Home › Ekonomi › Ekspor Kopi dan Karet Indonesia, Kemendag Bidik Peluang Pasar Global
Ekspor Kopi dan Karet Indonesia, Kemendag Bidik Peluang Pasar Global
Keterangan Foto: Ilustrasi
TANGERANG, Tabloid Diksi – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pemanfaatan organisasi komoditas internasional untuk memperluas pasar ekspor kopi dan karet alam Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk nasional, memperkuat nilai tambah, serta memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan pelaku usaha.
Upaya tersebut dibahas dalam seminar bertajuk Kuasai Pasar Global: Memanfaatkan Organisasi Komoditas Internasional untuk Ekspor Kopi dan Karet yang digelar di Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.
- Baca juga:
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Johni Martha, mengatakan pemerintah membutuhkan masukan langsung dari eksportir untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
“Kami ingin mendapatkan masukan langsung dari para pelaku usaha mengenai apa yang perlu dilakukan pemerintah agar kegiatan ekspor dapat difasilitasi dengan baik tanpa kendala administratif yang berarti,” ujar Johni.
Menurutnya, pengalaman eksportir di lapangan menjadi informasi penting untuk melengkapi data perdagangan, termasuk dalam mengidentifikasi hambatan di negara tujuan ekspor dan mencari solusi bersama.
Johni juga mengajak pelaku usaha mengoptimalkan keanggotaan Indonesia dalam International Coffee Organization (ICO). Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah kopi spesial berbasis Robusta untuk memperkuat karakter produk, meningkatkan kualitas, dan mendorong nilai jual kopi Indonesia di pasar internasional.
Sementara itu, Direktur Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasional Kemendag, Natan Kambuno, menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam organisasi komoditas global harus menghasilkan manfaat konkret bagi sektor usaha nasional.
“Kita perlu bergerak dari participation ke utilization, yaitu dari sekadar berpartisipasi menjadi mampu memanfaatkan kerja sama internasional secara strategis untuk kemajuan sektor kopi dan karet alam nasional,” kata Natan.
Ia menilai pengembangan produk kopi bernilai tambah dapat menjadi strategi untuk memperkuat posisi Indonesia di segmen pasar premium. Upaya tersebut perlu disertai verifikasi mutu serta pemenuhan standar yang berlaku di pasar tujuan.
Dalam seminar tersebut, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, mengungkapkan bahwa ekspor kopi olahan Indonesia mencapai 692,1 juta dollar AS pada 2025, meningkat 4,56 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Indonesia juga tercatat sebagai eksportir kopi premix terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 17,54 persen.
Dari sisi promosi, Badan Pengawas Dewan Kopi Indonesia, Jamil Musanif, menekankan pentingnya mengangkat keunggulan cita rasa kopi Nusantara. Indonesia memiliki 69 indikasi geografis kopi yang dapat menjadi modal untuk memperluas pemasaran global, dengan tetap memperhatikan praktik budi daya berkelanjutan.
Adapun dari sektor karet alam, Ekonom ANRPC, Riska Pujiati, memperkirakan permintaan komoditas tersebut berpotensi meningkat seiring pertumbuhan industri otomotif dan kebutuhan ban kendaraan listrik, terutama di Tiongkok dan India.
Perwakilan Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), Widyantoko Sumarlin, menyoroti tantangan penurunan produksi karet nasional. Ia mendorong penguatan sistem ketertelusuran produk, kemitraan langsung dengan petani, serta diversifikasi negara tujuan ekspor.
Salah satu peserta seminar, Adi Syahid dari Syahid Kopi, mengapresiasi forum tersebut. Ia berharap pemerintah memperluas dukungan sertifikasi bagi petani agar biaya pemenuhan standar dapat diatasi dan akses menuju pasar ekspor semakin terbuka.
Melalui penguatan kerja sama internasional, sertifikasi, keberlanjutan, dan diversifikasi pasar, pemerintah berharap ekspor kopi dan karet alam Indonesia semakin kompetitif serta mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan petani di dalam negeri.






Komentar Via Facebook :