Home › Nasional › Inflasi Hijau Maksud Gibran Apa ya?
Inflasi Hijau Maksud Gibran Apa ya?
Ilustrasi
JAKARTA, Tabloid Diksi - Seiring dengan komitmen terhadap lingkungan, istilah "greenflation" semakin mencuat, menandakan dampak ekonomi dari kebijakan ramah lingkungan. Greenflation, yang ditandai dengan kenaikan harga bahan mentah dan energi untuk transisi hijau, menarik perhatian dari Philonomist dan Bank Sentral Eropa (ECB).
Philonomist menyoroti semakin seringnya terjadinya greenflation akibat negara-negara beralih ke sumber energi ramah lingkungan. Komitmen terhadap pelestarian lingkungan menyebabkan peningkatan permintaan bahan mentah dan energi, menyebabkan fluktuasi harga. Akibatnya, negara-negara menghadapi beban keuangan akibat biaya lebih tinggi untuk bahan-bahan tersebut.
- Baca juga:
ECB juga mengungkapkan kekhawatiran serupa, menekankan urgensi beralih ke energi terbarukan di tengah konflik geopolitik dan lonjakan harga komoditas. Isabel Schnabel, anggota Dewan Eksekutif ECB, mengategorikan era inflasi energi baru ini menjadi climateflation, fossilflation, dan greenflation.
Greenflation, seperti yang dijelaskan oleh Schnabel, mungkin kurang terlihat tetapi signifikan. Meskipun perusahaan mengadaptasi proses produksi untuk mengurangi emisi karbon, teknologi ramah lingkungan sangat bergantung pada logam seperti tembaga, litium, dan kobalt. Lonjakan permintaan, bersama dengan pasokan terbatas dalam jangka pendek hingga menengah, mengakibatkan kenaikan substansial dalam harga komoditas penting.
Ketidakseimbangan antara permintaan yang meningkat dan pasokan yang terbatas menjelaskan lonjakan harga signifikan dalam komoditas penting baru-baru ini. Tren ini menyoroti paradoks penting dalam perjuangan melawan perubahan iklim, semakin cepat transisi ke ekonomi ramah lingkungan, semakin tinggi biaya jangka pendeknya.
Meskipun dampak greenflation terhadap harga konsumen akhir saat ini lebih kecil dibandingkan dengan inflasi fosil, peralihan ke teknologi rendah emisi diharapkan memberikan tekanan pada harga berbagai produk selama periode transisi. Kenaikan biaya ini menggarisbawahi tantangan dan kompleksitas yang terkait dengan pencapaian ekonomi global yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sebagai informasi, terkait inflasi hijau mulai menyita perhatian publik. Apalagi sejak Gribran Rakabuming Raka (cawapres nomor urut 2) mempertanyakan terkait green inflation dalam debat keempat Pilpres 2024, Minggu (21/1).***






Komentar Via Facebook :