Home › Peristiwa › Perbaikan Jalan Sontang-Duri Terus Dikebut, Truk CPO Diminta Tunda Melintas
Perbaikan Jalan Sontang-Duri Terus Dikebut, Truk CPO Diminta Tunda Melintas
Perbaikan sementara ruas Jalan Sontang–Simpang Jurong–Bonai di perbatasan Rokan Hulu dan Bengkalis terus dikebut. TD/Josua
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) terus mempercepat penanganan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), dengan Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Perbaikan difokuskan pada ruas Sontang–Simpang Jurong–Bonai yang mengalami kerusakan cukup parah. Saat ini, satu lajur jalan yang telah ditimbun dan ditinggikan sudah dapat dilalui kendaraan.
- Baca juga:
"Progres terbaru satu sisi jalan sudah bisa dilewati kendaraan dengan lancar karena sudah ditimbun dan ditinggikan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Riau, Khairul Rizal.
Meski demikian, ia mengimbau kendaraan bertonase berat, terutama truk pengangkut crude palm oil (CPO), untuk sementara tidak melintasi ruas tersebut. Menurutnya, kondisi timbunan masih belum cukup padat sehingga berisiko rusak jika dilewati kendaraan berbeban besar.
"Tunggu posisi tanah timbunan padat dan settle dulu baru bisa lewat truk CPO. Estimasinya timbunan baru padat sekitar satu sampai tiga bulan. Kita utamakan dulu mobil kecil, terutama ambulans," jelasnya.
Khairul menuturkan, proses perbaikan dilakukan secara bertahap mengingat terdapat empat titik kerusakan di sepanjang ruas tersebut, sementara kemampuan anggaran masih terbatas.
"Mudah-mudahan di APBD Perubahan ada nanti dan kami rencanakan sepanjang 600 meter diperbaiki. Kita minta masyarakat bersabar dan memahami kondisi ini," katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, menjelaskan penanganan awal dilakukan dengan menimbun bagian jalan yang mengalami kerusakan paling parah agar lubang besar dapat segera tertutup. Bersamaan dengan itu, saluran drainase juga dibangun untuk mencegah genangan air di badan jalan.
"Untuk sementara ditimbun dulu, sembari dibuatkan saluran air supaya tidak menggenang di jalan, untuk penanganan lebih lanjut akan dianggarkan di APBD Perubahan 2026," ujarnya.
Ia menambahkan, rancangan teknis perbaikan permanen telah disiapkan. Berdasarkan desain tersebut, titik jalan yang rusak harus ditimbun hingga setinggi satu meter sebelum nantinya dilakukan pengecoran menggunakan konstruksi rigid.
"Desain perbaikan sudah dibuat tinggal perbaikan saja, kondisinya cukup berat dan harus ditimbun dulu hingga 1 meter jadi materialnya sangat banyak. Nanti akan di rigid jalannya," sebut Zulfahmi.
Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki tiga titik kerusakan diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar. Karena keterbatasan dana, pengerjaan permanen belum dapat direalisasikan pada tahun ini.
"Tiga titik kerusakan jalan itu perlu anggaran Rp10 miliar. Bukan berarti menyampingkan itu, tapi juga masih ada alternatif jalan lain dari Rohul ke Duri termasuk Mahato-Simpang Manggala. Termasuk lewat Tandun masih ada alternatif, tapi tetap kami prioritaskan tahun depan," tutupnya.






Komentar Via Facebook :