Home › Politik › Komisi VIII Berduka Atas Gugurnya Empat Orang saat Padamkan Karhutla Bromo
Komisi VIII Berduka Atas Gugurnya Empat Orang saat Padamkan Karhutla Bromo
Keterangan Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI, Rini Rahmania. Foto : Humas DPR RI. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi - Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II, Dini Rahmania, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya empat orang dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Dini mengatakan, tragedi yang merenggut nyawa tiga petugas dan satu relawan tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Mereka berangkat untuk membantu memadamkan kebakaran dan melindungi lingkungan serta masyarakat, tetapi justru kehilangan nyawa saat menjalankan tugas kemanusiaan.
- Baca juga:
“Di balik peristiwa ini, ada keluarga yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Ini sungguh menyakitkan dan menjadi duka kita bersama,” ujar Dini Rahmania dalam keterangan yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Anggota Komisi VIII DPR RI itu menegaskan, empat nyawa yang melayang tidak boleh dianggap sebagai konsekuensi yang wajar dalam penanganan bencana. Menurutnya, tragedi tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem keselamatan petugas dan relawan yang bertugas di lapangan.
“Empat nyawa yang hilang tidak boleh dianggap sebagai risiko dalam penanganan bencana. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, kesiapan peralatan, serta prosedur keselamatan petugas dan relawan di lapangan,” tegasnya.
Dini juga mendesak instansi terkait agar meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan koordinasi dalam penanganan karhutla maupun bencana lainnya.
Ia mengingatkan, keterbatasan sarana, lemahnya antisipasi, dan keterlambatan penanganan tidak boleh kembali membahayakan petugas maupun relawan yang berada di garis depan.
“Saya juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, pemetaan risiko, dan mekanisme penyelamatan darurat. Jika ditemukan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan, harus ada pertanggungjawaban yang jelas,” tandas politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Selain evaluasi, Dini meminta pemerintah memastikan pemenuhan hak-hak keluarga korban meninggal dunia, termasuk pemberian santunan. Ia juga menekankan pentingnya perawatan dan pemulihan yang optimal bagi para korban luka.
Menurutnya, keberanian petugas dan relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan harus diimbangi dengan perlindungan dan kesiapsiagaan yang memadai dari negara.
“Keberanian petugas atau relawan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan mereka. Mereka berada di garis depan untuk melindungi kita, maka negara harus hadir melindungi mereka. Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang karena lemahnya kesiapsiagaan dan perlindungan di lapangan,” pungkasnya.
Sebelumnya, empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden saat upaya pemadaman karhutla di kawasan TNBTS. Mereka adalah Sukaris, operator layanan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS; Hendra Rony Wagiyanata, petugas Balai Besar TNBTS yang meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar; serta Wisnu Yuda Pratama dan Sefriel Ardiansyah, petugas sekuriti Hotel Artotel Bromo. Sefriel juga diketahui merupakan atlet panjat tebing.
Selain korban meninggal dunia, sejumlah orang lainnya dilaporkan mengalami luka bakar dalam insiden tersebut. ***






Komentar Via Facebook :