Home › Peristiwa › Gubri SF Hariyanto Gerakkan Semua Kekuatan, Puncak Karhutla di Depan Mata
Gubri SF Hariyanto Gerakkan Semua Kekuatan, Puncak Karhutla di Depan Mata
Keterangan Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto (tengah), Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan (kanan). TD/YS
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Memasuki periode yang diperkirakan rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kesiapan bersama unsur TNI-Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perusahaan pemegang izin pengelolaan lahan.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Senin (7/9/2026). Pertemuan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.
- Baca juga:
Rapat turut dihadiri Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan. Sementara sejumlah peserta lainnya mengikuti pembahasan melalui konferensi video.
Dalam pertemuan itu, pemerintah, TNI-Polri dan sektor usaha menyamakan pola penanganan untuk mengantisipasi munculnya titik api, khususnya di wilayah yang berada dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) maupun Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).
Tiga aspek menjadi perhatian utama, yakni memperkuat langkah pencegahan, meningkatkan kemampuan deteksi dini, serta memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat ketika kebakaran ditemukan.
Perusahaan pemegang HGU dan PBPH juga diminta meningkatkan pemantauan di kawasan konsesi masing-masing. Selain pengawasan, kesiapan sumber daya manusia, peralatan pemadaman dan fasilitas pendukung harus dipastikan agar setiap indikasi kebakaran dapat segera direspons.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo mengatakan persoalan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, masing-masing unsur harus memahami tugas dan kewenangan agar penanganan di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini. Koordinasi di lapangan harus cepat dan setiap unsur harus menjalankan perannya sehingga potensi kebakaran dapat dicegah dan apabila terjadi dapat segera ditangani sebelum meluas,” tegas Agus.
Ia menilai kecepatan bertindak sangat menentukan dalam mengendalikan kebakaran. Api yang terlambat ditangani berpotensi berkembang dan menyulitkan proses pemadaman, sehingga kesiapan sebelum kejadian menjadi salah satu faktor penting.
Melalui rakor tersebut, pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan dunia usaha kembali memperkuat pola kerja lintas sektor, terutama untuk memastikan pengawasan di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran.
Sinergi tersebut diharapkan mampu membuat upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla di Riau berlangsung lebih cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran selama periode rawan kebakaran.






Komentar Via Facebook :