https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   745 Kasus DBD Tercatat di Pekanbaru, DPRD Ingatkan Warga Waspada •   Gebyar Pemuda Kuansing 2026 Dibuka, Muklisin Ajak Generasi Muda Berkontribusi •   BRIN Kembangkan Teknologi Prediksi Karhutla hingga Enam Bulan ke Depan •   Rp1,24 Triliun Bantuan Karhutla Disalurkan, Mendagri Ingatkan Penggunaan Anggaran
Home › Hukum › Bukan Sekadar Gelper, Dugaan Perjudian 'Doraemon' Pekanbaru Perlu Diusut Tuntas
Hukum
Pekanbaru

Bukan Sekadar Gelper, Dugaan Perjudian 'Doraemon' Pekanbaru Perlu Diusut Tuntas

Kamis, 10 September 2026 | 19:57 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Bukan Sekadar Gelper, Dugaan Perjudian

Keterangan Foto: Illustasi. TD.YS

PEKANBARU, Tabloid Diksi  – Dugaan aktivitas perjudian berkedok gelanggang permainan (gelper) kembali mencuat di Kota Pekanbaru. Kali ini, sorotan mengarah ke sebuah lokasi yang dikenal dengan nama “Doraemon” di kawasan Jalan Setiabudhi, Pekanbaru, pada Selasa (8/9/2026).

Keberadaan lokasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah aktivitas yang berlangsung benar-benar sebatas permainan ketangkasan, atau terdapat praktik perjudian yang diduga disamarkan melalui operasional gelper?

    Baca juga:
  • Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, KPK Periksa Sestama BNPB Selama Tujuh Jam

  • Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Arman Achdiat: Kita Akan Tutup Jalur Narkoba 

  • Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru

Pertanyaan itu semakin mengemuka setelah beredar informasi mengenai dugaan adanya pihak tertentu yang disebut-sebut memberikan perlindungan terhadap aktivitas di lokasi tersebut.

Namun, informasi mengenai dugaan “beking” itu hingga kini masih sebatas klaim yang belum terverifikasi. Nama Abdul juga disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas di “Doraemon”. Meski demikian, belum terdapat bukti yang dapat memastikan keterlibatan maupun peran Abdul dalam aktivitas tersebut.

Karena itu, seluruh informasi tersebut perlu diuji melalui proses klarifikasi dan penyelidikan oleh aparat penegak hukum berdasarkan fakta serta bukti yang ditemukan di lapangan.

Bukan Sekadar Mesin Permainan

Jika nantinya ditemukan unsur perjudian, penanganan perkara semestinya tidak berhenti pada pemeriksaan mesin maupun pemain di lokasi.

Aparat perlu mengurai secara menyeluruh bagaimana sistem permainan tersebut dijalankan. Termasuk apakah terdapat transaksi uang, pemberian hadiah berdasarkan hasil permainan, mekanisme penukaran poin, atau bentuk transaksi lainnya yang dapat mengarah pada unsur perjudian.

Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang mengendalikan operasional lokasi tersebut.

Sebuah aktivitas usaha yang berlangsung secara rutin tentunya memiliki mekanisme pengelolaan. Mulai dari penyediaan tempat, pengoperasian permainan, pengaturan transaksi hingga pihak yang menikmati keuntungan.

Di sinilah penyelidikan secara menyeluruh menjadi penting.

Apabila dugaan perjudian terbukti, publik tentu berharap proses hukum tidak hanya menyasar pihak yang berada di lapangan. Aparat juga perlu menelusuri pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan serta operasional kegiatan tersebut sesuai bukti yang ditemukan.

Isu “Beking” Harus Dibuktikan

Bagian paling sensitif dalam persoalan ini adalah munculnya isu mengenai dugaan “beking”.

Tudingan tersebut tidak boleh serta-merta dianggap sebagai fakta tanpa bukti. Namun, apabila penyelidikan menemukan indikasi adanya pihak yang sengaja memberikan perlindungan sehingga aktivitas ilegal dapat terus berlangsung, persoalannya tentu menjadi lebih serius.

