Home › Peristiwa › Pilrek Unri Digelar 13 Oktober, Tiga Kandidat Bersaing Rebut Kursi Rektor
Pilrek Unri Digelar 13 Oktober, Tiga Kandidat Bersaing Rebut Kursi Rektor
Keterangan Foto: Kampus Univeristas Riau di Panam Pekanbaru. TD/YS
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) untuk masa jabatan 2026–2030 dijadwalkan berlangsung pada Selasa (13/10/2026). Agenda tersebut akan digelar melalui rapat senat tertutup setelah mengalami penundaan dari jadwal awal pada Agustus lalu.
Kepastian pelaksanaan pemilihan diketahui melalui surat undangan yang diterbitkan pada Senin (12/10/2026) dan ditandatangani Ketua Senat Unri, Prof Zulkarnaini, M.Si. Undangan itu ditujukan kepada seluruh anggota senat untuk menghadiri rapat pemilihan rektor.
- Baca juga:
Berdasarkan surat tersebut, pemungutan suara dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB di Ruang Indragiri, lantai IV Gedung Rektorat Unri, Kampus Binawidya, Panam, Pekanbaru.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unri, Dr M. Rasuli, menyampaikan pada Minggu (11/10/2026) bahwa pemilihan akan dilaksanakan sebelum 15 Oktober. Namun, hingga berita ini disusun, konfirmasi langsung mengenai jadwal terbaru tersebut belum diperoleh.
Agenda pemilihan semula direncanakan berlangsung pada 5 Agustus 2026. Prosesnya kemudian bergeser karena Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) masih menjalankan tahapan seleksi lanjutan, termasuk wawancara terhadap para kandidat pada 8 September 2026 serta penelusuran rekam jejak masing-masing calon.
Senat Unri sebelumnya telah menetapkan tiga nama sebagai calon rektor untuk periode 2026–2030. Penetapan tersebut dilakukan melalui pemungutan suara dalam rapat paripurna yang digelar pada Rabu (8/7/2026) di aula Gedung Rektorat Unri.
Rapat itu diikuti delapan bakal calon yang memaparkan visi, misi, serta program kerja mereka. Dari total 66 anggota senat, sebanyak 62 orang menggunakan hak suara dalam proses penyaringan kandidat.
Dr Mexsasai Indra, SH, MH, memperoleh dukungan tertinggi dengan 29 suara. Posisi berikutnya ditempati Prof Ahmad Fadli, ST, MT, PhD, dari Fakultas Teknik Unri dengan 13 suara, serta Prof Dr Jimmy Copriady, M.Si, dari FKIP Unri yang meraih 11 suara.
Ketiganya kemudian ditetapkan sebagai calon rektor dan dokumen hasil penyaringan disampaikan kepada Kemendiktisaintek. Berkas tersebut meliputi berita acara rapat senat, daftar riwayat hidup, serta dokumen visi, misi, dan program kerja para kandidat.
Berikut perolehan suara delapan bakal calon dalam proses penyaringan:
1. Dr Mexsasai Indra: 29 suara
2. Prof Ahmad Fadli: 13 suara
3. Prof Jimmy Copriady: 11 suara
4. Prof Iwantono: 4 suara
5. Prof Elfizar: 2 suara
6. Prof Firdaus: 2 suara
7. Prof Nofrizal: 1 suara
8. Dr Aldrin Herwany: 0 suara
Mekanisme Pemilihan Rektor Unri
Pemilihan rektor dilaksanakan oleh Senat Unri bersama Menteri atau pejabat yang mewakili Kemendiktisaintek. Dalam mekanisme tersebut, senat memiliki porsi 65 persen suara, sedangkan menteri memperoleh porsi 35 persen.
Dengan jumlah anggota senat sebanyak 66 orang, bobot suara dalam pemilihan akhir dihitung berdasarkan jumlah anggota senat yang hadir dan ketentuan pembagian hak suara tersebut.
Rektor Unri saat ini dijabat oleh Prof Sri Indarti. Masa jabatannya akan berakhir pada Desember 2026. Ia tercatat sebagai perempuan pertama yang memimpin Universitas Riau dan tidak mengikuti pencalonan kembali karena terkendala persyaratan batas usia.






Komentar Via Facebook :