Home › Politik › Iyeth Bustami Minta BPH Migas dan Pertamina Cari Solusi Kesulitan BBM Nelayan Pesisir
Iyeth Bustami Minta BPH Migas dan Pertamina Cari Solusi Kesulitan BBM Nelayan Pesisir
Keterangan Foto: Anggota Komisi XII DPR RI, Iyeth Bustami. Ket : Humas DPR RI. TD.YS
BATAM, Tabloid Diksi — Anggota Komisi XII DPR RI, Iyeth Bustami, meminta pemerintah dan badan usaha penyalur bahan bakar minyak (BBM) mencari solusi konkret untuk mengatasi antrean solar bersubsidi yang menyulitkan nelayan di wilayah pesisir dan kepulauan.
Menurutnya, kemudahan akses terhadap BBM perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi nelayan di pulau-pulau kecil yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan solar sebagai bahan bakar utama aktivitas melaut.
- Baca juga:
Persoalan tersebut disampaikan Iyeth berdasarkan pengalamannya mengunjungi sejumlah wilayah pesisir di Provinsi Riau, di antaranya Kepulauan Meranti, Pulau Rupat, dan Bengkalis.
Dalam pendalaman bersama mitra sektor energi pada Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (9/10/2026), Iyeth menggambarkan kondisi antrean solar yang harus dihadapi nelayan untuk memenuhi kebutuhan melaut.
“Di sana ngeri, solarnya ngantri. Antrean solarnya panjang sekali, kita merasa kasihan karena nelayan-nelayan itu kesulitan untuk mendapatkan solar subsidi,” ujar Iyeth.
Ia menilai, distribusi BBM bersubsidi di wilayah pesisir perlu mempertimbangkan kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, serta potensi gangguan cuaca yang dapat menghambat mobilitas masyarakat.
Salah satu alternatif yang menurutnya perlu dikaji ialah penyediaan fasilitas penampungan atau sarana penyaluran BBM di pulau-pulau kecil. Dengan demikian, nelayan tidak perlu menempuh perjalanan terlalu jauh hanya untuk mendapatkan solar.
“Bagaimana sebenarnya solusi penyelesaiannya dari BPH Migas maupun Pertamina Patra Niaga? Apa langkah konkret yang harus kita kerjakan?” tanyanya.
Politisi Fraksi PKB tersebut juga mengingatkan risiko keselamatan yang dihadapi nelayan ketika harus menggunakan perahu untuk menempuh perjalanan jauh demi memperoleh BBM.
Kondisi tersebut berpotensi membahayakan apabila persediaan bahan bakar habis sebelum mereka mencapai lokasi tujuan. Karena itu, menurutnya, persoalan akses solar bersubsidi tidak hanya berkaitan dengan distribusi energi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keberlangsungan mata pencaharian nelayan.
Dalam pertemuan tersebut, BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan BBM bagi nelayan memerlukan koordinasi dengan kementerian terkait serta penyesuaian berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.
Penyediaan sarana penyaluran BBM juga menghadapi tantangan, terutama apabila volume kebutuhan di suatu lokasi belum mencukupi untuk mendukung keekonomian usaha.
Menanggapi persoalan tersebut, Iyeth menegaskan Komisi XII DPR RI akan menindaklanjutinya melalui fungsi pengawasan dan koordinasi dengan pihak terkait.
Ia berharap, berbagai kendala distribusi solar bersubsidi di wilayah pesisir dan kepulauan dapat dicarikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi geografis di lapangan.
Dengan akses BBM yang lebih mudah dan distribusi yang tepat sasaran, nelayan di pulau-pulau kecil diharapkan dapat menjalankan aktivitas melaut tanpa harus terbebani antrean panjang maupun perjalanan jauh untuk mendapatkan solar. ***






Komentar Via Facebook :