Home › Ekonomi › Petrokimia Gresik Olah Emisi Karbon Menjadi Bahan Baku Soda Ash
Petrokimia Gresik Olah Emisi Karbon Menjadi Bahan Baku Soda Ash
Keterangan Foto: Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji. Tangkapan layar Internet/TD-YS
GRESIK, Tabloid Diksi – PT Petrokimia Gresik mengembangkan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menangkap emisi karbon dioksida (CO?) dari proses industri dan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya soda ash atau natrium karbonat.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, proyek percontohan tersebut berpotensi menjadi langkah awal penerapan teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon di industri nasional. Hal itu disampaikannya saat meninjau proyek CCU di Gresik, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).
- Baca juga:
“Ini akan menjadi sejarah bagi Petrokimia Gresik sebagai industri yang menjadi pionir bagi penerapan Carbon Capture and Utilization. Ini akan kita sebarluaskan karena proyek percontohan ini menghasilkan manfaat yang besar,” ujar Sarmuji, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Proyek ini merupakan kolaborasi Kementerian Perindustrian, PT Pupuk Indonesia (Persero), Petrokimia Gresik, dan UWin Resources Regeneration Inc.
Hasil evaluasi menunjukkan teknologi CCU mampu menangkap CO? dengan tingkat efisiensi 91,48 hingga 97,79 persen. Sementara itu, pengujian pada Mei 2026 menghasilkan soda ash dengan kadar natrium karbonat mencapai 99,12 hingga 99,73 persen, yang dinyatakan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyebut hasil tersebut menjadi bukti awal bahwa teknologi CCU dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk yang bernilai guna. Meski demikian, kajian kelayakan ekonomi masih diperlukan sebelum teknologi diterapkan secara komersial.
Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan perusahaan terus menjalankan berbagai program untuk menekan emisi karbon.
Hingga 2025, Petrokimia Gresik mencatat pengurangan emisi gas rumah kaca hampir 400.000 ton setara CO? melalui efisiensi energi, peralihan bahan bakar, pemanfaatan energi surya, serta penggunaan kembali karbon dalam proses industri.
Pengembangan CCU diharapkan mendukung target penurunan emisi Indonesia sekaligus membuka peluang pemanfaatan karbon sebagai bahan baku industri. Perusahaan juga merencanakan pengujian teknologi pengurangan polutan PM2.5 hingga Juli 2028.






Komentar Via Facebook :