Home › Peristiwa › Api Permukaan Padam Bukan Berarti Aman, Polisi Perketat Gambut Kerumutan
Api Permukaan Padam Bukan Berarti Aman, Polisi Perketat Gambut Kerumutan
Keterangan Foto: Personel Berjibaku Padamkan Karhutla. Dok.Humas.TD/Azhar
PEKANBARU,Tabloid Diksi – Jumlah hotspot di Riau memang merosot tajam, tetapi ancaman karhutla belum berakhir. Dari 256 titik sehari sebelumnya, hotspot pada Rabu (26/8/2026) pagi turun menjadi 100 titik atau berkurang 60,9 persen.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyebut penurunan tersebut sebagai perkembangan positif. Namun, sembilan hotspot kategori high masih harus segera diverifikasi karena berpotensi menjadi sumber kebakaran baru.
- Baca juga:
Pelalawan menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 28 titik. Kondisi ini membuat kawasan tersebut mendapat perhatian khusus, terutama Kecamatan Kerumutan yang didominasi lahan gambut.
Di Kerumutan, hotspot sebenarnya telah turun signifikan. Sehari sebelumnya tercatat 84 titik, kini menjadi 28 titik atau turun 66,67 persen.
Namun, ancaman terbesar justru berada di balik permukaan tanah. Dari total 969,60 hektare lahan yang terbakar, baru 763,22 hektare atau 78,71 persen yang berhasil dipadamkan. Sekitar 206,38 hektare masih dalam penanganan.
“Kerumutan ini gambut. Yang kita hadapi bukan hanya api yang terlihat, tetapi juga bara di bawah permukaan,” ujar Herry.
Karena itu, petugas tidak berhenti setelah api terlihat padam. Pendinginan dilakukan berulang kali, sementara lokasi yang telah ditangani terus dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali api.
Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Riau ikut membantu menekan hotspot. Bengkalis, Rokan Hilir, Dumai, Siak, Rokan Hulu serta sebagian Pekanbaru dan Kampar tercatat mendapatkan curah hujan.
Namun, Kerumutan belum memperoleh hujan signifikan. Kondisi tersebut membuat lahan gambut di wilayah itu tetap berisiko terbakar dan membutuhkan penanganan ekstra.
Personel gabungan Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan. Patroli darat maupun udara juga terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang luput.
“Target kita bukan sekadar menurunkan jumlah hotspot. Yang harus dipastikan adalah api dan bara benar-benar padam serta tidak muncul kembali,” tegas Herry.
Kapolda memastikan jajaran tetap siaga penuh sampai seluruh area karhutla dinyatakan aman. Penanganan dilakukan secara terpadu melalui fire fighting, fire prevention dan early intervention, dengan deteksi dini sebagai kunci mencegah kebakaran kembali meluas.






Komentar Via Facebook :