https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Prabowo Percepat Revitalisasi Lebih dari 200 Museum dan Situs Budaya •   RUU Sisdiknas Bakal Atur Penyetaraan Ijazah Luar Negeri •   Wamenko Sebut Inflasi Indonesia Lebih Dipengaruhi Kenaikan Biaya dan Pasokan •   Prabowo Tunjuk Satyawan Pudyatmoko Pimpin Badan Gambut dan Mangrove Nasional
Home › Ekonomi › Harga Ayam Potong di Pekanbaru Melonjak hingga Rp42 Ribu per Kilogram
Ekonomi
Pekanbaru

Harga Ayam Potong di Pekanbaru Melonjak hingga Rp42 Ribu per Kilogram

Senin, 24 Agustus 2026 | 10:46 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Harga Ayam Potong di Pekanbaru Melonjak hingga Rp42 Ribu per Kilogram

Keterangan Foto: Pedagang menjual ayam potong di Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, Kamis (20/8/2026).TD/YS/riaupos.jawapos.com.

PEKANBARU, Tabloid Diksi – Harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional dan tempat pemotongan ayam di Kota Pekanbaru mengalami kenaikan cukup tajam. Saat ini, ayam ukuran kecil dijual sekitar Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram, sedangkan ayam berukuran besar berada di kisaran Rp38.000 per kilogram.

Kenaikan tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pangan. Padahal sebelumnya, harga ayam potong masih berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

    Baca juga:
  • Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia-Mesir di Bidang Ekonomi hingga Pertahanan

  • Wamenko Sebut Inflasi Indonesia Lebih Dipengaruhi Kenaikan Biaya dan Pasokan

  • Sunco Lebih Murah di Helat Pelalawan, Musim Mas Siapkan 7,5 Ton Stok

Salah seorang warga Pekanbaru, Mulyati, mengaku terpaksa mengurangi pembelian karena harga ayam yang semakin mahal. Ia bahkan memilih membeli ayam dalam potongan lebih kecil serta hati ayam yang harganya dinilai lebih terjangkau.

“Sekarang semuanya mahal. Mau tidak mau saya beli ayam separuh badan. Dan beli hati ayam karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan ayam potong utuh,” ujar Mulyati.

Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah untuk mengendalikan harga pangan. Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih belum sepenuhnya stabil.

“Semenjak ada MBG lah ayam dan semuanya mahal. Pas MBG libur, murah harga ayam. Kalau bisa pemerintah segera bertindak, jangan dibiarkan terus,” katanya.

Sementara itu, pedagang ayam potong di Pasar Cik Puan, Sri Arisma, mengatakan kenaikan harga telah berlangsung sejak Juli 2026 dan terus mengalami peningkatan hingga saat ini.

Sri menyebutkan, pedagang tidak mengetahui secara pasti penyebab utama kenaikan tersebut. Namun, harga yang diberikan distributor memang sudah mengalami peningkatan.

“Sekarang sudah menyentuh Rp40 ribu per kilogram. Kami pedagang sebenarnya tidak tahu pasti apa penyebab utamanya. Dari distributor harganya memang sudah naik,” ungkap Sri, Kamis (20/8/2026).

Tidak hanya harga, pasokan ayam yang diterima pedagang juga mengalami penurunan. Sri mengatakan jumlah ayam yang biasanya diterima pedagang kini jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

Menurutnya, pedagang yang sebelumnya bisa memperoleh sekitar delapan hingga 10 kotak ayam, kini hanya mendapatkan sekitar tiga sampai empat kotak.

“Jumlah ayam itu kurang dari tingkat distributor. Habis untuk MBG. Makanya kami biasanya dapat 10, minimal 8 kotak, sekarang dijatah hanya 3 sampai 4 kotak ayam potong,” keluhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru, Yulianis, membenarkan adanya kenaikan harga ayam potong. Ia menyebut berkurangnya pasokan dari distributor menjadi salah satu faktor yang mendorong harga ayam naik cukup signifikan.

“Seperti sekarang, lonjakan harga daging ayam cukup signifikan karena mencapai sepuluh ribu per kilogram,” jelas Yulianis.

Menurut Yulianis, kenaikan harga tersebut juga berkaitan dengan kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam penyediaan makanan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain meningkatnya permintaan, harga pakan ayam ras di tingkat produsen juga mengalami kenaikan. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap harga ayam ras sebelum sampai ke pasar.

