https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Sabu 3,43 Gram Disimpan dalam Dompet Motif Bunga, Pria di Kampar Diciduk Polisi •   Cegah Gangguan Kamtibmas, Kapolsek Batu Hampar Ajak Warga Rohil Tak Pasif Jaga Lingkungan •   Dansat Brimob Riau Apresiasi Prestasi Penembak, Bripda Rafif Raih Emas di Kejuaraan Pulanggeni •   Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto Hadiri Farewell Parade Herry Heryawan dan Penyambutan Kapolda Baru
Home › Politik › Misbakhun Desak Kemenkeu Cari Akar Masalah Rendahnya Penerimaan Pajak
Politik
Pulau Jawa & Madura

Misbakhun Desak Kemenkeu Cari Akar Masalah Rendahnya Penerimaan Pajak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:54 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Misbakhun Desak Kemenkeu Cari Akar Masalah Rendahnya Penerimaan Pajak

Keterangan Foto: Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. Ket : Humas DPR RI. TD.YS

BANDUNG, Tabloid Diksi — Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta Kementerian Keuangan mengevaluasi secara menyeluruh penyebab belum optimalnya penerimaan pajak. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP), tetapi harus menjadi perhatian bersama.

Hal itu disampaikan Misbakhun dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI di Gedung Keuangan Negara, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026).

    Baca juga:
  • Iyeth Bustami Minta BPH Migas dan Pertamina Cari Solusi Kesulitan BBM Nelayan Pesisir

  • DPR RI Tegaskan Pejabat Pemerintahan Wajib Patuhi Putusan Pengadilan Inkrah

  • DPR Minta Reforma Agraria Dipercepat, Penyelesaian Konflik Pertanahan Jadi Prioritas

Misbakhun menyoroti realisasi penerimaan pajak di Jawa Barat yang baru mencapai sekitar Rp77 triliun dari target Rp122 triliun hingga 30 September 2026. Dengan capaian sekitar 63 persen, otoritas pajak masih harus mengejar selisih penerimaan dalam tiga bulan terakhir tahun ini.

“Ini bukan persoalan DJP saja, bukan. Ini persoalan kita bersama. Kita harus menyampaikan dengan hati yang terbuka, ini persoalannya di mana?” tegas Misbakhun.

Ia menilai, upaya mengejar target penerimaan pajak menjelang akhir tahun bukan perkara mudah. Karena itu, pemerintah perlu mengidentifikasi penyebab mendasar belum optimalnya penerimaan, alih-alih hanya mendorong peningkatan setoran pajak dalam waktu yang tersisa.

Menurut Misbakhun, DPR RI telah memberikan sejumlah instrumen untuk mendukung optimalisasi penerimaan negara. Di antaranya akses terhadap data perbankan dan pertukaran informasi keuangan lintas negara melalui Automatic Exchange of Information (AEOI).

Ia juga menyinggung penerapan sistem administrasi perpajakan Coretax yang diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mendongkrak rasio pajak atau tax ratio.

Namun, Misbakhun mempertanyakan belum sepadannya peningkatan rasio pajak dengan pertumbuhan ekonomi dan produk domestik bruto (PDB). Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dikaji untuk mengetahui potensi penerimaan yang belum tergarap secara maksimal.

“Pertumbuhan ekonomi kita selalu naik, tapi tidak sinkron dengan pertumbuhan tax ratio kita. Pertumbuhan penerimaan pajak naik, tapi tidak menaikkan tax ratio kita. PDB naik. Ini kita cari deltanya, ke mana hilangnya?” ujarnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu turut membandingkan kebijakan perpajakan Indonesia dengan Vietnam. Ia menyinggung pengalaman negara tersebut yang disebut mampu mencatat pertumbuhan ekonomi hampir 10 persen meskipun menurunkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN).

Meski demikian, Misbakhun mengakui bahwa kondisi ekonomi dan karakteristik kedua negara berbeda. Menurutnya, perbandingan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi untuk mencari pendekatan kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan penerimaan negara.

Ia pun meminta Kementerian Keuangan berani meninjau kembali strategi perpajakan yang selama ini diterapkan. Evaluasi, kata dia, harus berangkat dari identifikasi persoalan mendasar agar kebijakan yang dihasilkan mampu memberikan dampak nyata.

Misbakhun menegaskan, Komisi XI DPR RI siap mendukung perubahan regulasi apabila diperlukan untuk memperbaiki sistem perpajakan dan mengoptimalkan penerimaan negara.

“Jangan berharap hasil yang berbeda kalau caranya sama. Kalau butuh undang-undang, kita kasih, Pak,” tandasnya.

Menanggapi sorotan tersebut, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengakui masih terdapat ruang untuk perbaikan dalam upaya mengoptimalkan penerimaan negara.

