https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Ombudsman Minta Polri Evaluasi Kewenangan Penyadapan dan Pengawasan Internal •   DPR Kenalkan Mekanisme Fast-Track, Pembahasan RUU Bisa Lebih Singkat •   Mendag Budi Santoso: Manfaat Integrasi Ekonomi APEC Harus Dirasakan UMKM •   Pigai: Dugaan Penyadapan Presiden Bukan Sekadar Pelanggaran Privasi, Keamanan Negara Dipertaruhkan
Home › TNI-Polri › Dikeroyok 200 Orang, Korban Jadi Tersangka! Ada Apa Polres Kampar?
TNI-Polri
Kampar

Dikeroyok 200 Orang, Korban Jadi Tersangka! Ada Apa Polres Kampar?

Senin, 28 Juli 2025 | 21:35 WIB,  
Penulis : TIM
Dikeroyok 200 Orang, Korban Jadi Tersangka! Ada Apa Polres Kampar?

Keterangan Foto:

KAMPAR, Tabloid Diksi - Eka Dharma Kartika, seorang aktivis lingkungan dari Mandala Foundation yang sedang menjalankan tugas penghijauan di Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, justru ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kampar setelah menjadi korban pengeroyokan oleh ratusan massa pada Selasa, 20 Mei 2025 lalu.

"Apa logikanya penegakan hukum di Polres Kampar? Korban pengeroyokan oleh ratusan orang malah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara laporan kami terkait pengeroyokan itu tak kunjung ditindaklanjuti, bahkan sudah lebih dari dua bulan," ungkap Ketua Mandala Foundation, Freddy Tommy Manungkalit, SH, MH, pada Senin (28/7/2025).

    Baca juga:
  • Sambut HUT RI ke-81, Polisi Bagikan Bendera Merah Putih untuk Kobarkan Nasionalisme Warga Bukitraya

  • Saat Akses Terbatas, Klinik Terapung Polairud Siak Hadir Jemput Sehat Warga Pesisir Koto Ringin

  • Tak Tunggu Api Datang, Kapolresta Pekanbaru Pastikan Embung Payung Sekaki Siap Jadi Benteng Karhutla  

Menurut Tommy, malam kejadian tersebut sangat mencekam. Saat itu, hanya ada beberapa orang anggota Mandala Foundation yang berada di dalam pondok, sementara massa yang menyerang diperkirakan berjumlah lebih dari 200 orang. Bahkan, ada teriakan dari massa yang menyuruh "bacok aja", yang nyaris membuat para aktivis mengalami serangan jantung karena panik.

“Kami dilempari batu, kayu, botol kaca, dan benda keras lainnya,” ujar beberapa korban yang turut diserang.

Penetapan Eka Dharma Kartika sebagai tersangka tertuang dalam surat panggilan Nomor: S.Pgl/282.a/VII/RES.1.6/2025/Reskrim. Dalam surat tersebut, Eka dipanggil sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana penganiayaan di Camp Mandala Foundation, Desa Batu Gajah, pada 20 Mei lalu.

“Saat kejadian, ratusan massa menyerbu, melakukan pengeroyokan, penjarahan, dan pengrusakan. Kapan kesempatan anggota kami melakukan penganiayaan? Semua anggota ada di dalam pondok, sementara massa berada di luar dan sangat beringas,” jelas Tommy, menyayangkan penetapan tersangka tersebut.

Tommy menduga ada kejanggalan dalam proses hukum ini. “Malam kejadian, anggota Mandala Foundation langsung dibawa ke Polres Kampar dan sudah memberikan keterangan sebagai korban. Bukti video serta saksi juga telah kami hadirkan. Tapi anehnya, satu pun pelaku tidak ada yang diamankan. Ini tentu menjadi pertanyaan besar,” lanjutnya.

Ia pun mendesak agar Kapolda Riau turun tangan dan menggelar gelar perkara bersama Propam Polda Riau dan Mandala Foundation. “Apalagi, hingga saat ini belum pernah dilakukan pertemuan dengan menghadirkan kuasa hukum dari Mandala Foundation sebelum penetapan tersangka dilakukan terhadap anggota kami,” ujar Tommy.

Tommy juga menyinggung soal prinsip pembelaan terpaksa (noodweer) dalam hukum pidana, yang menyatakan bahwa seseorang tidak dapat dipidana jika membela diri dari serangan yang mengancam keselamatan jiwanya.

