Home › Daerah › Lapas Tembilahan Luncurkan E-Patmo, Awal Revolusi Smart Prison Berbasis Digital
Lapas Tembilahan Luncurkan E-Patmo, Awal Revolusi Smart Prison Berbasis Digital
Keterangan Foto:
Tembilahan,Tabloiddiksi.com – Lapas Kelas IIA Tembilahan memulai langkah besar menuju transformasi digital dengan meluncurkan E-Patmo (Electronic Patrol Mobile), sebuah sistem patroli berbasis aplikasi mobile dan web yang digagas langsung oleh Kaur Umum Lapas, James Rischi.
Inovasi yang diperkenalkan pada Rabu (22/7/2026) ini menjadi jawaban atas tantangan pengawasan manual yang selama ini masih mendominasi lembaga pemasyarakatan, sekaligus membuka jalan menuju konsep Smart Prison yang modern, transparan, dan berbasis teknologi.
- Baca juga:
Berbeda dengan sistem absensi digital biasa, E-Patmo dirancang sebagai perangkat kontrol patroli yang mampu merekam aktivitas petugas secara real-time. Setiap petugas diwajibkan memindai QR Code atau RFID yang dipasang di titik-titik strategis di dalam lapas.
Seluruh data, mulai dari waktu patroli, lokasi, hingga jalur yang dilalui, langsung tersimpan dalam sistem dan dapat dipantau pimpinan melalui dashboard berbasis web, sehingga tidak lagi bergantung pada laporan manual yang rawan manipulasi dan subjektivitas.
"E-Patmo lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami ingin pengawasan dilakukan berdasarkan data yang benar-benar terverifikasi, bukan sekadar laporan administrasi. Dengan sistem ini, setiap patroli dapat dipastikan berlangsung sesuai prosedur dan seluruh aktivitas terekam secara akurat," ujar James Rischi.
Melalui pemetaan digital terhadap titik-titik rawan di lingkungan lapas, manajemen dapat menyusun strategi pengamanan yang lebih presisi, mengoptimalkan penempatan personel, sekaligus menutup celah pengawasan yang selama ini berpotensi dimanfaatkan untuk pelanggaran keamanan.
Sistem ini juga memperkuat akuntabilitas petugas karena seluruh aktivitas patroli terdokumentasi secara otomatis dan dapat diaudit kapan saja.
Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Prayitno, menegaskan bahwa E-Patmo merupakan tonggak penting dalam reformasi tata kelola pemasyarakatan.
Menurutnya, inovasi yang lahir dari kreativitas internal membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana yang memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan keamanan.
Ke depan, E-Patmo tidak hanya difungsikan sebagai sistem patroli digital, tetapi juga diproyeksikan menjadi fondasi pengembangan Smart Prison yang terintegrasi dengan berbagai teknologi lain, seperti pemantauan CCTV berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem manajemen kunjungan digital, hingga pelaporan pelanggaran secara elektronik.
"Smart Prison bukan lagi sekadar konsep, tetapi visi yang sedang kami bangun secara bertahap agar Lapas Tembilahan menjadi institusi pemasyarakatan yang semakin aman, transparan, modern, dan responsif terhadap perkembangan zaman," tegas James Rischi.
Hadirnya E-Patmo menjadi bukti bahwa transformasi digital tidak hanya terjadi di sektor pelayanan publik, tetapi juga mulai menembus sistem pemasyarakatan.
Terobosan ini diharapkan menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia dalam membangun pengawasan yang lebih efektif, akuntabel, dan berbasis teknologi.

Komentar Via Facebook :