Ia berharap arahan dan masukan dari pimpinan serta anggota Komisi XI DPR RI dapat membantu DJP mengatasi tantangan penerimaan pajak, menjaga daya saing industri, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bimo menyebutkan, fokus DJP hingga akhir tahun adalah mengamankan penerimaan negara melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta penguatan pengawasan yang lebih akurat.

“Ukuran keberhasilan kita adalah penerimaan negara yang kuat, dunia usaha yang tumbuh sehat, serta masyarakat yang semakin sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Barat I, Yunirwansyah, menyampaikan bahwa upaya perluasan basis pajak telah memberikan tambahan penerimaan bagi negara.

“Pajak baru bisa kita perluas yang sebelumnya tidak ada yang membayar, sekarang bisa membayar Rp1,8 triliun,” tandasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perluasan basis pajak menjadi salah satu langkah yang ditempuh DJP untuk meningkatkan penerimaan. Namun, evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kebijakan perpajakan tetap diperlukan guna mengoptimalkan potensi penerimaan negara. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Komisi IXDPR RIMukhamad MisbakhunPajak
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    DPR RI Tegaskan Pejabat Pemerintahan Wajib Patuhi Putusan Pengadilan Inkrah

    Jumat, 09 Okt 2026 | 18:16 WIB
  • Politik

    DPR Minta Reforma Agraria Dipercepat, Penyelesaian Konflik Pertanahan Jadi Prioritas

    Jumat, 09 Okt 2026 | 18:09 WIB
  • Politik

    RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Segera Dibawa ke Paripurna DPR

    Senin, 05 Okt 2026 | 17:39 WIB
  • Politik

    Komisi VIII Pastikan Biaya Pelunasan Haji 2027 Lebih Ringan

    Rabu, 07 Okt 2026 | 20:28 WIB
  • Politik

    DPR Siap Bahas RUU Perampasan Aset

    Selasa, 06 Okt 2026 | 16:25 WIB

Terpopuler

  • #1

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB
  • #2

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB
  • #3

    Kualitas Udara Kurang Baik, Polsek Payung Sekaki Bagikan 500 Masker ke Pengguna Jalan

    Kamis, 08 Okt 2026 - 09:47 WIB
  • #4

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 - 19:36 WIB
  • #5

    Warga Tampan Terima Sembako dari Polsek Payung Sekaki dan Komunitas BLB

    Selasa, 29 Sep 2026 - 14:55 WIB
  • #6

    Polsek Payung Sekaki Masuk Kampung Cegah Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

    Senin, 28 Sep 2026 - 15:31 WIB
  • #7

    HUT TNI ke-81, Polsek Payung Sekaki Sambangi Den Inteldam Bawa Kue: Sinergi Jadi Kunci Jaga Kamtibmas

    Selasa, 06 Okt 2026 - 14:58 WIB
  • #8

    HUT TNI ke-81, Kapolsek Bukit Raya Datang Bawa Kue: Pesannya Tegas, TNI-Polri Harus Solid

    Senin, 05 Okt 2026 - 13:26 WIB
  • #9

    Dini Hari Polisi Bergerak, Polsek Bukit Raya Bidik Pelaku Curat hingga Curanmor

    Selasa, 29 Sep 2026 - 10:43 WIB

HUKRIM

  • Sabu 3,43 Gram Disimpan dalam Dompet Motif Bunga, Pria di Kampar Diciduk Polisi

    Sabu 3,43 Gram Disimpan dalam Dompet Motif Bunga, Pria di Kampar Diciduk Polisi

    Senin, 12 Okt 2026 | 13:09 WIB
  • Sabu 0,41 Gram Ditemukan di Atas Kasur, Pria di Kampar Ditangkap Polisi

    Sabu 0,41 Gram Ditemukan di Atas Kasur, Pria di Kampar Ditangkap Polisi

    Minggu, 11 Okt 2026 | 09:44 WIB
  • Berawal dari Laporan Warga, Polsek XIII Koto Kampar Tangkap Pria Diduga Pengedar Sabu

    Berawal dari Laporan Warga, Polsek XIII Koto Kampar Tangkap Pria Diduga Pengedar Sabu

    Jumat, 09 Okt 2026 | 11:13 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Sunco Lebih Murah di Helat Pelalawan, Musim Mas Siapkan 7,5 Ton Stok

    Sunco Lebih Murah di Helat Pelalawan, Musim Mas Siapkan 7,5 Ton Stok

    Jumat, 09 Okt 2026 | 20:36 WIB
  • Riau Jajaki Pelabuhan Buruk Bakul, Bidik Pasar Asia Tenggara

    Riau Jajaki Pelabuhan Buruk Bakul, Bidik Pasar Asia Tenggara

    Jumat, 09 Okt 2026 | 19:15 WIB
  • APBN 2026-2027 Tak Andalkan Dividen Danantara, Menkeu Ungkap Fokus Pemerintah

    APBN 2026-2027 Tak Andalkan Dividen Danantara, Menkeu Ungkap Fokus Pemerintah

    Kamis, 08 Okt 2026 | 10:53 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com