“Jika pembelaan diri dilakukan secara proporsional dan dalam batas kewajaran, maka tidak dapat dikenai pidana,” jelasnya. “Bahkan jika pembelaan melebihi batas karena guncangan jiwa akibat serangan, dalam konsep noodweer exces pun, pelaku masih bisa terbebas dari pidana.”

“Contohnya, jika seseorang dikeroyok dan membalas dengan memukul, selama dalam batas wajar untuk melindungi diri, itu sah. Anggota kami, kalau pun membela diri, masih dalam batas wajar. Jangan sampai para pengeroyok justru membuat laporan palsu demi menciptakan kesan bisa berdamai,” tegas Tommy.

Ia pun menambahkan, “Jika penyidik merasa ragu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahli hukum untuk mendapatkan pandangan yang adil dan objektif.”

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Gian Wiatma Jonimandala, saat dikonfirmasi, belum memberikan jawaban. Begitu juga dengan Kanit Satreskrim Polres Kampar, Melvin Sinaga, SH, yang memilih bungkam.

Diketahui, kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap aktivis lingkungan ini tengah menjadi sorotan, dan biasanya dalam kasus seperti ini, Kapolda Riau turun langsung untuk memastikan proses hukum berjalan dengan adil.

 

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Mandala Foundation Aktivis Lingkungan Pengeroyokan Polres Kampar Ketidakadilan Hukum Pembelaan Diri Noodweer
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • TNI-Polri

    Police Go To School, Pelajar SMK PGRI Dapat Edukasi Lalu Lintas dan SIM Gratis dari Polda Riau

    Selasa, 22 Jul 2025 | 12:21 WIB
  • TNI-Polri

    Ditlantas Polda Riau Edukasi Pelajar Soal Tertib Lalu Lintas dan Green Policing di SMPN 37 Pekanbaru

    Kamis, 19 Jun 2025 | 11:07 WIB
  • , 00 0000 | 00:00 WIB
  • Sorotan

    GPM-R Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa di Polda Riau: Bustamar Bantah Terkait Dugaan Perambahan Hutan

    Sabtu, 19 Jul 2025 | 06:00 WIB
  • Peristiwa

    Misteri di Balik SPBU 13284626, Manajemen dan Direksi Perusahaan Diam Seribu Bahasa! Ada Apa?

    Jumat, 18 Jul 2025 | 22:16 WIB

Terpopuler

  • #1

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #2

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #3

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #4

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #5

    GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

    Senin, 02 Nov 2026 - 21:13 WIB
  • #6

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #7

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #8

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB
  • #9

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 - 13:12 WIB

HUKRIM

  • Lapor, Grebek, Tangkap! Polsek XIII Koto Kampar Gulung Jaringan Sabu Berkat Aduan Warga

    Lapor, Grebek, Tangkap! Polsek XIII Koto Kampar Gulung Jaringan Sabu Berkat Aduan Warga

    Rabu, 04 Nov 2026 | 14:30 WIB
  • "Tidak Ada Ruang Bagi Bandar!

    "Tidak Ada Ruang Bagi Bandar!', Polres Bengkalis Gulung 50 Pelaku Narkoba dan 10,14 Kg Sabu

    Rabu, 04 Nov 2026 | 12:01 WIB
  • Asyik Sembunyi, Begal Berdarah Dingin di Kampar Dicokok Polsek Tambang Dini Hari

    Asyik Sembunyi, Begal Berdarah Dingin di Kampar Dicokok Polsek Tambang Dini Hari

    Rabu, 04 Nov 2026 | 11:24 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Mendag Budi Santoso: Manfaat Integrasi Ekonomi APEC Harus Dirasakan UMKM

    Mendag Budi Santoso: Manfaat Integrasi Ekonomi APEC Harus Dirasakan UMKM

    Rabu, 04 Nov 2026 | 21:03 WIB
  • BRAN Rancang Struktur Baru, Tiga Deputi dan Lima Korwil Disiapkan

    BRAN Rancang Struktur Baru, Tiga Deputi dan Lima Korwil Disiapkan

    Rabu, 04 Nov 2026 | 14:22 WIB
  • PIHPS Catat Harga Pangan Nasional, Cabai Rawit Merah Tembus Rp86.900 per Kg

    PIHPS Catat Harga Pangan Nasional, Cabai Rawit Merah Tembus Rp86.900 per Kg

    Rabu, 04 Nov 2026 | 13:10 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com