Faktor lainnya adalah masih terjadinya antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar yang berdampak pada distribusi.

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

harga ayamharga ayam Pekanbaruayam potongpasar Pekanbaruharga panganDisperindag PekanbaruMBGMakan Bergizi GratisSPPGekonomi Pekanbaru
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Dukung Penertiban SPPG, Netty Minta Distribusi MBG Tak Terhenti

    Kamis, 20 Agu 2026 | 18:10 WIB
  • Ekonomi

    Wako Agung Pimpin Rapat Forkopimda, Harga Ayam hingga Antisipasi Karhutla Jadi Bahasan

    Kamis, 20 Agu 2026 | 07:07 WIB
  • Politik

    DPR RI Setujui Pembahasan RAPBN 2027, MBG dan Deviden BUMN Jadi Sorotan

    Selasa, 18 Agu 2026 | 20:49 WIB
  • Ekonomi

    Harga Pangan Kian Jadi Sorotan, Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

    Rabu, 12 Agu 2026 | 11:51 WIB
  • Daerah

    Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di Pekanbaru dan Siak Pekan Ini

    Selasa, 11 Agu 2026 | 13:57 WIB

Terpopuler

  • #1

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB
  • #2

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB
  • #3

    Kualitas Udara Kurang Baik, Polsek Payung Sekaki Bagikan 500 Masker ke Pengguna Jalan

    Kamis, 08 Okt 2026 - 09:47 WIB
  • #4

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 - 19:36 WIB
  • #5

    Warga Tampan Terima Sembako dari Polsek Payung Sekaki dan Komunitas BLB

    Selasa, 29 Sep 2026 - 14:55 WIB
  • #6

    Polsek Payung Sekaki Masuk Kampung Cegah Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

    Senin, 28 Sep 2026 - 15:31 WIB
  • #7

    HUT TNI ke-81, Polsek Payung Sekaki Sambangi Den Inteldam Bawa Kue: Sinergi Jadi Kunci Jaga Kamtibmas

    Selasa, 06 Okt 2026 - 14:58 WIB
  • #8

    HUT TNI ke-81, Kapolsek Bukit Raya Datang Bawa Kue: Pesannya Tegas, TNI-Polri Harus Solid

    Senin, 05 Okt 2026 - 13:26 WIB
  • #9

    Dini Hari Polisi Bergerak, Polsek Bukit Raya Bidik Pelaku Curat hingga Curanmor

    Selasa, 29 Sep 2026 - 10:43 WIB

HUKRIM

  • Sasar Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat, Polisi Temukan Sabu 0,17 Gram, Ganja, Bong dan 3 Sajam

    Sasar Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat, Polisi Temukan Sabu 0,17 Gram, Ganja, Bong dan 3 Sajam

    Senin, 12 Okt 2026 | 18:20 WIB
  • Gerebek MP Club Pekanbaru, Polisi Sita Ekstasi, Ganja dan Uang Rp14,3 Juta

    Gerebek MP Club Pekanbaru, Polisi Sita Ekstasi, Ganja dan Uang Rp14,3 Juta

    Senin, 12 Okt 2026 | 16:49 WIB
  • Polisi Bongkar Dugaan Transaksi Ekstasi di MP Club Pekanbaru, 60 Orang Positif Metamfetamina

    Polisi Bongkar Dugaan Transaksi Ekstasi di MP Club Pekanbaru, 60 Orang Positif Metamfetamina

    Senin, 12 Okt 2026 | 15:39 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Wamenko Sebut Inflasi Indonesia Lebih Dipengaruhi Kenaikan Biaya dan Pasokan

    Wamenko Sebut Inflasi Indonesia Lebih Dipengaruhi Kenaikan Biaya dan Pasokan

    Senin, 12 Okt 2026 | 22:36 WIB
  • Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia-Mesir di Bidang Ekonomi hingga Pertahanan

    Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia-Mesir di Bidang Ekonomi hingga Pertahanan

    Minggu, 11 Okt 2026 | 20:02 WIB
  • Sunco Lebih Murah di Helat Pelalawan, Musim Mas Siapkan 7,5 Ton Stok

    Sunco Lebih Murah di Helat Pelalawan, Musim Mas Siapkan 7,5 Ton Stok

    Jumat, 09 Okt 2026 | 20:36 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com