Karena itu, aparat perlu menelusuri apakah terdapat pihak lain yang diduga membantu, melindungi, atau memungkinkan aktivitas tersebut tetap berjalan.

Transparansi menjadi penting dalam persoalan ini.

Masyarakat berhak mengetahui apakah informasi yang beredar memiliki dasar berdasarkan hasil pemeriksaan atau hanya sebatas rumor. Jika dugaan tidak terbukti, hasil pemeriksaan seharusnya dapat dijelaskan secara terbuka.

Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran, proses hukum harus dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti, tanpa melihat siapa pemilik usaha maupun siapa pihak yang diduga berada di belakangnya.

Polda Riau Didorong Turun Tangan

Munculnya dugaan aktivitas perjudian sekaligus isu mengenai pihak yang disebut-sebut sebagai pelindung layak mendapat perhatian aparat penegak hukum, termasuk Polda Riau.

Jika memang terdapat informasi awal yang memadai, aparat dapat melakukan langkah sesuai kewenangan untuk mengklarifikasi dan menyelidiki kebenaran informasi tersebut.

Apalagi perjudian merupakan aktivitas yang dilarang dan penertibannya memiliki dasar hukum, antara lain Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar razia sesaat.

Jika benar terdapat praktik perjudian, mekanismenya perlu diungkap. Jika ada pihak yang diduga memberikan perlindungan, hal tersebut perlu ditelusuri dan dibuktikan. Apabila ditemukan oknum yang terlibat, proses hukum harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, apabila seluruh dugaan tersebut tidak terbukti, aparat juga perlu memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, persoalan “Doraemon” menjadi salah satu ujian bagi penegakan hukum di Pekanbaru.

Publik membutuhkan kepastian berdasarkan fakta: apakah benar terdapat praktik perjudian, siapa pihak yang bertanggung jawab atas operasionalnya, serta apakah terdapat pihak lain yang terlibat atau memberikan perlindungan.

Jika terbukti melanggar, tindak sesuai hukum. Jika ditemukan jaringan di belakangnya, ungkap berdasarkan bukti. Jika ada oknum yang terlibat, proses secara profesional.

Namun jika tidak terbukti, sampaikan pula hasil pemeriksaan secara transparan kepada publik.

Dengan demikian, persoalan “Doraemon” tidak berhenti sebagai rumor, melainkan mendapatkan kepastian berdasarkan fakta dan proses hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Dugaan PerjudianGelperDoraemon
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sorotan

    15 Anggota PEKAT IB Jadi Tersangka Ricuh Sweeping Gelper King Zone di Pekanbaru

    Selasa, 19 Nov 2024 | 20:34 WIB
  • Hukum

    SPKN Desak APH Pekanbaru Tutup Gelper 

    Kamis, 09 Mei 2024 | 10:32 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #4

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #5

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #6

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB
  • #9

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB

HUKRIM

  • Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, KPK Periksa Sestama BNPB Selama Tujuh Jam

    Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, KPK Periksa Sestama BNPB Selama Tujuh Jam

    Selasa, 27 Okt 2026 | 19:27 WIB
  • Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Arman Achdiat: Kita Akan Tutup Jalur Narkoba 

    Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Arman Achdiat: Kita Akan Tutup Jalur Narkoba 

    Selasa, 27 Okt 2026 | 13:02 WIB
  • Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru

    Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru

    Selasa, 27 Okt 2026 | 10:20 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Wamendag Roro Dorong Fesyen Lokal Tembus Pasar Global Lewat JFW 2027

    Wamendag Roro Dorong Fesyen Lokal Tembus Pasar Global Lewat JFW 2027

    Selasa, 27 Okt 2026 | 19:01 WIB
  • Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan

    Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan

    Selasa, 27 Okt 2026 | 10:03 WIB
  • Transfer ke Daerah Riau Menyusut, Dana Bagi Hasil Anjlok 57,62 Persen

    Transfer ke Daerah Riau Menyusut, Dana Bagi Hasil Anjlok 57,62 Persen

    Selasa, 27 Okt 2026 | 09:58 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com