Home › Hukum › Police Line Terpasang di MP Club Pekanbaru, Bareskrim dan Polda Riau Sita Ekstasi hingga Uang Rp Jutaan Rupiah
Police Line Terpasang di MP Club Pekanbaru, Bareskrim dan Polda Riau Sita Ekstasi hingga Uang Rp Jutaan Rupiah
Keterangan Foto: MP Club di pasang line Polisi. TD/Azhar
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Suasana tempat hiburan malam MP Club di Kota Pekanbaru, Riau, menjadi sorotan setelah digerebek tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Dalam operasi tersebut, 68 orang diamankan, puluhan di antaranya dinyatakan positif narkotika, sementara penyidik menyita pil ekstasi, ganja, dan uang tunai jutaan rupiah.
Penggerebekan berlangsung pada Minggu (11/10/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Operasi ini dilakukan setelah petugas menjalankan penyelidikan selama kurang lebih satu bulan terhadap tempat hiburan malam tersebut yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika.
- Baca juga:
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengatakan operasi itu melibatkan Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Subdit II Ditresnarkoba Polda Riau.
Menurut Putu, sebanyak 68 orang yang diamankan berasal dari berbagai kalangan di dalam tempat hiburan malam tersebut. Mereka terdiri atas pengunjung, waitress, petugas keamanan, hingga asisten manajer.
Pemeriksaan urine terhadap seluruh orang yang diamankan menunjukkan hasil yang menjadi perhatian penyidik. Dari 47 laki-laki, sebanyak 42 orang dinyatakan positif mengandung amphetamine dan methamphetamine. Adapun 21 perempuan yang diperiksa seluruhnya dinyatakan positif mengandung kedua zat tersebut.
Dengan demikian, total 63 dari 68 orang yang diamankan dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan urine.
Selain mengamankan puluhan orang, petugas menyita barang bukti berupa 7,5 butir pil ekstasi, ganja seberat 1,6 gram, serta uang tunai Rp14,3 juta yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.
“Dalam penggerebekan itu, petugas turut menyita barang bukti berupa 7,5 butir pil ekstasi, ganja seberat 1,6 gram, serta uang tunai sebesar Rp14,3 juta yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika,” jelas Kombes Putu.
Meski puluhan orang telah menjalani pemeriksaan, penyidik masih berupaya mengungkap peran setiap individu. Delapan orang masih diperiksa lebih lanjut, sedangkan 60 orang lainnya telah diserahkan untuk menjalani asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu di BNN Provinsi Riau.
Asesmen tersebut akan menjadi salah satu dasar penentuan langkah penanganan berikutnya, termasuk kemungkinan proses hukum atau rekomendasi rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyidik juga menelusuri asal-usul narkotika yang ditemukan, dugaan transaksi di dalam tempat hiburan malam, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain yang memasok atau mengedarkan barang terlarang tersebut.
Untuk mendukung proses pengusutan, petugas memasang police line di area pub dan salah satu ruangan MP Club pada Senin (12/10/2026). Pemasangan garis polisi itu dilakukan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Kombes Putu menegaskan bahwa pengusutan belum selesai. Aparat masih mendalami kemungkinan adanya jaringan pemasok di atas para pihak yang tengah diperiksa.
“Proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan untuk memastikan peran masing-masing pihak serta mengungkap kemungkinan jaringan pemasok di atasnya,” terangnya.
Di sisi lain, Polri menyatakan penanganan kasus narkotika tidak hanya diarahkan pada pemberantasan bandar dan pengedar, tetapi juga pada pemulihan pengguna yang membutuhkan penanganan sesuai ketentuan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan program “Bersama Polri, Pulih Bersama”, yang mengusung tagline “Polisi Bersama Masyarakat, Berantas Bandar dan Pengedar, Pulihkan Pengguna.”
Melalui pendekatan itu, Polri mendorong penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika sekaligus pemulihan pengguna untuk menekan risiko kekambuhan dan membantu mereka kembali menjalankan fungsi sosial.
Kini, pemasangan garis polisi di MP Club menjadi bagian dari proses pengusutan yang masih berlangsung. Aparat terus mendalami temuan di lokasi tersebut guna memastikan konstruksi perkara, menentukan peran masing-masing pihak, dan mengungkap kemungkinan jaringan narkotika yang lebih luas.

Komentar Via Facebook :