Home › Peristiwa › Pemalsuan Tanda Tangan di Akta Notaris Nomor 08 Tahun 2022, Kasus PT Shali Riau Lestari Memasuki Babak Baru
Pemalsuan Tanda Tangan di Akta Notaris Nomor 08 Tahun 2022, Kasus PT Shali Riau Lestari Memasuki Babak Baru
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Dugaan pemalsuan tanda tangan dalam Akta Notaris Nomor 08 Tahun 2022 milik PT Shali Riau Lestari akan segera memasuki babak baru. Putusan sidang Majelis Pengawas Wilayah (MPW) Notaris Provinsi Riau dikabarkan akan segera diumumkan.
Kasus ini mencuat setelah Marta Uli Emmelia, Direktur Utama PT Shali Riau Lestari, menemukan adanya perubahan struktur saham perusahaan tanpa sepengetahuannya. Ia menduga pemalsuan tanda tangan dilakukan oleh Sahala Sitompul di hadapan Notaris Elfit Simanjuntak.
- Baca juga:
“Semua ini baru saya ketahui pada 2 Februari 2025 saat saya meminta dokumen perusahaan kepada Notaris Elfit Simanjuntak untuk keperluan administrasi. Setelah menerima salinan dokumen, saya menemukan adanya akta perubahan saham tertanggal 21 Juni 2022,” ujar Marta kepada Cyber88.co.id, Selasa malam (26/5/2025).
Marta mengaku terkejut ketika membaca isi Akta Nomor 08 Tahun 2022 yang menyebut dirinya sebagai ketua rapat dalam berita acara hibah saham, padahal ia sama sekali tidak pernah menghadiri atau mengetahui adanya rapat tersebut.
“Saya langsung menghubungi Notaris Elfit Simanjuntak melalui telepon untuk mempertanyakan siapa yang menyetujui perubahan saham dan siapa yang menandatangani atas nama saya. Notaris hanya berdalih ada surat kuasa, padahal saya tidak pernah memberikan kuasa kepada siapa pun,” jelas Marta.
Setelah didesak, lanjut Marta, notaris yang berkantor di Jalan Wakaf Nomor 47, Senapelan – Pekanbaru itu tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. "Saya menduga notaris menerima imbalan dari kliennya sehingga berani menerbitkan akta perubahan tanpa persetujuan pemilik saham mayoritas," tegasnya.
Marta kemudian melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan tersebut ke Polda Riau dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/89/II/2025/SPKT/13-02-2025. Namun, hingga kini laporan tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti.
Ia berharap putusan dari MPW Notaris Provinsi Riau dapat menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
“Putusan MPW nanti bisa menjadi bukti kuat bagi polisi agar kasus ini bisa diproses secara hukum,” tambahnya.
Sementara itu, sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Marta sempat membuka peluang untuk mediasi, dengan syarat semua saham dikembalikan seperti semula. Namun, tidak ada itikad baik dari pihak notaris maupun pihak lain yang diduga memalsukan tanda tangan.
Kini, publik menanti putusan resmi MPW Notaris yang disebut-sebut telah menemukan bukti adanya pemalsuan tanda tangan atas nama Marta Uli Emmelia dalam akta tersebut. Putusan ini akan disampaikan kepada seluruh pihak terkait, termasuk Marta, untuk ditindaklanjuti secara hukum.






Komentar Via Facebook :