Home › Peristiwa › 23,5 Hektare Lahan Terbakar, Polisi-TNI Tak Beri Celah Api Menyala Lagi
23,5 Hektare Lahan Terbakar, Polisi-TNI Tak Beri Celah Api Menyala Lagi
Keterangan Foto: Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Bengkalis. Dokumentasi Humas.TD/Azhar
BENGKALIS,Tabloid Diksi — Sebanyak sekitar 23,5 hektare lahan masyarakat di tiga lokasi Kabupaten Bengkalis menjadi sasaran penanganan Karhutla oleh tim gabungan, Senin (17/8/2026). Polisi, TNI, Manggala Agni, BPBD, MPA hingga masyarakat turun langsung memastikan kobaran api benar-benar mati dan tidak kembali menjalar.
Penanganan terbesar dilakukan di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, dengan luas lahan terbakar sekitar 12 hektare. Pendinginan bahkan telah memasuki hari kesembilan setelah lokasi sebelumnya terpantau sebagai hotspot pada 16 Agustus 2026.
- Baca juga:
Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan memimpin personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, MPA dan masyarakat. Sebanyak 22 personel mengoperasikan tiga mini striker, 15 rol selang dan tiga nozzle dengan sumber air dari kanal.
Kondisi tanah kering, panas dan angin kencang membuat api berpotensi kembali muncul melalui bara yang tertinggal di dalam lahan. Karena itu, petugas tidak berhenti setelah api padam, tetapi melanjutkan pendinginan dan menyisir kawasan untuk memastikan tidak ada titik panas.
Di Kecamatan Mandau, petugas melakukan pengecekan dan closing di lahan masyarakat seluas sekitar 10 hektare di Jalan Tangkahan Tegar. Tidak ditemukan lagi api aktif setelah kawasan tersebut diguyur hujan pada Jumat (14/8).
Pengecekan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi karena lahan yang ditumbuhi semak dan sawit berpotensi kembali terbakar jika masih menyimpan bara. Penyebab kebakaran di lokasi tersebut juga masih dalam penyelidikan.
Sementara di Desa Temberan, Kecamatan Bengkalis, sekitar 1,5 hektare lahan perkebunan masyarakat terbakar. Lahan tersebut berada di kawasan gambut dan ditanami sawit, karet serta sagu.
Sebanyak 15 personel BPBD, tiga personel Polri dan sekitar 20 perangkat desa serta masyarakat dikerahkan. Tim menggunakan dua mini striker, 20 rol selang, dua nozzle dan dua selang isap untuk menjangkau titik-titik yang terbakar.
Petugas menduga kebakaran di Temberan berkaitan dengan aktivitas pembakaran tumpukan sampah. Sisa tumpukan yang diduga dibakar telah diamankan, sementara polisi masih mendalami penyebab dan kemungkinan unsur pidananya.
Polres Bengkalis memastikan penanganan Karhutla tidak berhenti pada pemadaman. Pendinginan, pengecekan dan pemantauan terus dilakukan untuk mencegah api kembali membesar dan menyebar ke kawasan lain.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Apalagi dalam kondisi panas dan angin kencang, api kecil sekalipun dapat dengan cepat berubah menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan keselamatan warga.
Hingga Senin sore, kondisi ketiga lokasi dinyatakan aman dan terkendali. Namun, personel gabungan tetap disiagakan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali berubah menjadi titik api.
Polres Bengkalis HEBAT — Bersama Cegah Karhutla, Lindungi Hutan, Lahan dan Masyarakat.


Komentar Via Facebook :