Home › Peristiwa › Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau
Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau
PEKANBARU,Tabloiddiksi.com – Duka mendalam menyelimuti dunia konservasi Indonesia. Gajah binaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas bernama Jovi akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin (3/8/2026) pukul 20.47 WIB setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan yang berujung pada myopati berat atau gangguan otot.
Kepergian gajah jantan berusia sekitar 46 tahun itu menjadi kehilangan besar bagi upaya pelestarian gajah Sumatera di Provinsi Riau.
-
Jovi bukan sekadar satwa binaan. Selama lebih dari dua dekade sejak bergabung di PLG Minas pada 18 Februari 1998, gajah asal Kabupaten Indragiri Hulu itu menjadi ujung tombak berbagai operasi mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di sejumlah wilayah Riau.
Perannya membantu penyelamatan satwa liar sekaligus melindungi masyarakat menjadikan Jovi sebagai salah satu ikon konservasi yang memiliki jasa besar bagi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.
-
Pelaksana Harian Kepala BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menjelaskan gejala sakit mulai muncul pada 1 Juli 2026. Saat itu Jovi mengalami kelemahan fisik, kehilangan nafsu makan, tremor, kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor hingga kesulitan berdiri.
Tim dokter hewan segera bergerak memberikan penanganan sesuai standar operasional melalui terapi infus selama 24 jam, antibiotik, vitamin, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemeriksaan laboratorium secara berkala.
-
Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh. Rini Deswita, mengungkapkan kondisi Jovi sempat menunjukkan harapan. Pada hari keenam perawatan, gajah tersebut mampu berdiri dan berjalan beberapa langkah, sementara hasil pemeriksaan darah memperlihatkan penurunan tingkat infeksi.
Namun perkembangan positif itu tidak berlangsung lama karena kondisi jaringan otot terus melemah hingga berkembang menjadi myopati berat yang membuat Jovi kembali terbaring dan tidak mampu berdiri.
-
-

Komentar Via Facebook :