Home › Peristiwa › Karhutla Pecah di 3 Lokasi Bengkalis, Gambut Terbakar dan Api Belum Sepenuhnya Jinak
Karhutla Pecah di 3 Lokasi Bengkalis, Gambut Terbakar dan Api Belum Sepenuhnya Jinak
Keterangan Foto: Karhutla Pecah di 3 Lokasi Bengkalis. Dok. Humas.TD/Azhar
BENGKALIS,Tabloid Diksi – Belum sepenuhnya lepas dari ancaman karhutla, Kabupaten Bengkalis kembali menghadapi tiga titik kebakaran sekaligus. Pada Jumat (4/9/2026), api membakar lahan di Siak Kecil, Talang Muandau dan Rupat dengan total luas mencapai sekitar 6,3 hektare.
Kondisi paling serius terjadi di Kecamatan Siak Kecil. Kebakaran melanda sekitar 5 hektare lahan gambut di areal HGU PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Desa Bandar Jaya. Cuaca panas dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang berupaya menghentikan penyebaran api.
- Baca juga:
Sejak sekitar pukul 09.00 WIB, tim gabungan dikerahkan. Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA, pemerintah desa, masyarakat dan pihak perusahaan bahu-membahu memadamkan api. Bahkan sekitar 70 personel PT TKWL ikut diterjunkan.
Api berhasil dipadamkan, tetapi petugas belum menurunkan kewaspadaan. Asap masih muncul dari beberapa bagian lahan sehingga pendinginan terus dilakukan. Kondisi tanah gambut membuat bara di bawah permukaan berpotensi kembali menyala jika tidak ditangani secara menyeluruh.
Di Talang Muandau, tantangan lebih berat. Sekitar 1 hektare lahan gambut dan hutan belukar di Desa Tasik Serai Timur terbakar. Tim gabungan yang datang ke lokasi menemukan titik api yang masih menyala, namun akses menuju sumber kebakaran belum ditemukan dan sumber air di sekitar lokasi telah kering.
Kondisi tersebut memaksa tim menyiapkan strategi lanjutan. BBKSDA berkoordinasi dengan BBKSDA Provinsi untuk meminta dukungan water bombing, sementara pemadaman darat akan kembali dilakukan setelah akses menuju titik api dapat ditemukan.
Di Kecamatan Rupat, kebakaran sekitar 0,3 hektare lahan semak belukar dan kebun sawit di Desa Teluk Lecah berhasil dilokalisir. Meski demikian, asap masih terlihat di beberapa bagian tengah sehingga personel Polsek Rupat, TNI, MPA dan masyarakat tetap melakukan pemadaman serta pendinginan.
Polres Bengkalis menegaskan penanganan tidak berhenti setelah api terlihat padam. Monitoring terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang kembali memicu kebakaran. Polisi juga melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran dan kepemilikan lahan di masing-masing lokasi.
Dengan total sekitar 6,3 hektare lahan terbakar dalam sehari, ancaman karhutla di Bengkalis kembali menjadi perhatian serius. Seluruh unsur terkait masih disiagakan untuk mencegah api meluas dan memastikan setiap titik kebakaran benar-benar aman.






Komentar Via Facebook :