Home › Nasional › Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun
Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun
Keterangan Foto: Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. Foto : BPMI Setpres. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi — Pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun kepada Bank Indonesia (BI). Pelunasan tersebut menandai berakhirnya kewajiban pemerintah kepada BI atas obligasi yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis keuangan 1997-1998.
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, pembayaran utang tersebut telah selesai dan menjadi penutup atas penerbitan obligasi penanganan krisis yang berlangsung hampir tiga dekade lalu.
- Baca juga:
“Utang yang obligasi yang Rp218,3 triliun itu dibayar, sudah selesai. Sudah tuntas kita bayar,” ujar Suahasil dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Menurut Suahasil, kewajiban tersebut tercatat sebagai utang pemerintah kepada BI dan dibayarkan secara bertahap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembayaran terakhir dilakukan pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang bersumber dari surplus BI.
Ia menjelaskan, surplus yang diperoleh BI dalam menjalankan operasionalnya, sesuai ketentuan, dapat disetorkan ke kas negara dan dicatat sebagai PNBP. Penerimaan tersebut kemudian digunakan untuk membayar utang yang muncul akibat penanganan krisis keuangan 1997-1998.
“Penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari surplus BI seperti ini, itu digunakan untuk membayar utang yang dibuat ketika penanganan krisis dulu itu,” jelasnya.
Meski utang pemerintah kepada BI telah lunas, Suahasil menegaskan penyelesaian kewajiban tersebut tidak menghapus hak negara untuk menagih kewajiban para obligor dan debitur BLBI.
Pemerintah, kata dia, tetap memiliki hak tagih terhadap kewajiban obligor maupun debitur yang belum diselesaikan. Penagihan tersebut akan terus dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah akan terus melanjutkan penagihan kewajiban kepada debitur dan obligor tersebut,” tegasnya.
Suahasil menambahkan, Presiden Prabowo Subianto menyambut baik penyelesaian utang obligasi tersebut. Pelunasan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Indonesia dalam menangani dampak krisis ekonomi sekaligus menjadi pembelajaran bagi pengelolaan kebijakan makroekonomi nasional.
“Tentu ini menjadi pembelajaran yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia, bagi kebijakan makroekonomi Indonesia, sehingga menjadi catatan sejarah dan ditutup. Pada hari ini, utang ke BI untuk obligasi BLBI selesai dibayar tuntas lunas,” tandasnya. ***


Komentar Via Facebook :