https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Bupati-Wabup Kampar Turun Langsung, Bantuan Beras Disalurkan ke Warga Rentan •   Jalur Lama Ditutup, Arus Dialihkan! Ditlantas Polda Riau Pastikan Overpass STA 203+285 Siap Dilintasi •   Siapkan Anggaran 2027, Biro Rena Polda Riau Periksa Kebutuhan Polres Kampar •   AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu
Home › Peristiwa › Konflik Manusia dan Beruang Madu Kembali Terjadi, Tim BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak
Peristiwa
Pekanbaru

Konflik Manusia dan Beruang Madu Kembali Terjadi, Tim BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:38 WIB,  
Penulis : Azhar
Konflik Manusia dan Beruang Madu Kembali Terjadi, Tim BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak

Keterangan Foto: BBKSDA Riau Pasang Jebakan Beruang Madu di Pelalawan.TD/Azhar

PEKANBARU,Tabloiddiksi.com – Seorang warga Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi korban serangan seekor beruang madu (Helarctos malayanus) saat sedang bekerja di kebunnya. 

Insiden yang terjadi pada Rabu (5/8/2026) itu mengakibatkan korban mengalami luka serius akibat serangan satwa liar yang datang secara tiba-tiba dari arah belakang hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

    Baca juga:
  • Siapkan Anggaran 2027, Biro Rena Polda Riau Periksa Kebutuhan Polres Kampar

  • Dari Pekanbaru ke Surabaya, Bripda Mega Tancap Gas: 2 Emas Taekwondo untuk Polres Kampar

  • Kapolsek Batu Hampar Tegas: Personel Jangan Terjerat Narkoba dan Judi Online

Begitu menerima laporan, Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung mengerahkan Wildlife Rescue Unit (WRU) dari Pekanbaru menuju lokasi kejadian. 

Tim membawa satu unit kandang jebak (box trap) sebagai langkah antisipasi sekaligus bagian dari upaya penanganan konflik manusia dan satwa liar yang kembali terjadi di wilayah tersebut.

Setibanya di Desa Pangkalan Gondai, tim WRU segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk mengumpulkan informasi serta menyusun kronologi kejadian. 

Berdasarkan keterangan pemerintah desa, korban diserang saat berada di kebunnya. Beruang madu menyerang secara tiba-tiba dari belakang sehingga korban melakukan perlawanan hingga satwa tersebut akhirnya melepaskan serangan dan melarikan diri ke kawasan hutan.

Meski berhasil menyelamatkan diri, korban mengalami sejumlah luka serius. Setelah tiba di rumah, korban dilaporkan kehilangan banyak darah hingga akhirnya pingsan. 

Pihak keluarga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini kondisi korban masih dalam pengawasan tenaga kesehatan.

Sebagai tindak lanjut, pada Kamis (6/8/2026), Tim WRU BBKSDA Riau bersama pemerintah desa dan aparat setempat memasang kandang jebak di sekitar lokasi serangan. 

Pemasangan perangkap dilakukan untuk memantau keberadaan beruang madu sekaligus mengantisipasi apabila satwa tersebut kembali memasuki kawasan perkebunan atau permukiman yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, menegaskan pihaknya selalu merespons cepat setiap laporan konflik manusia dan satwa liar. 

Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, namun upaya penanganan tetap dilakukan secara terukur dengan memperhatikan perlindungan terhadap satwa liar yang dilindungi beserta habitatnya.

BBKSDA Riau juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk mengidentifikasi penyebab munculnya konflik tersebut serta menyusun langkah-langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. 

Beruang madu sendiri merupakan satwa yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan sehingga setiap penanganan dilakukan secara hati-hati dan sesuai kaidah konservasi.

Melalui peristiwa ini, BBKSDA Riau mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kebun maupun kawasan yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar agar meningkatkan kewaspadaan, tidak bekerja seorang diri, serta segera melaporkan kepada BBKSDA atau aparat setempat apabila menemukan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman maupun areal perkebunan. 

Langkah cepat, kolaboratif, dan berbasis konservasi dinilai menjadi kunci untuk menjaga keselamatan warga tanpa mengabaikan kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

 

Editor : Redaktur
Sumber : #BBKSDA

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Hukum

    Bobol Kantor Balai Penyuluhan, Pelaku Diringkus Satreskrim Polres Kampar

    Kamis, 06 Agu 2026 | 19:02 WIB
  • Daerah

    Jelang HUT ke-81 RI, Ditlantas Polda Riau Turun ke Jalan Kibarkan Semangat Nasionalisme

    Kamis, 06 Agu 2026 | 14:21 WIB
  • Ekonomi

    SF Hariyanto Buka SIExpo 2026, Dorong Kolaborasi Majukan Industri Sawit

    Kamis, 06 Agu 2026 | 13:24 WIB
  • Peristiwa

    Perbaikan Jalan Sontang-Duri Terus Dikebut, Truk CPO Diminta Tunda Melintas

    Kamis, 06 Agu 2026 | 13:17 WIB
  • Daerah

    Dua Tahun Menanti Hak, Atlet dan Pelatih Riau Desak Pemprov Segera Lunasi Sisa Bonus PON-Peparnas 2024

    Kamis, 06 Agu 2026 | 13:07 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #3

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #4

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #5

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 - 22:12 WIB
  • #6

    Fortuner Tak Kunjung Datang, Pasutri Pengelola Pasar Bawah Dilaporkan

    Rabu, 09 Sep 2026 - 23:12 WIB
  • #7

    Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar

    Rabu, 16 Sep 2026 - 07:48 WIB
  • #8

    Polsek Payung Sekaki dan BPBD Berjibaku Lawan Api : Warga Diminta Stop Bakar Lahan

    Jumat, 11 Sep 2026 - 10:12 WIB
  • #9

    SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

    Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB

HUKRIM

  • AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    Senin, 21 Sep 2026 | 16:16 WIB
  • Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Senin, 21 Sep 2026 | 14:52 WIB
  • Sekali Tangkap, Muncul Enam Pengakuan Penggelapan Kendaraan: Residivis Diciduk Polsek Payung Sekaki 

    Sekali Tangkap, Muncul Enam Pengakuan Penggelapan Kendaraan: Residivis Diciduk Polsek Payung Sekaki 

    Senin, 21 Sep 2026 | 12:32 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com