15,3 Gram Sabu  ?

    Nyamar Pakai Motor PCX, Bandar Narkoba Dumai Diciduk Saat Bawa 15,3 Gram Sabu ?

    Sabtu, 17 Okt 2026 | 15:50 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • BI Pacu Industri Halal dan Pembiayaan Syariah untuk UMKM

    BI Pacu Industri Halal dan Pembiayaan Syariah untuk UMKM

    Minggu, 18 Okt 2026 | 23:24 WIB
  • Petani Cukup Bawa KTP Tebus Pupuk Subsidi di Koperasi Desa

    Petani Cukup Bawa KTP Tebus Pupuk Subsidi di Koperasi Desa

    Minggu, 18 Okt 2026 | 22:41 WIB
  • Mendag Tutup TEI 2026 Catat Transaksi USD 22,94 Miliar, UMKM Sumbang USD 510,79 Juta

    Mendag Tutup TEI 2026 Catat Transaksi USD 22,94 Miliar, UMKM Sumbang USD 510,79 Juta

    Minggu, 18 Okt 2026 | 21:58 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com