Home › Daerah › Kesbangpol Riau Ingatkan Pentingnya Pancasila pada Generasi Z dan Alpha
Kesbangpol Riau Ingatkan Pentingnya Pancasila pada Generasi Z dan Alpha
Keterangan Foto: Kaban Kesbangpol Provinsi Riau, Boby Rachmat
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Perkembangan digitalisasi yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap harus menjadi pedoman agar generasi Z dan Alpha tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus mengingatkan pentingnya penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan di era digitalisasi. Edukasi mengenai bijak bermedia sosial serta menjaga persatuan bangsa juga terus digencarkan kepada masyarakat.
- Baca juga:
Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Provinsi Riau, Boby Rachmat, mengatakan bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah derasnya arus digitalisasi dan informasi. Karena itu, kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi hal yang sangat penting.
“Mengingat arus digitalisasi dan informasi mengalir sangat deras sekarang ke generasi muda, kuncinya adalah pintar memanfaatkan teknologi. Kemudian tidak hanya dituntut untuk pandai, tetapi juga bijak menyaring informasi yang ada,” ujarnya di Pekanbaru, Minggu (31/05/2026).
Menurutnya, teknologi dapat memberikan banyak manfaat bagi kemajuan bangsa apabila digunakan secara positif. Namun, perkembangan tersebut juga dapat menjadi ancaman apabila dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang salah dan memecah belah persatuan.
Ia mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun konten negatif di media sosial. Sebaliknya, ruang digital harus dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang edukatif dan membangun.
“Jangan sampai teknologi ini malah menjadi alat yang memecah belah persatuan kita di Indonesia seperti penyebaran berita hoaks atau konten-konten yang menyalah. Sebaliknya, sebarlah informasi yang bermanfaat dan bersifat edukatif agar tidak menimbulkan persoalan.”
Boby menambahkan, penggunaan teknologi yang tidak tepat dapat menghambat kemajuan bangsa. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami bahwa kecanggihan teknologi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan nilai kebangsaan.
Sementara itu, Ketua Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Riau, Josua Sihite, menuturkan bahwa generasi muda menghadapi tantangan besar di era globalisasi dan digitalisasi. Salah satu cara menghadapi tantangan tersebut adalah dengan memahami sejarah bangsa.
“Di era globalisasi ini, generasi muda dihadapkan pada tantangan digital yang luar biasa. Cara sederhananya, kita kembali ke pesan Ir Soekarno yaitu Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah.”
Ia menjelaskan bahwa sejarah lahirnya Pancasila mengandung nilai perjuangan, persatuan, dan musyawarah yang perlu dipahami generasi muda. Pancasila lahir melalui proses panjang para pendiri bangsa dan menjadi ideologi yang dinilai sesuai dengan karakter Indonesia.
Josua menambahkan, penerapan nilai-nilai Pancasila dapat dimulai dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan media sosial dan interaksi di ruang digital. Sikap saling menghargai dan menjaga persatuan menjadi kunci dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
“Langkah awal pastinya edukasi sejarah lahirnya Pancasila, lalu kita terapkan butir-butirnya. Karena kita sudah diajarkan bahwa walaupun berbeda tapi kita tetap satu juga. Itulah semboyan kita.”
Kesbangpol Riau berharap generasi muda dapat menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan tetap berpegang pada nilai Pancasila sebagai penguat persatuan bangsa di tengah perkembangan zaman.






Komentar Via Facebook :