Home › Daerah › Kontes Ikan Cupang di Mal SKA, Wali Kota Pekanbaru Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatift
Kontes Ikan Cupang di Mal SKA, Wali Kota Pekanbaru Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatift
Keterangan Foto: Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menghadiri Kontes Ikan Cupang Tahun 2026 di Atrium Mal SKA, Selasa (25/8/2026), dalam rangka memeriahkan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. TD/YS/pekanbaru.go.id.
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi pelaksanaan Kontes Ikan Cupang Tahun 2026 yang digelar di Atrium Mal SKA, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang turut menjadi bagian dari peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Agustus 2026. Kontes ikan hias ini mendapat sambutan dari masyarakat dan para penghobi ikan cupang.
- Baca juga:
Agung menilai keberadaan kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Kota Pekanbaru.
"Ini acara yang bagus sekali. Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi, peluang usaha, dan potensi pengembangan berbasis kreativitas masyarakat," ujar Agung.
Menurutnya, ikan cupang atau Betta splendens memiliki beragam bentuk, warna, serta karakter yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta ikan hias. Tingginya minat masyarakat terhadap ikan cupang membuat komoditas tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
Agung menyebutkan, ikan cupang tidak hanya dapat dijadikan hewan peliharaan, tetapi juga mempunyai nilai ekonomi dalam sektor budidaya dan perdagangan ikan hias.
"Keunggulan ini membuat ikan cupang tidak hanya diminati sebagai ikan peliharaan, tetapi juga memiliki nilai kompetitif dalam industri budidaya dan perdagangan ikan hias," katanya.
Ia melihat peluang usaha dari sektor ikan hias cukup luas. Rantai bisnisnya dapat dimulai dari pembenihan, pembudidayaan, pemasaran, pameran hingga penyelenggaraan kontes.
Menurut Agung, perkembangan ekosistem ikan hias dapat memberikan ruang bagi berbagai pihak, mulai dari pembudidaya, penghobi, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), komunitas hingga pelaku ekonomi kreatif.
"Maka dari itu, ekosistem ikan hias dapat membuka peluang bagi pembudidaya, penghobi, pelaku UMKM, komunitas, hingga sektor ekonomi kreatif lainnya," jelasnya.
Ia berharap kontes ikan cupang tersebut dapat menjadi wadah untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai ikan hias sekaligus mempertemukan pelaku usaha dan komunitas.
Menurutnya, interaksi tersebut penting untuk membangun jaringan dan mendorong perkembangan industri ikan hias di Pekanbaru.
Agung juga menilai kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, memperluas pasar dan mendapatkan jaringan konsumen baru.
Sementara bagi penghobi dan komunitas, kontes dapat menjadi tempat bertukar pengalaman serta melahirkan berbagai inovasi dalam pengembangan dan budidaya ikan cupang.
"Khususnya bagi pelaku UMKM, ini bisa menjadi momentum untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, dan membangun jaringan konsumen. Sementara bagi penghobi dan komunitas, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam budidaya ikan cupang," pungkasnya.






Komentar Via Facebook :