Home › Nasional › Di Hadapan Ulama NU, Prabowo Beberkan Perang Melawan Kebocoran Anggaran Negara
Di Hadapan Ulama NU, Prabowo Beberkan Perang Melawan Kebocoran Anggaran Negara
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
JAKARTA, Tabloid Diksi - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memperkuat tata kelola sumber daya negara sekaligus menutup berbagai celah kebocoran anggaran yang selama ini berpotensi menghambat pembangunan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 yang berlangsung di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Selasa (23/6/2026).
- Baca juga:
Dalam sambutannya, Presiden mengaku perlu menyampaikan sejumlah data dan informasi penting kepada para ulama. Menurutnya, ulama merupakan pemimpin yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga berhak mengetahui berbagai perkembangan yang sedang dilakukan pemerintah.
“Saudara-saudara sekalian, saya ingin memberi beberapa data. Karena para ulama adalah pemimpin yang paling dekat sama rakyat. Para ulama berhak untuk mengerti,” ujar Presiden.
Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga menyinggung capaian pembangunan infrastruktur yang baru saja diresmikannya, yakni pembangunan jalan desa dan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer.
“Saya baru saja tadi meresmikan 1.151 kilometer jalan, jalan desa, jalan daerah. 1.000 kilometer jalan ini memakan anggaran 5,4 triliun. 5,4 triliun bisa membangun 1.000 kilometer. Bayangkan kalau 20 triliun, berapa ribu jalan yang bisa kita bangun. Berapa ribu jembatan bisa kita bangun untuk rakyat kita. Berapa puluh ribu sekolah yang bisa kita perbaiki,” ungkap Presiden.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah yang dipimpinnya tengah berupaya maksimal menghentikan berbagai kebocoran yang menyebabkan potensi penerimaan negara tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Upaya tersebut, kata Presiden, menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
“Begitu banyak uang kita menguap, hilang, dan ini pemerintah yang saya pimpin, saya bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menghentikan kebocoran-kebocoran ini,” tegasnya.
Selain itu, Presiden menjelaskan langkah penataan sektor sumber daya alam yang sedang dilakukan pemerintah. Di antaranya adalah pengambilalihan kembali jutaan hektare lahan perkebunan kelapa sawit yang dinilai melanggar ketentuan hukum, serta penertiban aktivitas pertambangan tanpa izin.
“Pemerintah saya telah merebut kembali, menguasai kembali lebih dari 5 juta hektare kebun kelapa sawit yang melanggar hukum, yang tidak sesuai peraturan. Yang bikin kebun di hutan lindung, yang memalsukan laporan, kita telah menutup ratusan tambang-tambang tanpa izin,” ujar Presiden.
Menurut Prabowo, pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya alam harus terus diperkuat mengingat Indonesia memiliki wilayah yang luas dan kekayaan alam yang melimpah.
“Jadi memang usaha ini bukan usaha yang ringan. Negara kita besar, negara kita luas, dan negara kita sangat-sangat kaya,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keberhasilan menjaga dan mengelola kekayaan negara sangat bergantung pada terciptanya pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
“Karena itu, kuncinya adalah pemerintah harus bersih. Pemerintah harus benar-benar tidak boleh korup. Tidak boleh ada korupsi di pemerintah Republik Indonesia,” tegas Presiden.






Komentar Via Facebook :