Home › Artikel › Awal Hilangnya Konsentrasi Pendaki Gunung
Kenali Gejala Hipotermia
Awal Hilangnya Konsentrasi Pendaki Gunung
Keterangan Foto:
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Memasuki masa liburan sekolah dan liburan akhir tahun banyak digunakan para pecinta alam untuk pendakian gunung.
Waktu liburan akhir tahun yang cukup panjang biasanya dimanfaatkan oleh para pendaki untuk kembali berpetualang di gunung-gunung yang ingin mereka taklukkan.
- Baca juga:
Menaklukkan gunung bagi sebagian orang adalah tantangan tersendiri, bila sudah dilaksanakan akan menjadi kebanggaan dan kepuasan batin.Mendaki gunung juga refreshing untuk merehatkan sejenak pikiran dari lalu lalang kondisi pekerjaan yang melelahkan.
Namun perlu diwaspadai kemungkinan resiko hipotermia bagi para petualang pendaki gunung.
Hipotermia tidak bisa diabaikan, karena orang yang terkena akan merasakan gelisah, kebingungan, koma hingga bila tidak cepat ditangani bisa menyebabkan kematian.
Menghindari hal tersebut, Kamu harus aware dengan gejala yang nampak agar Kamu bisa langsung mencari pertolongan pertama.
Berikut gejala pada orang saat akan terkena hipotermia :
1. Fase ringan, suhu tubuh berada di kisaran 32-35 derajat celsius. orang yang berada dalam fase ini akan merasakan tekanan darah tinggi, menggigil, detak jantung dan napas terasa lebih cepat, pembuluh darah menyempit dan kesadaran mulai melemah.
2. Fase sedang, saat suhu tubuh seseorang menurun sampai 28-32 derajat Celsius. Gejala hipotermia fase sedang adalah detak jantung tidak teratur, tingkat kesadaran menurun parah dan refleks anggota tubuh juga menurun.
3. Fase akhir, diawali dengan penurunan suhu tubuh kurang dari 28 derajat Celsius, pupil mata tidak reaktif, gagal jantung, penumpukan cairan pada paru-paru dan denyut jantung berhenti. Dalam fase inilah korban sudah berada di ambang sangat berbahaya, sehingga harus secepatnya mendapatkan pertolongan medis.
Semoga bermanfaat buat Kamu, dan ingat untuk selalu waspada saat mendaki gunung.






Komentar Via Facebook :