https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Gerindra Dukung Muhammad Rahul Maju Pilgub Riau 2029 •   Pansus: Desain UMKM Bisa Jadi Aset untuk Akses Pembiayaan •   Swasembada Susu Dikebut, DPR Soroti Potensi Sapi Gratis •   Polsek Payung Sekaki Masuk Kampung Cegah Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan
Home › Politik › Swasembada Susu Dikebut, DPR Soroti Potensi Sapi Gratis
Politik
Pulau Jawa & Madura

Swasembada Susu Dikebut, DPR Soroti Potensi Sapi Gratis

Senin, 28 September 2026 | 15:56 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Swasembada Susu Dikebut, DPR Soroti Potensi Sapi Gratis

Keterangan Foto: Kunjungan rombongan Komisi IV DPR RI di Koperasi Usaha Tani Ternak, Pasuruan. Foto : Humas DPR RI. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mendorong percepatan swasembada susu nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri dan pengembangan sapi lokal yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim Indonesia.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap susu impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

    Baca juga:
  • Gerindra Dukung Muhammad Rahul Maju Pilgub Riau 2029

  • Pansus: Desain UMKM Bisa Jadi Aset untuk Akses Pembiayaan

  • Komisi II Dorong Percepatan RDTR dan Sinkronisasi Data LSD

Hal itu disampaikan Kharis saat memimpin kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (28/9/2026).

Kharis mengatakan pemenuhan kebutuhan susu nasional dari produksi dalam negeri merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, peternak, koperasi, dan industri.

“Selain kita harus segera fokus memenuhi kebutuhan susu dalam negeri dengan cara produksi sendiri, tidak dipenuhi melalui impor, saya kira ini menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus kita selesaikan bersama,” ujar politikus Fraksi PKS tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Kharis juga menyoroti potensi sapi Grati yang dinilai memiliki kemampuan beradaptasi dengan iklim panas, termasuk di wilayah dataran rendah dan pesisir.

Ia menilai keunggulan genetik sapi Grati perlu dikembangkan melalui program pemuliaan sehingga dapat menghasilkan bibit unggul asli Indonesia.

“Sapi Grati memiliki daya tahan terhadap panas dan memiliki keunggulan genetik yang perlu diperhatikan. Potensi ini harus terus dikembangkan melalui pemuliaan hingga menjadi bibit unggul asli Indonesia yang dapat dipelihara di daerah dataran rendah dan wilayah panas,” jelasnya.

Terkait impor susu, Kharis menyebut kebijakan tersebut masih diperlukan selama produksi dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan nasional. Namun, volume impor harus terus ditekan seiring meningkatnya produksi peternak lokal.

“Kalau produksi susu dalam negeri belum cukup, impor boleh dilakukan, tetapi harus dibatasi dan terus dikurangi. Semakin kecil impor, berarti produksi dalam negeri semakin meningkat,” katanya.

Untuk mendukung percepatan swasembada susu, Kharis menekankan pentingnya dukungan terhadap ketersediaan lahan, pakan, pupuk, regulasi, serta peningkatan efisiensi usaha peternakan.

Menurutnya, perubahan pola pikir juga diperlukan agar usaha sapi perah semakin menarik bagi generasi muda.

Sementara itu, Ketua KUTT Suka Makmur Evi Zainal Abidin mengatakan sapi perah dataran rendah yang dikembangkan di Pasuruan telah bertahan lebih dari 100 tahun secara turun-temurun.

Menurut Evi, pengalaman panjang tersebut menunjukkan kemampuan sapi lokal beradaptasi dengan lingkungan tropis Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan kepada Ibu Ketua dan anggota bahwa di Indonesia sudah ada peternakan sapi perah dataran rendah yang sudah established, bahkan lebih dari 100 tahun. Ini sudah dilakukan secara turun-temurun dan peternaknya sudah sangat terampil,” ujar Evi.

Ia berharap pola pengembangan sapi perah dataran rendah di Pasuruan dapat didukung dan diterapkan di wilayah lain, khususnya di luar Jawa.

Evi menyebut sekitar 95 persen produksi susu nasional masih berasal dari Pulau Jawa, sementara potensi hijauan pakan ternak cukup banyak tersedia di luar Jawa.

“Kalau kita bicara luar Jawa, yang tidak membutuhkan perawatan terlalu rumit adalah sapi yang genetikanya sudah stabil dan sudah dikenal sebagai sapi dataran rendah Indonesia,” tutup Evi. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Swasembada SusuKomisi IVDPR RIKunkerKUTT
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Komisi II Dorong Percepatan RDTR dan Sinkronisasi Data LSD

    Jumat, 25 Sep 2026 | 18:40 WIB
  • Politik

    Komisi X DPR Soroti Keterbatasan Fasilitas Wisata di KCBN Sangiran

    Jumat, 25 Sep 2026 | 18:16 WIB
  • Politik

    DPR RI Dorong Pendampingan Maksimal bagi PMI Nenah Arsinah

    Kamis, 24 Sep 2026 | 18:36 WIB
  • Politik

    Komisi XIII Soroti Fasilitas Mirip Apartemen di Lapas Cibinong

    Kamis, 24 Sep 2026 | 18:25 WIB
  • Politik

    Komisi VI Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Iran

    Kamis, 24 Sep 2026 | 18:19 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #2

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #3

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #4

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #5

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #6

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #7

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #8

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #9

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB

HUKRIM

  • Sabu 17,57 Gram dan 3 Pil Happy Five Disita dari Rumah di Kamter, 4 Pria Diamankan

    Sabu 17,57 Gram dan 3 Pil Happy Five Disita dari Rumah di Kamter, 4 Pria Diamankan

    Minggu, 27 Sep 2026 | 14:01 WIB
  • Polisi Geledah Rumah Warga Koto Damai, 7 Paket Sabu Ditemukan di Atas Lemari

    Polisi Geledah Rumah Warga Koto Damai, 7 Paket Sabu Ditemukan di Atas Lemari

    Minggu, 27 Sep 2026 | 13:34 WIB
  • Belum Sempat Tawuran, Belasan Remaja di Rumbai Keburu Diciduk Tim RAGA

    Belum Sempat Tawuran, Belasan Remaja di Rumbai Keburu Diciduk Tim RAGA

    Sabtu, 26 Sep 2026 | 16:53 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com