Home › Nasional › Pemerintah Siapkan Beasiswa Doktor bagi Dosen
Pemerintah Siapkan Beasiswa Doktor bagi Dosen
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong peningkatan kualifikasi akademik dosen melalui Beasiswa Program Doktor
JAKARTA, Tabloid Diksi – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong peningkatan kualifikasi akademik dosen melalui Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) Tahun 2026.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan, dosen merupakan aset penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi nasional.
- Baca juga:
“Dosen adalah aset terbesar dari pendidikan tinggi dan tentu kita berharap dosen tidak perlu menunggu lama bisa langsung segera kuliah,” ujar Brian saat memberikan arahan dalam Webinar Sosialisasi BPDDI Tahun 2026.
Menurut Brian, saat ini berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah memiliki program doktor dengan fasilitas yang semakin baik. Karena itu, ia mengajak para dosen memanfaatkan kesempatan beasiswa pemerintah untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat kapasitas riset nasional.
Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi menyampaikan, sejak mulai dilaksanakan pada 2025, BPDDI telah memberikan manfaat kepada 1.269 dosen di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 848 dosen menempuh studi doktor bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), sedangkan 421 dosen lainnya berasal dari bidang non-STEM. Penerima beasiswa terdiri dari 672 dosen perguruan tinggi negeri dan 597 dosen perguruan tinggi swasta, termasuk 150 dosen dari politeknik.
“Harapannya ini dapat memberikan dampak untuk meningkatkan kapasitas riset, teknologi, dan sains serta mendorong inovasi dan hilirisasi,” ujar Sandro.
Ia menjelaskan, BPDDI menjadi salah satu instrumen strategis Kemdiktisaintek untuk meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor sekaligus memperkuat sumber daya manusia pendidikan tinggi Indonesia.
Pada 2026, BPDDI kembali dibuka bagi dosen tetap perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek yang akan melanjutkan studi doktor. Program ini didanai melalui APBN dengan tujuan mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta daya saing perguruan tinggi Indonesia.
BPDDI 2026 memiliki dua skema, yakni skema reguler bagi dosen yang menempuh studi doktor di dalam negeri, serta skema joint degree atau dual degree melalui kerja sama perguruan tinggi dalam dan luar negeri dengan durasi pendanaan maksimal empat tahun.
Proses seleksi BPDDI 2026 juga disempurnakan melalui Tes Bakat Skolastik (TBS) untuk mengukur potensi akademik, kemampuan penalaran, dan kemampuan analitis calon penerima beasiswa. Seleksi juga mencakup tahap administrasi dan wawancara.
Selain biaya pendidikan, penerima BPDDI akan mendapatkan dukungan pembiayaan berupa biaya pendaftaran, penelitian atau disertasi, insentif publikasi jurnal internasional, biaya hidup, transportasi, asuransi kesehatan, hingga dukungan keadaan darurat.
Melalui program ini, Kemdiktisaintek berharap semakin banyak dosen Indonesia yang meraih gelar doktor dan berkontribusi dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, serta kualitas pendidikan tinggi nasional.






Komentar Via Facebook :